alexametrics
25.4 C
Denpasar
Wednesday, May 18, 2022

Selama Pandemi, Ada 11.246 Ibu Hamil di Karangasem Bali

AMLAPURA- Selama pandemi atau tepatnya awal 2020 hingga pertengahan Juni 2021, ada total 11.246 kehamilan di Karangasem, Bali

 

Sesuai data Dinas Kesehatan (Diskes) Karangasem, jumlah ibu hamil di kabupaten paling timur Bali, itu yakni meliputi 7.374 orang (Januari-Desember 2020), dan 3.872 (Januari-Juni 2021).

 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karangasem, dr. I Gusti Bagus Putra Pertama dikonfirmasi pada Kamis (12/8), menyatakan, meski cukup banyak. Namun jumlah tersebut dikatakan masih dalam kapasitas normal.

 

 

“Sejauh ini antara 2020 hingga 2021 masih relatif sama, tidak ada peningkatan yang signifikan,” ujar dr. I Gusti Bagus Putra Pertama.

Sementara itu, dikonfirmasi secara terpisah, salah seorang Dokter Kandungan di Kabupaten Karangasem, dr. I Gede Parwata Yasa menerangkan bahwa kehamilan di masa pandemi seperti saat ini cenderung memiliki risiko yang lebih tinggi terpapar virus covid-19.

Baca Juga:  Selain Solusi Atasi Krisis Air, Berharap Jadi Pioneer Pemanfaatan EBT

 

Hal ini kata dia karena saat mengandung, daya tahan tubuh seorang ibu cenderung menurun, sering lelah dan mudah sakit.

 

“Pada kehamilan normal, seorang ibu hamil memiliki beban yang lebih berat bagi jantung dan paru-parunya terutama pada usia kehamilan 35 minggu. Dengan kondisi tersebut, sehingga sangat rentan apabila terpapar covid-19 bisa menimbulkan risiko yang sangat fatal bagi ibu dan janin,” ujarnya.

Oleh sebab itu, Parwata mengingatkan bagi ibu yang sedang hamil di masa pandemi ini, sebaiknya mengurangi mobilitas keluar rumah.

 

Sekalipun memeriksakan kandungan ke dokter agar memperpanjang jarak waktu pemeriksaannya.

 

Terkecuali bersifat darurat seperti pecah ketuban, pendarahan, demam, atau tidak ada pergerakan pada kandungan barulah memeriksakan diri ke dokter.

Baca Juga:  Hadiri Resepsi, Makan-makan, 45 Tamu Undangan Alami Keracunan

 

“Pesan kami, kalo bisa jangan hamil dulu semasa pandemi ini, tunda dulu program kehamilan, nanti jika sudah selesai pandemi baru melaksanakan program kehamilan,” tukas Parwata.

- Advertisement -
- Advertisement -

AMLAPURA- Selama pandemi atau tepatnya awal 2020 hingga pertengahan Juni 2021, ada total 11.246 kehamilan di Karangasem, Bali

 

Sesuai data Dinas Kesehatan (Diskes) Karangasem, jumlah ibu hamil di kabupaten paling timur Bali, itu yakni meliputi 7.374 orang (Januari-Desember 2020), dan 3.872 (Januari-Juni 2021).


 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karangasem, dr. I Gusti Bagus Putra Pertama dikonfirmasi pada Kamis (12/8), menyatakan, meski cukup banyak. Namun jumlah tersebut dikatakan masih dalam kapasitas normal.

 

 

“Sejauh ini antara 2020 hingga 2021 masih relatif sama, tidak ada peningkatan yang signifikan,” ujar dr. I Gusti Bagus Putra Pertama.

Sementara itu, dikonfirmasi secara terpisah, salah seorang Dokter Kandungan di Kabupaten Karangasem, dr. I Gede Parwata Yasa menerangkan bahwa kehamilan di masa pandemi seperti saat ini cenderung memiliki risiko yang lebih tinggi terpapar virus covid-19.

Baca Juga:  Hadiri Resepsi, Makan-makan, 45 Tamu Undangan Alami Keracunan

 

Hal ini kata dia karena saat mengandung, daya tahan tubuh seorang ibu cenderung menurun, sering lelah dan mudah sakit.

 

“Pada kehamilan normal, seorang ibu hamil memiliki beban yang lebih berat bagi jantung dan paru-parunya terutama pada usia kehamilan 35 minggu. Dengan kondisi tersebut, sehingga sangat rentan apabila terpapar covid-19 bisa menimbulkan risiko yang sangat fatal bagi ibu dan janin,” ujarnya.

Oleh sebab itu, Parwata mengingatkan bagi ibu yang sedang hamil di masa pandemi ini, sebaiknya mengurangi mobilitas keluar rumah.

 

Sekalipun memeriksakan kandungan ke dokter agar memperpanjang jarak waktu pemeriksaannya.

 

Terkecuali bersifat darurat seperti pecah ketuban, pendarahan, demam, atau tidak ada pergerakan pada kandungan barulah memeriksakan diri ke dokter.

Baca Juga:  Selain Solusi Atasi Krisis Air, Berharap Jadi Pioneer Pemanfaatan EBT

 

“Pesan kami, kalo bisa jangan hamil dulu semasa pandemi ini, tunda dulu program kehamilan, nanti jika sudah selesai pandemi baru melaksanakan program kehamilan,” tukas Parwata.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/