alexametrics
24.8 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Mimih…Sehari Dua Pura di Bangli Diobok – Obok Maling, Untung…

RadarBali.com – Belum sembuh trauma warga Bali terkait aksi pencurian pratima, kini muncul lagi aksi serupa.

Dalam sehari, dua pura di Desa Bangbang, kecamatan Tembuku, kabupaten Bangli diobok-obok maling. Dua pura yang disatroni maling, Pura Dalem Pingit dan Pura Dalem Baleran.

Beruntung tidak ada benda yang hilang, sehingga aksi kemarin mengarah pada percobaan pencurian.

Terkait aksi percobaan pencurian itu, Kapolsek Tembuku AKP I Gede Sunjaya Wirya mengatakan dari hasil identifikasi ditemukan sidik jari diduga milik si pencuri.

“Kasus masih dalam lidik, meski tidak ada barang yang hilang, namun kami upayakan untuk mengungkap kasus ini,” terang AKP Sunjaya Wirya.

Disinggung adanya kemungkinan orang gila yang melakukan perusakan, AKP Sunjaya menyatakan, bahwa di desa tersebut tidak ada orang yang mengidap gangguan jiwa.

Baca Juga:  Bupati Tamba Warning Agar Hak Korban KMP Yunicee Tak Diping-pong

Bendesa Adat Bangbang I Wayan Suastika menyatakan, warga desa hendak bersih-bersih di Pura Dalem Baleran pada pukul 06.00 karena akan dilakukan persembahyangan.

Ketika itu warga kaget karena pratima di Pura Dalem Baleran berupa uang bolong ditemukan di bawah. Posisi pratima semestinya tersimpan dalam kotak kayu di gedong Penyimpenan.

“Mendengar laporan warga, saya arahkan untuk melapor ke Polsek,” ujar Suastika. Saat dicek, gembok gedong Penyimpenan rusak dan pratima berupa batu juga ditemukan di bawah.

Selain itu, busana di Bale Peselang juga diacak-acak. “Kondisi lebih parah dari Dalem Baleran. Tapi tidak ada yang hilang. Genta yang tersimpan rapi di bale peselang juga diturunkan. Tidak ada barang yang diambil oleh pelaku,” ujarnya. 

Baca Juga:  Sementara Tiadakan Car Free Day, Semprot Disinfektan Objek Wisata

Suastika memperkirakan, apa yang diinginkan oleh pelaku pencurian tidak ada. Sehingga tidak ada barang yang diambil.

“Mungkin pencuri mau ambil emas, tapi di sini pratima tidak ada emasnya,” jelasnya. Setelah dilakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan melakukan identifikasi, seluruh barang disimpan kembali.

Untuk proses lebih lanjutnya prajuru, paiketan pemangku serta krama akan melaksanakan paruman, Selasa malam kemarin.

“Setelah ini kami rapatkan dulu, termasuk meminta petunjuk Sulinggih untuk upacaranya,” tandasnya.



RadarBali.com – Belum sembuh trauma warga Bali terkait aksi pencurian pratima, kini muncul lagi aksi serupa.

Dalam sehari, dua pura di Desa Bangbang, kecamatan Tembuku, kabupaten Bangli diobok-obok maling. Dua pura yang disatroni maling, Pura Dalem Pingit dan Pura Dalem Baleran.

Beruntung tidak ada benda yang hilang, sehingga aksi kemarin mengarah pada percobaan pencurian.

Terkait aksi percobaan pencurian itu, Kapolsek Tembuku AKP I Gede Sunjaya Wirya mengatakan dari hasil identifikasi ditemukan sidik jari diduga milik si pencuri.

“Kasus masih dalam lidik, meski tidak ada barang yang hilang, namun kami upayakan untuk mengungkap kasus ini,” terang AKP Sunjaya Wirya.

Disinggung adanya kemungkinan orang gila yang melakukan perusakan, AKP Sunjaya menyatakan, bahwa di desa tersebut tidak ada orang yang mengidap gangguan jiwa.

Baca Juga:  Rayakan Galungan saat Pandemi, Seribu Babi Dijagal di Buleleng

Bendesa Adat Bangbang I Wayan Suastika menyatakan, warga desa hendak bersih-bersih di Pura Dalem Baleran pada pukul 06.00 karena akan dilakukan persembahyangan.

Ketika itu warga kaget karena pratima di Pura Dalem Baleran berupa uang bolong ditemukan di bawah. Posisi pratima semestinya tersimpan dalam kotak kayu di gedong Penyimpenan.

“Mendengar laporan warga, saya arahkan untuk melapor ke Polsek,” ujar Suastika. Saat dicek, gembok gedong Penyimpenan rusak dan pratima berupa batu juga ditemukan di bawah.

Selain itu, busana di Bale Peselang juga diacak-acak. “Kondisi lebih parah dari Dalem Baleran. Tapi tidak ada yang hilang. Genta yang tersimpan rapi di bale peselang juga diturunkan. Tidak ada barang yang diambil oleh pelaku,” ujarnya. 

Baca Juga:  Tersangka Kasus Pepadu Jembrana Ajukan Penangguhan Penahanan Lagi

Suastika memperkirakan, apa yang diinginkan oleh pelaku pencurian tidak ada. Sehingga tidak ada barang yang diambil.

“Mungkin pencuri mau ambil emas, tapi di sini pratima tidak ada emasnya,” jelasnya. Setelah dilakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan melakukan identifikasi, seluruh barang disimpan kembali.

Untuk proses lebih lanjutnya prajuru, paiketan pemangku serta krama akan melaksanakan paruman, Selasa malam kemarin.

“Setelah ini kami rapatkan dulu, termasuk meminta petunjuk Sulinggih untuk upacaranya,” tandasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/