alexametrics
26.8 C
Denpasar
Saturday, July 2, 2022

Warga Semarapura Klod Kangin Keluhkan Bau Busuk Air Got Saat Hujan

SEMARAPURA – Warga di Jalan Arjuna Gang III, Lingkungan Mergan, Kelurahan Semarapura Klod Kangin, Klungkung mengeluhkan bau busuk dari air parit yang meluap saat hujan datang. Mereka pun meminta segera ada perbaikan parit dan jalan tersebut.

 

Kejelasan status jalan hingga saat ini masih menjadi persoalan Pemkab Klungkung dalam menangani jalan rusak di Kabupaten Klungkung. Seperti yang dialami sejumlah warga yang memanfaatkan Jalan Arjuna Gang III, Lingkungan Mergan, Kelurahan Semarapura Klod Kangin, Klungkung untuk pelintasan menuju kediaman mereka.

 

Meski sudah dua tahun bolak-balik ke sejumlah instansi Pemkab Klungkung demi perbaikan gang tersebut, namun hingga saat ini belum ada kepastian perbaikan.

 

Koordinator warga, Nengah Suwitra bersama sejumlah warga saat ditemui di Jalan Arjuna Gang III, Minggu (13/2) menjelaskan, perbaikan jalan beserta parit diharapkan dilakukan pada Jalan Arjuna Gang III lantaran kondisi jalan dan parit yang rusak sudah sangat mengganggu.

 

Terutamanya saat hujan turun, di mana jalan itu akan dialiri air cukup besar dengan bau busuk yang mengganggu. Bau yang muncul kian menyengat ketika air yang menggenang terkena terik matahari.

 

“Sama dengan kondisi jalan, parit juga dalam kondisi rusak. Ketika hujan datang, air akan meluap bersama limbah pembuangan,” katanya.

 

Itu sebabnya sejak dua tahun terakhir ini, dia berusaha agar jalan dengan panjang sekitar 50 meter itu segera dapat diperbaiki. Hanya saja, meski kerap bolak-balik sejumlah kantor instansi Pemkab Klungkung seperti kelurahan, kantor camat hingga Dinas PUPRKP, namun hingga saat ini belum ada kejelasan kapan jalan tersebut akan diperbaiki.

 

“Kami sudah ajukan permohonan, baik secara lisan maupun tertulis atau resmi. Namun sampai saat ini belum ada kejelasan,” jelasnya.

 

Besar harapannya jalan yang dimanfaatkan sekitar 15 KK itu segera ditangani. Dan menurutnya sebuah pemandangan sangat kontras ketika jalan dan parit dalam kondisi rusak berada di kawasan perkotaan yang notabene menjadi perwajahan Kota Semarapura.

 

Sementara tokoh Kelurahan Semarapura Klod Kangin Komang Suantara yang juga anggota DPRD Klungkung sangat menyayangkan hal tersebut. Menurutnya seharusnya pihak kelurahan memberikan penjelasan terkait kendala apa yang dihadapi dan turut mencari solusi sehingga aspirasi warga bisa terealisasi.

 

“Semestinya dari pihak kelurahan turun langsung ke lapangan, menjelaskan kepada warga kendalanya di mana,” jelas Suantara.

 

Sementara itu, Lurah Semarapura Klod Kangin Made Ermika mengungkapkan, gang tersebut selama ini belum diperbaiki lantaran status lahannya yang belum jelas. Sebab berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak Dinas PUPRKP Klungkung, salah satu syarat jalan dapat diperbaiki dengan dana pemerintah bila aset tersebut dicatatkan di kelurahan. Untuk itu, pihaknya tengah berkoordinasi ke bagian aset terkait hal itu.

 

“Kami berharap masyarakat bisa bersabar dulu. Kami masih koordinasi ke bagian aset. Siapa tahu tanah itu ada hak milik orang lain. Biar kami tidak salah dalam mengusulkannya. Kebetulan juga sejak tahun 2021 dan tahun ini kami tidak mendapatkan DAU (dana alokasi umum),” jelas Ermika.



