alexametrics
29.8 C
Denpasar
Sunday, May 29, 2022

Terungkap! Dua Jenazah Tertukar dan Salah Kubur Diduga karena Ini

GIANYAR – Tertukarnya dua jenazah di Desa Adat Tengkulak Kaja (Desa Dinas Kemenuh), Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali, membuat warga geger. Terutama dua keluarga yang jenazahnya tertukar.

 

Bendesa Adat Tengkulak Kaja, I Made Selamet pun membeberkan bagaimana bisa jenazah dua warganya itu tertukar di RS Sanglah.

  

Selamet menduga, tertukarnya jenazah warganya ini karena beberapa hal. Yang paling utama, adalah adanya kesamaan dari kedua jenazah tersebut.

 

Kata Selamet, kedua warganya yang meninggal ini memang memiliki nama yang persis sama. Sama-sama perempuan, dan asalnya juga dari satu desa adat yang sama: Tengkulak Kaja.

 

Tidak itu saja. Keduanya sama-sama terpapar covid-19. Meninggalnya juga hampir bersamaan. Tidak itu saja, keduanya juga meninggal di tempat yang sama, yakni RS Sanglah.

 

Warga yang pertama, jelas Selamet, meninggal pada 11 Agustus bernama Ni Gusti Made Rai, perempuan berusia 82 tahun, dengan alamat Banjar Tengkulak Kaja Kangin.

 

“Yang pertama dari Banjar Tengkulak Kaja Kangin,” kata Selamet.

Baca Juga:  Usai Digeledah KPK & Mundur, Kursi Kadis PUPRPKP Tabanan Masih Kosong

 

Kemudian, warga yang kedua meninggal pada 12 Agustus atas nama Ni Gusti Made Rai, perempuan berusia 65 tahun, alamat Banjar Tengkulak Kaja Kauh.  

 

Setelah meninggal dunia, kedua jenazah kemudian dibawa ke Kamar Jenazah RS Sanglah.

 

Nah, pada Kamis (12/8/2021), keluarga dari Banjar Tengkulak Kaja Kangin mengambil jenazah di RS Sanglah. Rencananya, jenazah itu akan dikuburkan di setra (kuburan) Desa Ada Tengkulak Kaja.

Jenazah itu kemudian dibawa ke setra menggunakan ambulans. Sampai di setra pun, keluarga tidak ngeh jika jenazah tersebut tertukar.

 

“Sampai di setra, hanya ada sopir ambulance yang antar, keluarga dikasih selop tangan. Tidak ngeh lagi kalau itu orang lain,” ungkap Selamet.

 

Selama penguburan jenazah itu, tidak ada masalah. Semuanya berjalan lancar. Namun, dua jam kemudian, pihak keluarga dari Banjar Tengkulak Kaja Kangin mendapat informasi dari keluarga jenazah dari Banjar Tengkulak Kaja Kauh bahwa jenazah yang dikubur itu salah. Jenazahnya tertukar.

 

“Setelah selesai penguburan. Dua jam-an, datang warga yang memiliki orang tua meninggal tanggal 12 tadi. Tahu-tahu bilang mayat tertukar,” ujarnya.

Baca Juga:  Sudirta Kembali Serahkan Bantuan Bagi Warga Terdampak Covid-19

 

Informasi itu membuat geger. Warga pun menghubungi bendesa adat. Dan bendesa adat berembuk dengan kedua pihak keluarga mencari jalan keluar.

 

 

Untuk memastikan jenazah tertukar, Perbekel Kemenuh yang juga Ketua Sabha Desa, Dewa Nyoman Neka, meluncur ke ruang jenazah RS Sanglah Denpasar. Dia dating ke Kamar Jenazah mengenakan APD lengkap.

 

Di ruang jenazah, Dewa Neka pun mendapat kepastian bahwa jenazah yang diambil salah. Kepastian dari RS Sanglah diketahui pukul 23.00 Wita.

 

 

“Akhirnya kami pastikan, kroscek ke (RS) Sanglah, apa benar tertukar? Setelah menerima informasi dari RS Sanglah, ternyata jenazah yang dikubur salah. Dan jenazah betul-betul tertukar,” papar Neka.

 

 

Selamet pun memperkirakan, petugas di Sanglah yang salah memberikan jenazah kepada keluarga.

 

“Saya perkirakan di (RS) Sanglah yang salah. Mungkin petugas di sana karena melihat nama sama dan desa Tengkulak, langsung diambilkan,” jelasnya.


