alexametrics
27.6 C
Denpasar
Thursday, August 18, 2022

50 Anak Muda dan 11 Tempat Usaha di Tabanan Abai Prokes Kena Razia

TABANAN – Sudah sepekan PPKM Level 3 diberlakukan Tim gabungan dari unsur Kodim Tabanan, Polres Tabanan dan Satpol PP Tabanan terus gencar melaksanakan sidak penerapan protokol kesehatan.

Saat operasi yustisi gabungan dilakukan Sabtu malam (13/2) yang dipimpin langsung Kapolres Tabanan AKBP Ranefli Dian Candra dengan menyasar lokasi-lokasi pusat keramaian dan tempat tongkrongan anak muda. Seperti pasar senggol di Jalan Gajah Mada, Taman Kota, Gedung I Ketut Mario, Kedai Kopi Tangkil, Kedai Mahoni, Kedai Free Ride, Sugesti Kopi dan lokasi kedai kopi lainnya.

Ternyata petugas masih banyak menemukan warga khususnya kalangan anak muda yang abai prokes. Total ada sebanyak 50 anak muda terjaring sidak tersebut. Karena melanggar tidak memakai masker dan menggunakan masker dengan benar dan baik.

Baca Juga:  Banyak Penjual Takjil Masih Gunakan Plastik, Ini Kata Pejabat Pemkot

Sayangnya puluhan anak muda yang terjaring razia tersebut, mereka tidak diberikan sanksi tegas. Hanya sebatas diberikan peringatan keras saja.

Kapolres Tabanan AKBP Ranefli Dian Candra mengatakan puluhan anak muda yang terjaring razia masker tersebut menandakan bahwa tingkat kepatuhan masyarakat terhadap prokes masih menurun. Di tengah kondisi belum terkendalinya kasus Covid-19.

“Artinya apa, ini mengindikasikan kesadaran warga memakai masker masih rendah. Jadi perlu kami sosialisasi dan edukasi rutin. Bahkan kami juga temukan warga masih berkerumun,” ungkapnya, Minggu (13/2).   

Kapolres Tabanan juga mengaku saat penindakan penertiban masker PPKM level 3 Sabtu malam Minggu.

Dari 50 pelanggar terjaring sidak yang dimintai keterangan mengapa tidak memakai masker. Kemudian ada bawa masker, namun tak digunakan. Mereka berdalih berbagai alasan. Mulai dari lupa, karena sudah divaksin hingga alasan buru-buru.

Baca Juga:  Langgar Prokes di Bali, Tiga Warga Negara Asing Diusir dari Bali

“Meski demikian mereka tidak kami berikan sanksi tegas, namun diberikan pembinaan. Bila dikemudian hari ditemukan kembali tidak gunakan masker, maka tegas sanksi kami berikan berupa denda sesuai aturan Perda yang berlaku,” jelasnya.

Di sisi lain dikatakan AKBP Ranefli Dian Candra, ada sekitar 11 pelaku usaha diberikan peringatan keras khusus kedai kopi.

“Mereka sudah kami ingat agar selalu mengatur jarak duduk pengunjung dengan kapasitas yang ditentukan dan setiap pelanggan wajib memakai masker,” tandasnya.



TABANAN – Sudah sepekan PPKM Level 3 diberlakukan Tim gabungan dari unsur Kodim Tabanan, Polres Tabanan dan Satpol PP Tabanan terus gencar melaksanakan sidak penerapan protokol kesehatan.

Saat operasi yustisi gabungan dilakukan Sabtu malam (13/2) yang dipimpin langsung Kapolres Tabanan AKBP Ranefli Dian Candra dengan menyasar lokasi-lokasi pusat keramaian dan tempat tongkrongan anak muda. Seperti pasar senggol di Jalan Gajah Mada, Taman Kota, Gedung I Ketut Mario, Kedai Kopi Tangkil, Kedai Mahoni, Kedai Free Ride, Sugesti Kopi dan lokasi kedai kopi lainnya.

Ternyata petugas masih banyak menemukan warga khususnya kalangan anak muda yang abai prokes. Total ada sebanyak 50 anak muda terjaring sidak tersebut. Karena melanggar tidak memakai masker dan menggunakan masker dengan benar dan baik.

Baca Juga:  Lagi, Puluhan Warga Kota Denpasar Terjaring karena Langgar Prokes

Sayangnya puluhan anak muda yang terjaring razia tersebut, mereka tidak diberikan sanksi tegas. Hanya sebatas diberikan peringatan keras saja.

Kapolres Tabanan AKBP Ranefli Dian Candra mengatakan puluhan anak muda yang terjaring razia masker tersebut menandakan bahwa tingkat kepatuhan masyarakat terhadap prokes masih menurun. Di tengah kondisi belum terkendalinya kasus Covid-19.

“Artinya apa, ini mengindikasikan kesadaran warga memakai masker masih rendah. Jadi perlu kami sosialisasi dan edukasi rutin. Bahkan kami juga temukan warga masih berkerumun,” ungkapnya, Minggu (13/2).   

Kapolres Tabanan juga mengaku saat penindakan penertiban masker PPKM level 3 Sabtu malam Minggu.

Dari 50 pelanggar terjaring sidak yang dimintai keterangan mengapa tidak memakai masker. Kemudian ada bawa masker, namun tak digunakan. Mereka berdalih berbagai alasan. Mulai dari lupa, karena sudah divaksin hingga alasan buru-buru.

Baca Juga:  Ribuan Orang Padati Lomba Burung, Langgar Prokes, Faktanya Mengejutkan

“Meski demikian mereka tidak kami berikan sanksi tegas, namun diberikan pembinaan. Bila dikemudian hari ditemukan kembali tidak gunakan masker, maka tegas sanksi kami berikan berupa denda sesuai aturan Perda yang berlaku,” jelasnya.

Di sisi lain dikatakan AKBP Ranefli Dian Candra, ada sekitar 11 pelaku usaha diberikan peringatan keras khusus kedai kopi.

“Mereka sudah kami ingat agar selalu mengatur jarak duduk pengunjung dengan kapasitas yang ditentukan dan setiap pelanggan wajib memakai masker,” tandasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/