alexametrics
28.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Jembrana Pastikan DTW Sudah Siap Terima Kunjungan Wisatawan

NEGARA, Radar Bali – Setelah lama ditutup karena pandemi Covid-19, Gubernur Bali melalui surat edaran nomor 15 tahun 2021 telah membuka daya tarik wisata.

Namun dengan syarat menjalankan protokol kesehatan secara ketat, salah satunya pembatasan jumlah pengunjung 50 persen dari kapasitas dan persyaratan lain yang diatur untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Karena itu, sejumlah DTW di Jembrana mulai bersiap untuk menerima kunjungan wisatawan.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jembrana Anak Agung Ngurah Mahadikara Sadhaka mengatakan, sejumlah DTW di Jembrana, termasuk akomodasi wisata sebenarnya sudah siap menerima kunjungan wisata dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Pada prinsipnya, semua DTW dan akomodasi wisata sudah sangat siap,” ujarnya, didampingi kabid pariwisata I Komang Gede Hendra Susanta.

Menurutnya, Jembrana meskipun bukan destinasi utama wisatawan yang datang ke Bali, memiliki DTW yang terbaik dan ikonik yang tidak ada di daerah lain.

Di antaranya, Desa Wisata Ekasari yang masuk dalam 100 besar anugerah desa wisata Indonesia (ADWI) 2021 dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Selain Desa Wisata Ekasari, ada juga Desa Wisata Blimbingsari yang masuk dalam 300 besar AWDI 2021. 

Baca Juga:  Terbaik Tangani Covid-19 di Bali, Pusat Ganjar Jembrana DID Rp 14,9 M

Dua desa wisata yang ada di wilayah Kecamatan Melaya, ini memiliki daya tarik sebagai wisata religi dan budaya.

Selain akulturasi budaya yang menjadi salah satu daya tarik, bangunan gereja tua yang berada di dua desa wisata ini menjadi ikon desa wisata Jembrana.

“DTW yang dikelola oleh masing-masing pokdarwis, sudah sangat siap menerima kunjungan dengan menjalankan protokol kesehatan,” terangnya.

Masih di Kecamatan Melaya yang berada diujung barat Bali, selain desa wisata juga memiliki potensi wisata alam.

Di antaranya, Teluk Gilimanuk yang selama ini dikenal dengan sebutan secret bae, karena memiliki potensi bawah laut yang masih lestari terjaga.

Di kawasan teluk Gilimanuk, juga terdapat museum satu satunya di Bali, yakni museum manusia purba. Tidak hanya Teluk Gilimanuk,  di wilayah Melaya juga ada DTW karang impian yang menawarkan keindahan pantai pesisir Dusun Sumbersari.

Memasuki wilayah Kecamatan Negara, juga memiliki sejumlah DTW yang menarik. Sebut saja Agrowisata Munduk Kendung Desa Berangbang yang menawarkan keindahan alam Jembrana dari dataran tinggi Jembrana.

Baca Juga:  Karya Eka Wiryastuti: Awal 133 Km, Lengser 160 Km Jalan Rusak Berat

Di wilayah pesisir, juga terdapat DTW seperti Pantai Baluk dan wisata kuliner Pebuahan, Desa Banyubiru.

Sedangkan di wilayah Kecamatan Jembrana, salah satu yang selama ini menjadi ikon adalah tempat penangkaran penyu yang dikelola Kelompok Pelestari Penyu Desa Perancak. Di sekitarnya juga terdapat potensi lain seperti hutan bakau yang masih lestari. 

Dengan potensi yang ada di masing-masing desa, saat ini sudah mulai ditata dan dikembangkan oleh masyarakat. Seperti sejumlah DTW lain di wilayah Kecamatan Mendoyo dan Pekutatan.

Salah satunya pantai Medewi yang menjadi ikon pariwisata di Jembrana dengan spot surfing terbaik di Bali. “Selain DTW, Jembrana memiliki atraksi seni dan budaya, seperti musik jegog dan makepung,” ungkapnya.

Dari segi akomodasi wisata, pengelola sudah memastikan sudah siap menerima wisatawan. Pihaknya juga berharap kepada pengelola DTW dan akomodasi wisata  memperkuat penerapan CHSE.

Yakni, cleanliness (kebersihan), health (kesehatan), safety (keamanan),dan environment (ramah lingkungan).

“Untuk pengendalian covid19 diminta agar melaksanakan penerapan aplikasi Peduli Lindungi seperti yang sudah disosialisasikan oleh Dinas Pariwisata bekerja sama dengan GIPI Bali,” tandasnya. 


