alexametrics
25.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

Anggaran Dipangkas, Akses Wifi Gratis Terancam Berkurang

SINGARAJA– Akses wifi gratis pada tahun 2022 mendatang, terancam berkurang. Pemerintah Provinsi Bali disebut mengurangi alokasi anggaran untuk pemasangan wifi gratis. Sehingga titik pemasangan wifi terancam dikurangi.

 

Hal itu diungkap Ketua Komisi I DPRD Buleleng, I Gede Odhy Busana. Odhy mengungkapkan, selama ini pembiayaan wifi gratis berasal dari Pemprov Bali. Tepatnya lewat Bantuan Keuangan Khusus (BKK).

 

Pada tahun 2021, Pemprov Bali disebut mengalokasikan BKK sebesar Rp 1,2 miliar. Sedangkan pada tahun 2022 mendatang, alokasi BKK untuk program wifi gratis diperkirakan hanya sebesar Rp 707,2 juta saja, atau berkurang sekitar 41 persen.

“Kami sih berharap semua desa adat bisa menerima akses wifi gratis. Tapi dalam kondisi keuangan saat ini, kami sih tidak bisa berharap banyak. Apalagi program ini asalnya dari Pemprov Bali,” kata Odhy saat ditemui di Gedung DPRD Buleleng Jumat kemarin (12/11).

Baca Juga:  Covid-19, Anggaran Dipangkas, Proyek Penguatan Tebing Uluwatu Batal

 

Menurutnya akses wifi gratis masih sangat dibutuhkan masyarakat. Terutama pada masa pandemi. Akses wifi itu dimanfaatkan warga untuk mengakses pendidikan. Bahkan digunakan untuk usaha jual beli berbasis digital.

 

“Kami harap bisa dipertahankan programnya. Karena ini bagus untuk anak-anak belajar online. Ini juga bisa menggerakkan ekonomi desa secara online,” imbuhnya.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi Informasi Statistik dan Persandian (Kominfo Santi) Buleleng, Ketut Suwarmawan mengatakan, saat ini Pemprov Bali baru memberikan pagu indikatif. Artinya alokasi anggaran itu bisa berubah.

 

“Alokasi anggaran itu masih bersifat sementara. Masih pembahasan di provinsi. Ada peluang akan bertambah anggarannya. Kami sedang berusaha memperjuangkan agar mendapat anggaran yang lebih besar dari provinsi untuk program wifi gratis ini,” kata Suwarmawan.

Baca Juga:  8 Pejabat Dispar TSK, Sekkab Suyasa: Kami Sudah Ingatkan Mereka

 

Apabila anggaran dikurangi, pihaknya harus menyiapkan langkah alternatif. Di antaranya mengurangi akses kecepatan internet dari 20 Mbps menjadi 5 Mbps hingga 10 Mbps saja. Selain itu titik pemasangan wifi juga terpaksa dikurangi.

 

“Kami akan kaji titik mana yang bisa dikurangi. Tentu dengan memperhitungkan efektifitasnya. Tapi saat ini kami berusaha memperjuangkan tambahan anggaran, sehingga tidak perlu mengurangi kecepatan maupun mengurangi titik pemasangan,” ujarnya.

 

Sekadar diketahui, tahun ini Buleleng mendapat jatah 215 titik akses wifi gratis dari Pemprov Bali. Akses itu diperuntukkan bagi 169 titik balai desa adat, 20 titik puskesmas, dan 26 titik destinasi wisata. Dari 215 titik yang tersedia, sebanyak 70 titik diantaranya belum dapat dipasang karena terkendala masalah geografis.


SINGARAJA– Akses wifi gratis pada tahun 2022 mendatang, terancam berkurang. Pemerintah Provinsi Bali disebut mengurangi alokasi anggaran untuk pemasangan wifi gratis. Sehingga titik pemasangan wifi terancam dikurangi.

 

Hal itu diungkap Ketua Komisi I DPRD Buleleng, I Gede Odhy Busana. Odhy mengungkapkan, selama ini pembiayaan wifi gratis berasal dari Pemprov Bali. Tepatnya lewat Bantuan Keuangan Khusus (BKK).

 

Pada tahun 2021, Pemprov Bali disebut mengalokasikan BKK sebesar Rp 1,2 miliar. Sedangkan pada tahun 2022 mendatang, alokasi BKK untuk program wifi gratis diperkirakan hanya sebesar Rp 707,2 juta saja, atau berkurang sekitar 41 persen.

“Kami sih berharap semua desa adat bisa menerima akses wifi gratis. Tapi dalam kondisi keuangan saat ini, kami sih tidak bisa berharap banyak. Apalagi program ini asalnya dari Pemprov Bali,” kata Odhy saat ditemui di Gedung DPRD Buleleng Jumat kemarin (12/11).

Baca Juga:  Astungkara! Pemprov Segera Pasang Wifi Gratis di 1.490 Desa Pakraman

 

Menurutnya akses wifi gratis masih sangat dibutuhkan masyarakat. Terutama pada masa pandemi. Akses wifi itu dimanfaatkan warga untuk mengakses pendidikan. Bahkan digunakan untuk usaha jual beli berbasis digital.

 

“Kami harap bisa dipertahankan programnya. Karena ini bagus untuk anak-anak belajar online. Ini juga bisa menggerakkan ekonomi desa secara online,” imbuhnya.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi Informasi Statistik dan Persandian (Kominfo Santi) Buleleng, Ketut Suwarmawan mengatakan, saat ini Pemprov Bali baru memberikan pagu indikatif. Artinya alokasi anggaran itu bisa berubah.

 

“Alokasi anggaran itu masih bersifat sementara. Masih pembahasan di provinsi. Ada peluang akan bertambah anggarannya. Kami sedang berusaha memperjuangkan agar mendapat anggaran yang lebih besar dari provinsi untuk program wifi gratis ini,” kata Suwarmawan.

Baca Juga:  Suara Melonjak, Isi Kursi Wakil Ketua DPRD, Nasdem Mulai Siapkan Kader

 

Apabila anggaran dikurangi, pihaknya harus menyiapkan langkah alternatif. Di antaranya mengurangi akses kecepatan internet dari 20 Mbps menjadi 5 Mbps hingga 10 Mbps saja. Selain itu titik pemasangan wifi juga terpaksa dikurangi.

 

“Kami akan kaji titik mana yang bisa dikurangi. Tentu dengan memperhitungkan efektifitasnya. Tapi saat ini kami berusaha memperjuangkan tambahan anggaran, sehingga tidak perlu mengurangi kecepatan maupun mengurangi titik pemasangan,” ujarnya.

 

Sekadar diketahui, tahun ini Buleleng mendapat jatah 215 titik akses wifi gratis dari Pemprov Bali. Akses itu diperuntukkan bagi 169 titik balai desa adat, 20 titik puskesmas, dan 26 titik destinasi wisata. Dari 215 titik yang tersedia, sebanyak 70 titik diantaranya belum dapat dipasang karena terkendala masalah geografis.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/