SEMARAPURA – Warga di Jalan Arjuna Gang III, Lingkungan Mergan, Kelurahan Semarapura Klod Kangin, Klungkung mengeluhkan bau busuk dari air parit yang meluap saat hujan datang. Mereka pun meminta segera ada perbaikan parit dan jalan tersebut.

 

Kejelasan status jalan hingga saat ini masih menjadi persoalan Pemkab Klungkung dalam menangani jalan rusak di Kabupaten Klungkung. Seperti yang dialami sejumlah warga yang memanfaatkan Jalan Arjuna Gang III, Lingkungan Mergan, Kelurahan Semarapura Klod Kangin, Klungkung untuk pelintasan menuju kediaman mereka.

 

Meski sudah dua tahun bolak-balik ke sejumlah instansi Pemkab Klungkung demi perbaikan gang tersebut, namun hingga saat ini belum ada kepastian perbaikan.

 

Koordinator warga, Nengah Suwitra bersama sejumlah warga saat ditemui di Jalan Arjuna Gang III, Minggu (13/2) menjelaskan, perbaikan jalan beserta parit diharapkan dilakukan pada Jalan Arjuna Gang III lantaran kondisi jalan dan parit yang rusak sudah sangat mengganggu.

 

Terutamanya saat hujan turun, di mana jalan itu akan dialiri air cukup besar dengan bau busuk yang mengganggu. Bau yang muncul kian menyengat ketika air yang menggenang terkena terik matahari.

 

“Sama dengan kondisi jalan, parit juga dalam kondisi rusak. Ketika hujan datang, air akan meluap bersama limbah pembuangan,” katanya.

 

Itu sebabnya sejak dua tahun terakhir ini, dia berusaha agar jalan dengan panjang sekitar 50 meter itu segera dapat diperbaiki. Hanya saja, meski kerap bolak-balik sejumlah kantor instansi Pemkab Klungkung seperti kelurahan, kantor camat hingga Dinas PUPRKP, namun hingga saat ini belum ada kejelasan kapan jalan tersebut akan diperbaiki.

 

“Kami sudah ajukan permohonan, baik secara lisan maupun tertulis atau resmi. Namun sampai saat ini belum ada kejelasan,” jelasnya.

 

Besar harapannya jalan yang dimanfaatkan sekitar 15 KK itu segera ditangani. Dan menurutnya sebuah pemandangan sangat kontras ketika jalan dan parit dalam kondisi rusak berada di kawasan perkotaan yang notabene menjadi perwajahan Kota Semarapura.

 

Sementara tokoh Kelurahan Semarapura Klod Kangin Komang Suantara yang juga anggota DPRD Klungkung sangat menyayangkan hal tersebut. Menurutnya seharusnya pihak kelurahan memberikan penjelasan terkait kendala apa yang dihadapi dan turut mencari solusi sehingga aspirasi warga bisa terealisasi.

 

“Semestinya dari pihak kelurahan turun langsung ke lapangan, menjelaskan kepada warga kendalanya di mana,” jelas Suantara.

 

Sementara itu, Lurah Semarapura Klod Kangin Made Ermika mengungkapkan, gang tersebut selama ini belum diperbaiki lantaran status lahannya yang belum jelas. Sebab berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak Dinas PUPRKP Klungkung, salah satu syarat jalan dapat diperbaiki dengan dana pemerintah bila aset tersebut dicatatkan di kelurahan. Untuk itu, pihaknya tengah berkoordinasi ke bagian aset terkait hal itu.

 

“Kami berharap masyarakat bisa bersabar dulu. Kami masih koordinasi ke bagian aset. Siapa tahu tanah itu ada hak milik orang lain. Biar kami tidak salah dalam mengusulkannya. Kebetulan juga sejak tahun 2021 dan tahun ini kami tidak mendapatkan DAU (dana alokasi umum),” jelas Ermika.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/