GIANYAR – Tertukarnya dua jenazah di Desa Adat Tengkulak Kaja (Desa Dinas Kemenuh), Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali, membuat warga geger. Terutama dua keluarga yang jenazahnya tertukar.

 

Bendesa Adat Tengkulak Kaja, I Made Selamet pun membeberkan bagaimana bisa jenazah dua warganya itu tertukar di RS Sanglah.

  

Selamet menduga, tertukarnya jenazah warganya ini karena beberapa hal. Yang paling utama, adalah adanya kesamaan dari kedua jenazah tersebut.

 

Kata Selamet, kedua warganya yang meninggal ini memang memiliki nama yang persis sama. Sama-sama perempuan, dan asalnya juga dari satu desa adat yang sama: Tengkulak Kaja.

 

Tidak itu saja. Keduanya sama-sama terpapar covid-19. Meninggalnya juga hampir bersamaan. Tidak itu saja, keduanya juga meninggal di tempat yang sama, yakni RS Sanglah.

 

Warga yang pertama, jelas Selamet, meninggal pada 11 Agustus bernama Ni Gusti Made Rai, perempuan berusia 82 tahun, dengan alamat Banjar Tengkulak Kaja Kangin.

 

“Yang pertama dari Banjar Tengkulak Kaja Kangin,” kata Selamet.

Baca Juga:  Selain VER, Polisi Periksa Kejiwaan Korban Sebelum dan Sesudah Digilir

 

Kemudian, warga yang kedua meninggal pada 12 Agustus atas nama Ni Gusti Made Rai, perempuan berusia 65 tahun, alamat Banjar Tengkulak Kaja Kauh.  

 

Setelah meninggal dunia, kedua jenazah kemudian dibawa ke Kamar Jenazah RS Sanglah.

 

Nah, pada Kamis (12/8/2021), keluarga dari Banjar Tengkulak Kaja Kangin mengambil jenazah di RS Sanglah. Rencananya, jenazah itu akan dikuburkan di setra (kuburan) Desa Ada Tengkulak Kaja.

Jenazah itu kemudian dibawa ke setra menggunakan ambulans. Sampai di setra pun, keluarga tidak ngeh jika jenazah tersebut tertukar.

 

“Sampai di setra, hanya ada sopir ambulance yang antar, keluarga dikasih selop tangan. Tidak ngeh lagi kalau itu orang lain,” ungkap Selamet.

 

Selama penguburan jenazah itu, tidak ada masalah. Semuanya berjalan lancar. Namun, dua jam kemudian, pihak keluarga dari Banjar Tengkulak Kaja Kangin mendapat informasi dari keluarga jenazah dari Banjar Tengkulak Kaja Kauh bahwa jenazah yang dikubur itu salah. Jenazahnya tertukar.

 

“Setelah selesai penguburan. Dua jam-an, datang warga yang memiliki orang tua meninggal tanggal 12 tadi. Tahu-tahu bilang mayat tertukar,” ujarnya.

Baca Juga:  Usai Jongkrak Pelacur, Anak Muda Ini Curi HP Si Cewek di Lokalisasi

 

Informasi itu membuat geger. Warga pun menghubungi bendesa adat. Dan bendesa adat berembuk dengan kedua pihak keluarga mencari jalan keluar.

 

 

Untuk memastikan jenazah tertukar, Perbekel Kemenuh yang juga Ketua Sabha Desa, Dewa Nyoman Neka, meluncur ke ruang jenazah RS Sanglah Denpasar. Dia dating ke Kamar Jenazah mengenakan APD lengkap.

 

Di ruang jenazah, Dewa Neka pun mendapat kepastian bahwa jenazah yang diambil salah. Kepastian dari RS Sanglah diketahui pukul 23.00 Wita.

 

 

“Akhirnya kami pastikan, kroscek ke (RS) Sanglah, apa benar tertukar? Setelah menerima informasi dari RS Sanglah, ternyata jenazah yang dikubur salah. Dan jenazah betul-betul tertukar,” papar Neka.

 

 

Selamet pun memperkirakan, petugas di Sanglah yang salah memberikan jenazah kepada keluarga.

 

“Saya perkirakan di (RS) Sanglah yang salah. Mungkin petugas di sana karena melihat nama sama dan desa Tengkulak, langsung diambilkan,” jelasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/