alexametrics
25.3 C
Denpasar
Friday, August 12, 2022

Pasien Suspect Corona di Jembrana Membaik, Dokter Ambil Sampel PDP

NEGARA – Pasien dalam pengawasan (PDP) yang dicurigai Covid-19 kondisinya mulai membaik. Namun, petugas dari tim gerak cepat

Dinas Kesehatan Provinsi Bali tetap mengambil sampel dari pasien untuk diperiksa di laboratorium Jakarta untuk memastikan penyakit yang diderita.

Selama menunggu hasil laboratorium, pasien tetap mendapat perawatan di ruang isolasi RSU Negara.

Kepala Bidang Pelayanan Medik dan Kendali Mutu RSU Negara I Gede Ambara Putra mengatakan, berdasar standar operasional prosedur yang baru, 

pasien dalam pengawasan karena dicurigai terjangkit Covid-19 harus tetap dalam ruang isolasi sebelum hasil pemeriksaan laboratorium keluar.

“Pasien tetap dirawat di sini (RSU Negara), tidak perlu dirujuk ke rumah sakit rujukan yang ditunjuk,” tegasnya.

Selama proses pengecekan sampel belum keluar, harus tetap berada di ruang isolasi. Meskipun kondisi pasien sudah membaik, keluhan sakit seperti sebelumnya sudah tidak ada. 

Pengobatan terhadap pasien saat ini sudah bisa dilakukan dengan perawatan obat minum. Pengobatan injeksi seperti sebelumnya sudah tidak diberikan. 

Hasil pemeriksaan terakhir sebelum sampel diambil, suhu tubuh pasien 36,8 derajat celcius, tekanan darah normal 120/80 dan dari pemeriksaan infeksi paru-paru sudah normal.

Baca Juga:  Ini Wujud Toleransi di Bali, Pecalang Pun Ikut Amankan Arus Mudik

“Pasien sudah stabil, tidak ada sesak, tidak ada demam dan batuk sudah jarang-jarang. Untuk saat ini pasien makan dan minumnya sudah baik.

Jadi, hanya mengikuti prosedur isolasi saja sampai hasil keluar, negatif atau positif,” kata dokter spesialis penyakit dalam RSU Negara Narakusuma Wirawan.

Dokter mengambil sampel hapusan tenggorokan, hidung, darah dan serum. Sampel itu kemudian dibawa petugas tim gerak cepat Dinas Kesehatan Provinsi Bali.

Selanjutnya dikirimkan ke bagian penelitian dan pengembangan alias Litbang kesehatan Jakarta. “Hasilnya kira-kira 3- 5 hari,” tegasnya.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Jembrana sudah melakukan tindakan pemantauan terhadap orang-orang yang melakukan kontak erat dengan pasien perempuan 62 tahun tersebut.

Penyemprotan desinfektan juga dilakukan untuk mengantisipasi penularan jika nantinya hasil pemeriksaan positif virus Covid-19.

“Kalau hasilnya positif, orang yang kontak erat harus isolasi juga. Tapi kalau negatif bisa keluar dari ruang isolasi,” tandasnya.

Terkait dengan antisipasi wabah virus yang mendunia ini, dinas kesehatan juga memantau warga yang pulang dari luar negeri, terutama dari negara terjangkit virus corona. 

Baca Juga:  Tutup Objek Wisata, Pakan Monyet di Sangeh Ditanggung Pengelola

Setiap orang yang datang dari luar Negeri di bandara sudah melalui pemeriksaan, jika ada orang yang memerlukan pemantauan pasti ditindaklanjuti dengan pemantauan dari dinas kesehatan kabupaten.

Namun, apabila orang yang baru datang dari luar negeri tersebut mengalami pilek batuk, akan dilakukan pemantauan.

Tapi, tetap mengimbau warga segera periksakan diri ke dokter terdekat jika mengalami batuk, pilek dan demam.

“Kalau normal saat diperiksa thermal scanner tidak dilakukan pemantauan tidak dipantau,” Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Jembrana I Gusti Agung Putu Arisantha.

Sebelumnya diberitakan, satu orang warga Jembrana mendapat perawatan di ruang isolasi RSU Negara karena dicurigai tertular virus corona, Rabu (11/3) malam.

Pasien perempuan 62 tahun tersebut menjadi pasien kategori pasien dalam pengawasan (PDP) karena mengalai sakit batuk, sesak nafas dan demam.

