alexametrics
25.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

OMG! Dua Jenazah Covid-19 di Bali Tertukar sehingga Salah Kubur

GIANYAR – Dua jenazah Covid-19 asal Desa Adat Tengkulak Kaja (Desa Dinas Kemenuh), Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali, tertukar.

 

Jenazah warga asal Banjar Kaja Kauh dikuburkan oleh keluarga dari Banjar Kaja Kangin, Desa Adat Tengkulak Kaja (Desa Dinas Kemenuh), Sukawati pada Kamis (13/8).

 

Bendesa Adat Tengkulak Kaja, I Made Selamet, membeberkan dua warganya memang meninggal hampir bersamaan di RS Sanglah karena terpapar Covid-19. Yakni yang pertama pada tanggal 11 Agustus 2021, sedangkan yang kedua pada 2 Agustus 2021.

Karena itu, salah satu keluarga akan menguburkan di setra (kuburan) Desa Adat Tengkulak Kaja. 

 

“Warga kami dari Banjar Kaja Kauh awalnya mau mengubur jenazah tanggal 12 (Agustus 2021) Pukul 18.00. Karena ini terpapar covid, jadi langsung dikubur ke setra (kuburan),” ujarnya, ditemui di kediamannya, Jumat (13/8).

Baca Juga:  Jumlah Kedatangan Orang Asal Zona Merah di Gilimanuk Melonjak Lagi

 

Dia menjelaskan, jenazah itu berada di RS Sanglah. Keluarganya juga ada yang jaga di ruang jenazah RS Sanglah. Jenazah itu kemudian diambil dari RS Sanglah, dan dibawa ke setra (kuburan) Desa Adat Tengkulak Kaja.

 

Di setra, keluarga sudah siap sedia menguburkan. Ketika jenazah tiba di setra, keluarga tidak diizinkan membuka peti. Memberikan baju baru juga tidak boleh. Jadi begitu tiba di setra, keluarga langsung menguburkan.

 

“Saat penguburan, tidak ada masalah sama sekali,” jelasnya.

 

Jenazah pun dikuburkan sesuai protokol kesehatan (prokes) ketat namun tetap berdasarkan aturan adat.

 

“Setelah selesai penguburan. Dua jam-an, datang warga yang memiliki orang tua meninggal tanggal 12 tadi. Tahu-tahu bilang mayat tertukar,” ujarnya.

Baca Juga:  Satgas Covid Buleleng Siapkan Tiga Lokasi Karantina

 

Di sana keriuhan pun mulai muncul. Akhirnya pihak desa pun meluncur ke rumah duka, berkoordinasi mencari jalan keluar selanjutnya ini.

 

Untuk memastikan jenazah tertukar, Perbekel Kemenuh yang juga Ketua Sabha Desa, Dewa Nyoman Neka, meluncur ke ruang jenazah RS Sanglah Denpasar.

 

“Saya diizinkan masuk ke ruang jenazah pakai APD lengkap,” imbuh Perbekel Dewa Neka.

 

Di ruang jenazah, perbekel kaget ternyata jenazah itu memang salah ambil. Kepastian dari RS Sanglah diketahui pukul 23.00 Wita.

 

“Akhirnya kami pastikan, kroscek ke (RS) Sanglah, apa benar tertukar? Setelah menerima informasi dari RS Sanglah, ternyata jenazah yang dikubur salah. Dan jenazah betul-betul tertukar,” papar dia.


GIANYAR – Dua jenazah Covid-19 asal Desa Adat Tengkulak Kaja (Desa Dinas Kemenuh), Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali, tertukar.

 

Jenazah warga asal Banjar Kaja Kauh dikuburkan oleh keluarga dari Banjar Kaja Kangin, Desa Adat Tengkulak Kaja (Desa Dinas Kemenuh), Sukawati pada Kamis (13/8).

 

Bendesa Adat Tengkulak Kaja, I Made Selamet, membeberkan dua warganya memang meninggal hampir bersamaan di RS Sanglah karena terpapar Covid-19. Yakni yang pertama pada tanggal 11 Agustus 2021, sedangkan yang kedua pada 2 Agustus 2021.

Karena itu, salah satu keluarga akan menguburkan di setra (kuburan) Desa Adat Tengkulak Kaja. 

 

“Warga kami dari Banjar Kaja Kauh awalnya mau mengubur jenazah tanggal 12 (Agustus 2021) Pukul 18.00. Karena ini terpapar covid, jadi langsung dikubur ke setra (kuburan),” ujarnya, ditemui di kediamannya, Jumat (13/8).

Baca Juga:  Jumlah Kedatangan Orang Asal Zona Merah di Gilimanuk Melonjak Lagi

 

Dia menjelaskan, jenazah itu berada di RS Sanglah. Keluarganya juga ada yang jaga di ruang jenazah RS Sanglah. Jenazah itu kemudian diambil dari RS Sanglah, dan dibawa ke setra (kuburan) Desa Adat Tengkulak Kaja.

 

Di setra, keluarga sudah siap sedia menguburkan. Ketika jenazah tiba di setra, keluarga tidak diizinkan membuka peti. Memberikan baju baru juga tidak boleh. Jadi begitu tiba di setra, keluarga langsung menguburkan.

 

“Saat penguburan, tidak ada masalah sama sekali,” jelasnya.

 

Jenazah pun dikuburkan sesuai protokol kesehatan (prokes) ketat namun tetap berdasarkan aturan adat.

 

“Setelah selesai penguburan. Dua jam-an, datang warga yang memiliki orang tua meninggal tanggal 12 tadi. Tahu-tahu bilang mayat tertukar,” ujarnya.

Baca Juga:  Miras Oplosan Makan Korban, Ratusan Liter Miras Diamankan

 

Di sana keriuhan pun mulai muncul. Akhirnya pihak desa pun meluncur ke rumah duka, berkoordinasi mencari jalan keluar selanjutnya ini.

 

Untuk memastikan jenazah tertukar, Perbekel Kemenuh yang juga Ketua Sabha Desa, Dewa Nyoman Neka, meluncur ke ruang jenazah RS Sanglah Denpasar.

 

“Saya diizinkan masuk ke ruang jenazah pakai APD lengkap,” imbuh Perbekel Dewa Neka.

 

Di ruang jenazah, perbekel kaget ternyata jenazah itu memang salah ambil. Kepastian dari RS Sanglah diketahui pukul 23.00 Wita.

 

“Akhirnya kami pastikan, kroscek ke (RS) Sanglah, apa benar tertukar? Setelah menerima informasi dari RS Sanglah, ternyata jenazah yang dikubur salah. Dan jenazah betul-betul tertukar,” papar dia.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/