alexametrics
25.4 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Polisi Gerebek Tajen, Ternyata Bebotoh Sudah Lebih Dulu Kabur

GIANYAR — Agenda tajen atau judi sabung ayam saat pandemi Covid-19 membandel. Polisi pun melakukan penggerebekan di salah satu arena tajen di Banjar Blangsinga, Desa Saba, Kecamatan Blahbatuh pada Selasa pagi (13/10). Sayangnya, bebotoh atau para penjudi sudah kabur lebih dulu.

Kapolsek Blahbatuh, AKP Yoga Widyatmoko menyatakan, kepolisian menerima informasi adanya judi tajen di salah satu arena di wilayah Blangsinga. Polisi berseragam sebanyak 15 personel langsung menuju lokasi arena. Namun, saat tiba di lokasi tajen, petugas hanya mendapatkan para pedagang makanan. Para bebotoh telah kabur saat didekati. 

“Kami datang, (para bebotoh, Red) lihat polisi (mereka lari) kocar-kacir,” ujar AKP Yoga, kemarin. 

Baca Juga:  Penyeberangan Gilimanuk Ramai Jelang Nataru, Patroli Laut Ditingkatkan

Polisi yang berada di lokasi kemudian meminta keterangan pengelola acara. Pihak panitia mengaku ada upacara keagamaan. Kemudian melakukan tabuh rah dengan sarana ayam jago.

“Kami baru mendapatkan informasinya tadi. Menurut penyelenggara, kegiatan itu serangkaian piodalan,” ujarnya.

Saat tabuh rah, ternyata banyak masyarakat yang hadir. Pihak kepolisian pun telah memperingati penyelenggara supaya tidak melakukan kegiatan pengumpulan orang banyak. 

“Kami telah lakukan pembubaran. Serta mengimbau agar tidak ada kegiatan apapun yang mengumpulkan banyak orang,” pintanya.

Sementara itu, Kapolsek juga mengirimkan video upaya pembubaran tajen yang berlangsung di Jaba Pura Musen Blangsinga itu. Dalam video yang dikirim via WhatsApp (WA), tampak polisi membawa pengeras suara memberikan imbauan. Pedagang makanan juga tampak menggelar dagangan di sekitar arena.

Baca Juga:  Lagi! Tak Mau Ada Klaster Baru, Polisi Bubarkan Judi Tajen di Buleleng

Namun, dalam video, situasi arena tampak lengang. Hanya tampak dalam video orang berpakaian pecalang dan orang dengan pakaian adat madya. Juga tampak sangkar ayam dan dalam video terdengar bunyi ayam berkokok.



GIANYAR — Agenda tajen atau judi sabung ayam saat pandemi Covid-19 membandel. Polisi pun melakukan penggerebekan di salah satu arena tajen di Banjar Blangsinga, Desa Saba, Kecamatan Blahbatuh pada Selasa pagi (13/10). Sayangnya, bebotoh atau para penjudi sudah kabur lebih dulu.

Kapolsek Blahbatuh, AKP Yoga Widyatmoko menyatakan, kepolisian menerima informasi adanya judi tajen di salah satu arena di wilayah Blangsinga. Polisi berseragam sebanyak 15 personel langsung menuju lokasi arena. Namun, saat tiba di lokasi tajen, petugas hanya mendapatkan para pedagang makanan. Para bebotoh telah kabur saat didekati. 

“Kami datang, (para bebotoh, Red) lihat polisi (mereka lari) kocar-kacir,” ujar AKP Yoga, kemarin. 

Baca Juga:  TERKUAK! Mayat di Pantai Penimbangan Tewas Karena Racun Sianida

Polisi yang berada di lokasi kemudian meminta keterangan pengelola acara. Pihak panitia mengaku ada upacara keagamaan. Kemudian melakukan tabuh rah dengan sarana ayam jago.

“Kami baru mendapatkan informasinya tadi. Menurut penyelenggara, kegiatan itu serangkaian piodalan,” ujarnya.

Saat tabuh rah, ternyata banyak masyarakat yang hadir. Pihak kepolisian pun telah memperingati penyelenggara supaya tidak melakukan kegiatan pengumpulan orang banyak. 

“Kami telah lakukan pembubaran. Serta mengimbau agar tidak ada kegiatan apapun yang mengumpulkan banyak orang,” pintanya.

Sementara itu, Kapolsek juga mengirimkan video upaya pembubaran tajen yang berlangsung di Jaba Pura Musen Blangsinga itu. Dalam video yang dikirim via WhatsApp (WA), tampak polisi membawa pengeras suara memberikan imbauan. Pedagang makanan juga tampak menggelar dagangan di sekitar arena.

Baca Juga:  Setelah Anjing Rabies Terkam Warga, Enam Anjing Lain Dihabisi Nyawanya

Namun, dalam video, situasi arena tampak lengang. Hanya tampak dalam video orang berpakaian pecalang dan orang dengan pakaian adat madya. Juga tampak sangkar ayam dan dalam video terdengar bunyi ayam berkokok.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/