Disamping itu, pasien memiliki riwayat perjalanan ke negara yang terjangkit virus. 



NEGARA – Pasien dalam pengawasan (PDP) yang dicurigai Covid-19 kondisinya mulai membaik. Namun, petugas dari tim gerak cepat

Dinas Kesehatan Provinsi Bali tetap mengambil sampel dari pasien untuk diperiksa di laboratorium Jakarta untuk memastikan penyakit yang diderita.

Selama menunggu hasil laboratorium, pasien tetap mendapat perawatan di ruang isolasi RSU Negara.

Kepala Bidang Pelayanan Medik dan Kendali Mutu RSU Negara I Gede Ambara Putra mengatakan, berdasar standar operasional prosedur yang baru, 

pasien dalam pengawasan karena dicurigai terjangkit Covid-19 harus tetap dalam ruang isolasi sebelum hasil pemeriksaan laboratorium keluar.

“Pasien tetap dirawat di sini (RSU Negara), tidak perlu dirujuk ke rumah sakit rujukan yang ditunjuk,” tegasnya.

Selama proses pengecekan sampel belum keluar, harus tetap berada di ruang isolasi. Meskipun kondisi pasien sudah membaik, keluhan sakit seperti sebelumnya sudah tidak ada. 

Pengobatan terhadap pasien saat ini sudah bisa dilakukan dengan perawatan obat minum. Pengobatan injeksi seperti sebelumnya sudah tidak diberikan. 

Hasil pemeriksaan terakhir sebelum sampel diambil, suhu tubuh pasien 36,8 derajat celcius, tekanan darah normal 120/80 dan dari pemeriksaan infeksi paru-paru sudah normal.

Baca Juga:  Gencar Cegah Covid-19, PN Denpasar Fokus Tingkatkan Pelayanan

“Pasien sudah stabil, tidak ada sesak, tidak ada demam dan batuk sudah jarang-jarang. Untuk saat ini pasien makan dan minumnya sudah baik.

Jadi, hanya mengikuti prosedur isolasi saja sampai hasil keluar, negatif atau positif,” kata dokter spesialis penyakit dalam RSU Negara Narakusuma Wirawan.

Dokter mengambil sampel hapusan tenggorokan, hidung, darah dan serum. Sampel itu kemudian dibawa petugas tim gerak cepat Dinas Kesehatan Provinsi Bali.

Selanjutnya dikirimkan ke bagian penelitian dan pengembangan alias Litbang kesehatan Jakarta. “Hasilnya kira-kira 3- 5 hari,” tegasnya.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Jembrana sudah melakukan tindakan pemantauan terhadap orang-orang yang melakukan kontak erat dengan pasien perempuan 62 tahun tersebut.

Penyemprotan desinfektan juga dilakukan untuk mengantisipasi penularan jika nantinya hasil pemeriksaan positif virus Covid-19.

“Kalau hasilnya positif, orang yang kontak erat harus isolasi juga. Tapi kalau negatif bisa keluar dari ruang isolasi,” tandasnya.

Terkait dengan antisipasi wabah virus yang mendunia ini, dinas kesehatan juga memantau warga yang pulang dari luar negeri, terutama dari negara terjangkit virus corona. 

Baca Juga:  DUH! Mendadak Pingsan Dikira Tewas, Diteriaki Covid, Warga Ketakutan

Setiap orang yang datang dari luar Negeri di bandara sudah melalui pemeriksaan, jika ada orang yang memerlukan pemantauan pasti ditindaklanjuti dengan pemantauan dari dinas kesehatan kabupaten.

Namun, apabila orang yang baru datang dari luar negeri tersebut mengalami pilek batuk, akan dilakukan pemantauan.

Tapi, tetap mengimbau warga segera periksakan diri ke dokter terdekat jika mengalami batuk, pilek dan demam.

“Kalau normal saat diperiksa thermal scanner tidak dilakukan pemantauan tidak dipantau,” Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Jembrana I Gusti Agung Putu Arisantha.

Sebelumnya diberitakan, satu orang warga Jembrana mendapat perawatan di ruang isolasi RSU Negara karena dicurigai tertular virus corona, Rabu (11/3) malam.

Pasien perempuan 62 tahun tersebut menjadi pasien kategori pasien dalam pengawasan (PDP) karena mengalai sakit batuk, sesak nafas dan demam.

Disamping itu, pasien memiliki riwayat perjalanan ke negara yang terjangkit virus. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/