alexametrics
27.6 C
Denpasar
Thursday, August 18, 2022

Ratusan Pahlawan Devisa Asal Bali Pulkam, Pemerintah Siapkan Skenario

NEGARA-Ratusan pahlawan devisa asal Kabupaten Jembrana, Bali diperkirakan akan pulang ke kampung halamanya.

Ratusan pekerja migran Indonesia (PMI) yang pulang kampung (pulkam), ini meliputi pekerja kapal pesiar dan peserta program magang di Jepang.

Diperkirakan para PMI ini pulang ke kampung halamannya lebih cepat menyusul adanya pandemi Covid-19 (Corona) yang mewabah di hampir banyak negara di dunia.

Bahkan jika tidak ada halangan, mereka akan tiba di kampung halamannya pada Mei 2020 mendatang.

Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Satu Pintu dan Tenaga Kerja Jembrana, I Komang Suparta, Selasa (14/4) menyebutkan, berdasarkan data dari sistem komputerisasi tenaga kerja luar negeri (SISKOKTLN) tahun 2019, sebanyak 602 orang warga Jembrana menjadi PMI dengan mayoritas pekerja kapal pesiar.

Dari 22 maret hingga 11 April lalu, sudah ada 284 orang yang pulang ke Jembrana.

Baca Juga:  Tiga Pejabat di Wilayah Hukum Polres Bangli Resmi Digeser

Namun diperkirakan masih ada PMI yang belum terdata, karena ada tenaga kerja yang diberangkatkan oleh manning agency dan tidak tercatat dalam Siskoktln.

“Masih dilakukan penelusuran dan pendataan lagi untuk mengantisipasi PMI yang tidak tercatat,” jelasnya.

Selain PMI, masih ada 80 orang asal Jembrana mengikuti program magang di Jepang. Karena dampak pandemi Covid-19, pemagang asal Jembrana ini akan dipulangkan.

Paling awal dipulangkan 21 Mei mendatang, sisanya akan dipulangkan sesuai masa kontrak magang berakhir hingga akhir tahun ini.

Sementara itu, terkait rencana pemulangan PMI asal Jembrana dan upaya mencegah penularan virus Corona, Pemerintah kabupaten (Pemkab) Jembrana telah menyiapkan scenario.

 Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan mengatakan, PMI asal Jembrana yang pulang saat tiba di bandara akan dilakukan rapid test.

Baca Juga:  Biaya Tes Swab di Bali Masih Dibanderol Rp 1,7 Juta

Jika positif, maka lanjutnya, para PMI akan ditindaklanjuti Gugus tugas Provinsi Bali dengan dirujuk ke rumah sakit rujukan yang sudah ditentukan.

Sedangkan bagi PMI yang hasilnya negatif, akan dijemput di bandara dengan bus dari pemerintah kabupaten.

Selanjutnya, para PMI ini akan diantar ke rumah masing-masing untuk isolasi mandiri selama 14 hari.

“Meski negatif hasil rapid test-nya, harus isolasi mandiri,” tegasnya.

Gugus tugas Jembrana memutuskan tetap isolasi di rumah masing-masing dengan pemantauan dari satgas gotong royong di desa dan tim surveilans yang dibentuk satgas di masing-masing desa.

PMI tersebut juga akan dilakukan rapid test ulang setelah 10 hari dari rapid test pertama.

 



NEGARA-Ratusan pahlawan devisa asal Kabupaten Jembrana, Bali diperkirakan akan pulang ke kampung halamanya.

Ratusan pekerja migran Indonesia (PMI) yang pulang kampung (pulkam), ini meliputi pekerja kapal pesiar dan peserta program magang di Jepang.

Diperkirakan para PMI ini pulang ke kampung halamannya lebih cepat menyusul adanya pandemi Covid-19 (Corona) yang mewabah di hampir banyak negara di dunia.

Bahkan jika tidak ada halangan, mereka akan tiba di kampung halamannya pada Mei 2020 mendatang.

Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Satu Pintu dan Tenaga Kerja Jembrana, I Komang Suparta, Selasa (14/4) menyebutkan, berdasarkan data dari sistem komputerisasi tenaga kerja luar negeri (SISKOKTLN) tahun 2019, sebanyak 602 orang warga Jembrana menjadi PMI dengan mayoritas pekerja kapal pesiar.

Dari 22 maret hingga 11 April lalu, sudah ada 284 orang yang pulang ke Jembrana.

Baca Juga:  Wabah Demam Berdarah Mulai Mengancam Buleleng, Tertinggi di Desa Panji

Namun diperkirakan masih ada PMI yang belum terdata, karena ada tenaga kerja yang diberangkatkan oleh manning agency dan tidak tercatat dalam Siskoktln.

“Masih dilakukan penelusuran dan pendataan lagi untuk mengantisipasi PMI yang tidak tercatat,” jelasnya.

Selain PMI, masih ada 80 orang asal Jembrana mengikuti program magang di Jepang. Karena dampak pandemi Covid-19, pemagang asal Jembrana ini akan dipulangkan.

Paling awal dipulangkan 21 Mei mendatang, sisanya akan dipulangkan sesuai masa kontrak magang berakhir hingga akhir tahun ini.

Sementara itu, terkait rencana pemulangan PMI asal Jembrana dan upaya mencegah penularan virus Corona, Pemerintah kabupaten (Pemkab) Jembrana telah menyiapkan scenario.

 Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan mengatakan, PMI asal Jembrana yang pulang saat tiba di bandara akan dilakukan rapid test.

Baca Juga:  Pasien Sembuh Covid-19 di Bali 85,18 %, Nomor 2 Tertinggi di Indonesia

Jika positif, maka lanjutnya, para PMI akan ditindaklanjuti Gugus tugas Provinsi Bali dengan dirujuk ke rumah sakit rujukan yang sudah ditentukan.

Sedangkan bagi PMI yang hasilnya negatif, akan dijemput di bandara dengan bus dari pemerintah kabupaten.

Selanjutnya, para PMI ini akan diantar ke rumah masing-masing untuk isolasi mandiri selama 14 hari.

“Meski negatif hasil rapid test-nya, harus isolasi mandiri,” tegasnya.

Gugus tugas Jembrana memutuskan tetap isolasi di rumah masing-masing dengan pemantauan dari satgas gotong royong di desa dan tim surveilans yang dibentuk satgas di masing-masing desa.

PMI tersebut juga akan dilakukan rapid test ulang setelah 10 hari dari rapid test pertama.

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/