alexametrics
25.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

Berusia Lebih Satu Abad, Sebagian Bangunan Rusak

NEGARA– Puri Agung Negara, merupakan salah satu warisan budaya di Jembrana sudah mulai direstorasi. Karena pusat pemerintahan pada zaman kerajaan tersebut memiliki sejumlah bangunan bersejarah yang kondisinya mengalami kerusakan, sehingga perlu dilakukan perbaikan agar tetap bertahan.

Pengelingsir Puri Agung Negara Anak Agung Bagus Gede Hari Sutedja mengatakan, Puri Agung Negara yang merupakan salah satu kerajaan di Bali, memiliki bangunan yang masih bertahan lebih dari satu abad.

Dibangun pertama kali pada tahun 1830, perbaikan terakhir dilakukan pada tahun 1930, sehingga banyak bagian bangunan yang rusak.

Putra kedua Gubernur Bali pertama Anak Agung Bagus Sutedja ini menyatakan, keluarga besar puri sudah sepakat untuk melakukan perbaikan sejumlah bagian bangunan yang rusak. Hal tersebut sebagai salah satu upaya restorasi Puri Agung Negara.

“Perbaikan tidak sampai mengubah yang sudah ada, hanya perbaikan kerusakan.

Baca Juga:  Bupati Tamba Minta Petugas Pakai Cara Humanis saat Jemput Warga Isoman

Karena bangunan Puri Agung Negara merupakan warisan budaya Jembrana yang menjadi kebanggaan keluarga dan masyarakat Jembrana,” kata Bagus Gde Hari Sutedja usai menerima kunjungan Bupati Jembrana I Nengah Tamba, Minggu (12/9).

Menurutnya, perbaikan Puri Agung Negara merupakan inisiatif dari Bupati Jembrana I Nengah Tamba untuk melakukan perbaikan bagian gedung yang rusak, tanpa menghilangkan bentuk aslinya.

Karena ke depan, lanjutnya, Puri Agung Negara akan dijadikan salah satu destinasi wisata budaya di Jembrana.

Anak Agung Gde Agung Surya Sutedja menambahkan, bangunan puri Agung Negara yang sudah berusia lebih dari satu abad terdiri dari tiga bangunan utama.

Bangunan paling depan merupakan kantor yang digunakan oleh raja ketujuh Anak Agung Bagus Negara, dan sempat difungsikan sebagai kantor Gapensi pada tahun 1990 dan kantor bank.

Baca Juga:  Tiga Kepala Dinas Hasil Seleksi Dilantik

Kemudian gedung agung yang menjadi kediaman raja dan di sebelahnya gedung paviliun yang digunakan untuk tempat bersantai keluarga dan menerima tamu kehormatan.

Gedung paviliun saat ini digunakan untuk memajang foto – foto raja dan keluarga yang sebagian besar diambil sebelum kemerdekaan RI.

“Tiga bangunan utama masih original. Dan ada juga garasi mobil yang juga masih orisinil,” ujar cucu dari anak kelima Anak Agung Bagus Sutedja yang saat ini tinggal dan mengurus Puri Agung Negara.

Menurutnya, langkah restorasi Puri Agung Negara akan dilakukan secara bertahap.

Perbaikan yang dianggarkan Pemerintah Kabupaten Jembrana, rencana dimulai dalam minggu ini.

Selain perbaikan, bangunan untuk ruang tamu yang ambruk pada tahun 1970-an akan dibangun lagi sesuai dengan bentuk bangunan asli.


NEGARA– Puri Agung Negara, merupakan salah satu warisan budaya di Jembrana sudah mulai direstorasi. Karena pusat pemerintahan pada zaman kerajaan tersebut memiliki sejumlah bangunan bersejarah yang kondisinya mengalami kerusakan, sehingga perlu dilakukan perbaikan agar tetap bertahan.

Pengelingsir Puri Agung Negara Anak Agung Bagus Gede Hari Sutedja mengatakan, Puri Agung Negara yang merupakan salah satu kerajaan di Bali, memiliki bangunan yang masih bertahan lebih dari satu abad.

Dibangun pertama kali pada tahun 1830, perbaikan terakhir dilakukan pada tahun 1930, sehingga banyak bagian bangunan yang rusak.

Putra kedua Gubernur Bali pertama Anak Agung Bagus Sutedja ini menyatakan, keluarga besar puri sudah sepakat untuk melakukan perbaikan sejumlah bagian bangunan yang rusak. Hal tersebut sebagai salah satu upaya restorasi Puri Agung Negara.

“Perbaikan tidak sampai mengubah yang sudah ada, hanya perbaikan kerusakan.

Baca Juga:  WNA Positif Corona Meninggal di RSUP Sanglah Diduga Sempat ke Ubud

Karena bangunan Puri Agung Negara merupakan warisan budaya Jembrana yang menjadi kebanggaan keluarga dan masyarakat Jembrana,” kata Bagus Gde Hari Sutedja usai menerima kunjungan Bupati Jembrana I Nengah Tamba, Minggu (12/9).

Menurutnya, perbaikan Puri Agung Negara merupakan inisiatif dari Bupati Jembrana I Nengah Tamba untuk melakukan perbaikan bagian gedung yang rusak, tanpa menghilangkan bentuk aslinya.

Karena ke depan, lanjutnya, Puri Agung Negara akan dijadikan salah satu destinasi wisata budaya di Jembrana.

Anak Agung Gde Agung Surya Sutedja menambahkan, bangunan puri Agung Negara yang sudah berusia lebih dari satu abad terdiri dari tiga bangunan utama.

Bangunan paling depan merupakan kantor yang digunakan oleh raja ketujuh Anak Agung Bagus Negara, dan sempat difungsikan sebagai kantor Gapensi pada tahun 1990 dan kantor bank.

Baca Juga:  Atasi Kesulitan Air Bersih Warga, TNI Bangun Pompa Hidram di Pujungan

Kemudian gedung agung yang menjadi kediaman raja dan di sebelahnya gedung paviliun yang digunakan untuk tempat bersantai keluarga dan menerima tamu kehormatan.

Gedung paviliun saat ini digunakan untuk memajang foto – foto raja dan keluarga yang sebagian besar diambil sebelum kemerdekaan RI.

“Tiga bangunan utama masih original. Dan ada juga garasi mobil yang juga masih orisinil,” ujar cucu dari anak kelima Anak Agung Bagus Sutedja yang saat ini tinggal dan mengurus Puri Agung Negara.

Menurutnya, langkah restorasi Puri Agung Negara akan dilakukan secara bertahap.

Perbaikan yang dianggarkan Pemerintah Kabupaten Jembrana, rencana dimulai dalam minggu ini.

Selain perbaikan, bangunan untuk ruang tamu yang ambruk pada tahun 1970-an akan dibangun lagi sesuai dengan bentuk bangunan asli.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/