alexametrics
26.8 C
Denpasar
Sunday, May 29, 2022

Luhut Datang, Tingkat Kesembuhan Pasien di Buleleng Dekati 100 Persen

SINGARAJA- Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan bersama Mendagri Tito Karnavian, dan Menkes Budi Gunadi Sadikin, Kamis (12/8) melakukan kunjungan ke Buleleng, Bali

Menariknya, saat tiga pejabat menteri pembantu Presiden Jokowi ini datang ke Buleleng, tingkat kesembuhan pasien yang menjalani karantina mendekati angka 100 persen.

Selama sebulan terakhir juga tak ada kasus pasien yang meninggal saat menjalani karantina terpusat.

Untuk itu, saat kunjungan ke wilayah Bali utara, mantan Kepala Staf Kepresidenan itu meminta seluruh kabupaten/kota di Bali menyiapkan lokasi karantina.

Menurutnya lokasi karantina terpusat di Buleleng yang mulai disiapkan sejak 13 Juli lalu, sudah menunjukkan hasil yang baik.

Baca Juga:  Ngeri, Hujan Lebat, Pengendara Motor Klenger Tertimpa Pohon Santan

Luhut pun menilai seluruh daerah di Bali harus mengambil langkah serupa.

“Bali ini, semua kabupaten harus membuat isoter (isolasi terpusat). Karena tempat tidurnya bagus, makannya bagus, dokternya ada, perawatnya ada, obatnya ada, ada telemedicine juga, ada olahraga segala macam. Success rate-nya tinggi sekali,” ungkapnya.

Pun demikian dengan realisasi vaksinasi, ia meminta tetap dilakukan pada kelompok lansia.

Luhut menilai lansia yang tak mendapat vaksin, apabila terjangkit covid-19, peluang kematian lebih tinggi.

Apalagi bila memiliki penyakit bawaan. Namun bila divaksin, meski memiliki penyakit bawaan, peluang sembuhnya lebih baik.

Pria yang sempat menjadi Menteri Perindustrian dan Perdagangan itu juga meminta masyarakat Bali tetap menerapkan protokol kesehatan.

Baca Juga:  Usai Disemprot Luhut, Wabup Buleleng Janji Akan Tingkatkan Tracing

Masyarakat juga diminta tak khawatir mengikuti testing dan tracing yang dilakukan pemerintah.

Kalau toh dinyatakan terkonfirmasi positif, warga diminta legowo menjalani karantina pada fasilitas yang disiapkan. Sehingga klaster baru di tingkat keluarga dapat dicegah.

Masyarakat juga diminta menunda pelaksanaan upacara keagamaan. “Karena kalau itu makan waktu 2-3 hari, itu akan ada klaster baru.

Jadi dampak ini luas. Nanti orang tidak percaya sama Bali. Turis internasional datang ragu-ragu. Jadi sementara ini berapa waktu ini hidup kita beda dengan waktu lalu. Selama beberapa tahun kedepan hidup kita akan berdampingan dengan covid ini,” tegasnya.


SINGARAJA- Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan bersama Mendagri Tito Karnavian, dan Menkes Budi Gunadi Sadikin, Kamis (12/8) melakukan kunjungan ke Buleleng, Bali

Menariknya, saat tiga pejabat menteri pembantu Presiden Jokowi ini datang ke Buleleng, tingkat kesembuhan pasien yang menjalani karantina mendekati angka 100 persen.

Selama sebulan terakhir juga tak ada kasus pasien yang meninggal saat menjalani karantina terpusat.

Untuk itu, saat kunjungan ke wilayah Bali utara, mantan Kepala Staf Kepresidenan itu meminta seluruh kabupaten/kota di Bali menyiapkan lokasi karantina.

Menurutnya lokasi karantina terpusat di Buleleng yang mulai disiapkan sejak 13 Juli lalu, sudah menunjukkan hasil yang baik.

Baca Juga:  Cuaca Ekstrem, Penyeberangan Tradisional Terganggu Berhari-hari

Luhut pun menilai seluruh daerah di Bali harus mengambil langkah serupa.

“Bali ini, semua kabupaten harus membuat isoter (isolasi terpusat). Karena tempat tidurnya bagus, makannya bagus, dokternya ada, perawatnya ada, obatnya ada, ada telemedicine juga, ada olahraga segala macam. Success rate-nya tinggi sekali,” ungkapnya.

Pun demikian dengan realisasi vaksinasi, ia meminta tetap dilakukan pada kelompok lansia.

Luhut menilai lansia yang tak mendapat vaksin, apabila terjangkit covid-19, peluang kematian lebih tinggi.

Apalagi bila memiliki penyakit bawaan. Namun bila divaksin, meski memiliki penyakit bawaan, peluang sembuhnya lebih baik.

Pria yang sempat menjadi Menteri Perindustrian dan Perdagangan itu juga meminta masyarakat Bali tetap menerapkan protokol kesehatan.

Baca Juga:  CATAT! Buleleng Kembali Terapkan Work From Home Senin Depan

Masyarakat juga diminta tak khawatir mengikuti testing dan tracing yang dilakukan pemerintah.

Kalau toh dinyatakan terkonfirmasi positif, warga diminta legowo menjalani karantina pada fasilitas yang disiapkan. Sehingga klaster baru di tingkat keluarga dapat dicegah.

Masyarakat juga diminta menunda pelaksanaan upacara keagamaan. “Karena kalau itu makan waktu 2-3 hari, itu akan ada klaster baru.

Jadi dampak ini luas. Nanti orang tidak percaya sama Bali. Turis internasional datang ragu-ragu. Jadi sementara ini berapa waktu ini hidup kita beda dengan waktu lalu. Selama beberapa tahun kedepan hidup kita akan berdampingan dengan covid ini,” tegasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/