NEGARA, Radar Bali – Setelah lama ditutup karena pandemi Covid-19, Gubernur Bali melalui surat edaran nomor 15 tahun 2021 telah membuka daya tarik wisata.

Namun dengan syarat menjalankan protokol kesehatan secara ketat, salah satunya pembatasan jumlah pengunjung 50 persen dari kapasitas dan persyaratan lain yang diatur untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Karena itu, sejumlah DTW di Jembrana mulai bersiap untuk menerima kunjungan wisatawan.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jembrana Anak Agung Ngurah Mahadikara Sadhaka mengatakan, sejumlah DTW di Jembrana, termasuk akomodasi wisata sebenarnya sudah siap menerima kunjungan wisata dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Pada prinsipnya, semua DTW dan akomodasi wisata sudah sangat siap,” ujarnya, didampingi kabid pariwisata I Komang Gede Hendra Susanta.

Menurutnya, Jembrana meskipun bukan destinasi utama wisatawan yang datang ke Bali, memiliki DTW yang terbaik dan ikonik yang tidak ada di daerah lain.

Di antaranya, Desa Wisata Ekasari yang masuk dalam 100 besar anugerah desa wisata Indonesia (ADWI) 2021 dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Selain Desa Wisata Ekasari, ada juga Desa Wisata Blimbingsari yang masuk dalam 300 besar AWDI 2021. 

Baca Juga:  Dua Desa Krisis Air Bersih, Bupati Buleleng Janjikan Subsidi Energi

Dua desa wisata yang ada di wilayah Kecamatan Melaya, ini memiliki daya tarik sebagai wisata religi dan budaya.

Selain akulturasi budaya yang menjadi salah satu daya tarik, bangunan gereja tua yang berada di dua desa wisata ini menjadi ikon desa wisata Jembrana.

“DTW yang dikelola oleh masing-masing pokdarwis, sudah sangat siap menerima kunjungan dengan menjalankan protokol kesehatan,” terangnya.

Masih di Kecamatan Melaya yang berada diujung barat Bali, selain desa wisata juga memiliki potensi wisata alam.

Di antaranya, Teluk Gilimanuk yang selama ini dikenal dengan sebutan secret bae, karena memiliki potensi bawah laut yang masih lestari terjaga.

Di kawasan teluk Gilimanuk, juga terdapat museum satu satunya di Bali, yakni museum manusia purba. Tidak hanya Teluk Gilimanuk,  di wilayah Melaya juga ada DTW karang impian yang menawarkan keindahan pantai pesisir Dusun Sumbersari.

Memasuki wilayah Kecamatan Negara, juga memiliki sejumlah DTW yang menarik. Sebut saja Agrowisata Munduk Kendung Desa Berangbang yang menawarkan keindahan alam Jembrana dari dataran tinggi Jembrana.

Baca Juga:  BPJS Ketenagakerjaan Bersama Pemkab Jembrana Serahkan Santunan

Di wilayah pesisir, juga terdapat DTW seperti Pantai Baluk dan wisata kuliner Pebuahan, Desa Banyubiru.

Sedangkan di wilayah Kecamatan Jembrana, salah satu yang selama ini menjadi ikon adalah tempat penangkaran penyu yang dikelola Kelompok Pelestari Penyu Desa Perancak. Di sekitarnya juga terdapat potensi lain seperti hutan bakau yang masih lestari. 

Dengan potensi yang ada di masing-masing desa, saat ini sudah mulai ditata dan dikembangkan oleh masyarakat. Seperti sejumlah DTW lain di wilayah Kecamatan Mendoyo dan Pekutatan.

Salah satunya pantai Medewi yang menjadi ikon pariwisata di Jembrana dengan spot surfing terbaik di Bali. “Selain DTW, Jembrana memiliki atraksi seni dan budaya, seperti musik jegog dan makepung,” ungkapnya.

Dari segi akomodasi wisata, pengelola sudah memastikan sudah siap menerima wisatawan. Pihaknya juga berharap kepada pengelola DTW dan akomodasi wisata  memperkuat penerapan CHSE.

Yakni, cleanliness (kebersihan), health (kesehatan), safety (keamanan),dan environment (ramah lingkungan).

“Untuk pengendalian covid19 diminta agar melaksanakan penerapan aplikasi Peduli Lindungi seperti yang sudah disosialisasikan oleh Dinas Pariwisata bekerja sama dengan GIPI Bali,” tandasnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/