alexametrics
24.8 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

Truk Bermuatan Besi 45 Ton Terperosok di Jalan Tanjakan

 

TABANAN– Sebuah truk bermuatan besi beton seberat 45 ton melintang di Jalan Nasional Gilimanuk-Denpasar. Truk trailer bernopol T 9331 DG diduga mengalami out of control setelah tak kuat menanjak. Kejadainnya pada Jumat dini hari (12/11).

 

Tak hanya bak truk trailer yang melintang di tengah jalan, namun muata besi pun jatuh berhamburan ke jalan. Atas kejadian ini, Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk begitu pula sebaliknya mengalami kemacetan panjang. Beruntung sopir truk Atep, 31, asal Cianjur, Jawa Barat selamat dari kejadian tersebut.

 

Dari informasi yang diperoleh truk trailer yang dikendarai Atep mengalami kecelakaan bermula dari truk melaju dari arah Barat (Gilimanuk) menuju Timur (arah Denpasar) dengan kondisi jalan licin.

 

- Advertisement -

Sekitar pukul 02.30 dini hari, saat kendaraan truk bermuatan besi beton seberat 45 ton hendak melintasi di jalan tanjakan Samsam di Kecamatan Kerambitan, sopir truk lupa over persneling. Tak sampai disitu, mendadak selang angin kendaraan jebol yang mengakibatkan rem truk tak berfungsi.

Baca Juga:  Anggaran Terbatas, Baru Belasan Km Jalan Rusak di Klungkung Ditangani

 

Saat berada di jalan tanjakan, truk tak kuat sehingga truk mundur dan terperosok ke luar jalan sebelah kiri jalan.

 

Badan truk juga melintang di tengah jalan termasuk muatan berupa besi beton jatuh ke jalan.

 

Kapolsek Kerambitan Kompol Bambang Gede Artha saat dikonfirmasi mengatakan, pihak kepolisian langsung terjun ke TKP untuk melakukan penanganan. Pasalnya, kecelakaan tunggal yang dialami truk trailer tersebut membuat kemacetan pada Jalur Gilimanuk Denpasar.

“Proses evakuasi truk cukup susah, selain faktor hujan juga medan jalan yang cukup sulit. Proses evakuasi cukup memakan waktu ini yang membuat kemacetan,” kata Kompol Bambang.

 

Setidaknya sejak pukul 03.00 Wita tersebut, arus lalu lintas dilakukan buka tutup dua arah. Artinya arus lalu lintas sempat tersendat. Bahkan untuk evakuasi pihak kepolisian juga meminta bantuan derek untuk melakukan penanganan.

Baca Juga:  Duh, Remaja Putri Pengendara Scoopy Jadi Korban Tabrak Lari

 

“Setidaknya sekitar 7,5 jam proses evakuasi tersebut dilakukan agar bisa lalu lintas kembali normal. Sekitar pukul 10.30 Wita baru kondisi jalan normal kembali.  Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini,” terangnya.

 

Bambang menyebut truk trailer yang terperosok disebabkan karena sopir truk lambat over persneling saat berada di tanjakan.

 

“Selain itu beban muatan truk melebihi kapasitas muatan juga pemicu truk tak kuat menanjak,” pungkasnya.

- Advertisement -

 

TABANAN– Sebuah truk bermuatan besi beton seberat 45 ton melintang di Jalan Nasional Gilimanuk-Denpasar. Truk trailer bernopol T 9331 DG diduga mengalami out of control setelah tak kuat menanjak. Kejadainnya pada Jumat dini hari (12/11).

 

Tak hanya bak truk trailer yang melintang di tengah jalan, namun muata besi pun jatuh berhamburan ke jalan. Atas kejadian ini, Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk begitu pula sebaliknya mengalami kemacetan panjang. Beruntung sopir truk Atep, 31, asal Cianjur, Jawa Barat selamat dari kejadian tersebut.

 

Dari informasi yang diperoleh truk trailer yang dikendarai Atep mengalami kecelakaan bermula dari truk melaju dari arah Barat (Gilimanuk) menuju Timur (arah Denpasar) dengan kondisi jalan licin.

 

Sekitar pukul 02.30 dini hari, saat kendaraan truk bermuatan besi beton seberat 45 ton hendak melintasi di jalan tanjakan Samsam di Kecamatan Kerambitan, sopir truk lupa over persneling. Tak sampai disitu, mendadak selang angin kendaraan jebol yang mengakibatkan rem truk tak berfungsi.

Baca Juga:  Aktivitas di Terminal Mengwi Mulai Ramai, Petugas Gencarkan Patroli

 

Saat berada di jalan tanjakan, truk tak kuat sehingga truk mundur dan terperosok ke luar jalan sebelah kiri jalan.

 

Badan truk juga melintang di tengah jalan termasuk muatan berupa besi beton jatuh ke jalan.

 

Kapolsek Kerambitan Kompol Bambang Gede Artha saat dikonfirmasi mengatakan, pihak kepolisian langsung terjun ke TKP untuk melakukan penanganan. Pasalnya, kecelakaan tunggal yang dialami truk trailer tersebut membuat kemacetan pada Jalur Gilimanuk Denpasar.

“Proses evakuasi truk cukup susah, selain faktor hujan juga medan jalan yang cukup sulit. Proses evakuasi cukup memakan waktu ini yang membuat kemacetan,” kata Kompol Bambang.

 

Setidaknya sejak pukul 03.00 Wita tersebut, arus lalu lintas dilakukan buka tutup dua arah. Artinya arus lalu lintas sempat tersendat. Bahkan untuk evakuasi pihak kepolisian juga meminta bantuan derek untuk melakukan penanganan.

Baca Juga:  Pihak Desa Adat Berencana Gelar Upacara di TKP Pembunuhan Dokter Hewan

 

“Setidaknya sekitar 7,5 jam proses evakuasi tersebut dilakukan agar bisa lalu lintas kembali normal. Sekitar pukul 10.30 Wita baru kondisi jalan normal kembali.  Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini,” terangnya.

 

Bambang menyebut truk trailer yang terperosok disebabkan karena sopir truk lambat over persneling saat berada di tanjakan.

 

“Selain itu beban muatan truk melebihi kapasitas muatan juga pemicu truk tak kuat menanjak,” pungkasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/