alexametrics
25.4 C
Denpasar
Wednesday, August 17, 2022

Dor…Dor…Nekat Melawan saat Ditangkap, Residivis Tumbang Berdarah-darah

SINGARAJA – Aksi melawan aparat saat hendak ditangkap berbuah tembakan. Nasib tragis itu dialami residivis kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) Gusti Lanang Jaya Santika, 43.

Tersangka didor di bagian betis saat melawan aparat. Tersangka Lanang Jaya Santika diketahui mencuri satu unit sepeda motor

dengan nomor polisi DK 3924 VT milik Gede Suardana, 23, warga Kelurahan Banyuning, Senin (7/4) pekan lalu.

Aksi itu ia lakukan di sebuah rumah kos yang ada di Jalan Bisma, Kelurahan Banjar Tegal. Saat itu tersangka memanfaatkan kelengahan pemilik motor.

Pemilik motor membiarkan kunci sepeda motor nyantol di kendaraan. Tersangka pun leluasa menggasak kendaraan korban.

Motor itu lalu dijual tersangka ke seorang penadah seharga Rp 2 juta. Tersangka berdalih menjual motor curian itu karena ingin membayar utang.

Baca Juga:  Woow…Empat Budaya Karangasem Ditetapkan Sebagai WBTB Indonesia

“Waktu itu saya takut ditangkap. Rencananya memang mau saya jual untuk bayar utang,” kata tersangka Lanang. Selama ini tersangka dikenal sebagai residivis aksi curanmor.

Ia sempat mendekam di Lapas Singaraja. Kini setelah bebas dari jeruji besi, ia kembali mengulangi perbuatannya.

Kapolres Buleleng AKBP Suratno mengatakan, kasus curanmor memang terbilang menonjol. Modus yang paling mencuat adalah kunci nyantol.

Beberapa kali kasus curanmor terjadi gara-gara korban lupa mencabut kunci kendaraan. “Masyarakat harus hati-hati. Jangan sampai gara-gara merasa lingkungan sudah aman,

lalu kendaraan ditinggal dalam kondisi kunci nyantol. Meski di rumah sendiri, jangan sampai dibiarkan nyantol,” imbaunya.

Akibat perbuatannya, kini tersangka Suratno mendekam di sel tahanan Mapolres Buleleng. tersangka dijerat pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

Baca Juga:  Nelayan Hilang Belum Ditemukan, Basarnas Sisir Perairan Barat Buleleng

Selain itu, polisi juga menangkap seorang pelaku pencurian kendaraan bermotor. Dia adalah Adi Supriyanto alias Antok, 25, warga Desa Pegayaman.

Dia mencuri sepeda motor DK 5743 VM milik Wayan Darmawan, 41, warga Desa Gitgit. Saat itu korban juga meninggalkan kendaraannya dalam kondisi kunci nyantol. 



SINGARAJA – Aksi melawan aparat saat hendak ditangkap berbuah tembakan. Nasib tragis itu dialami residivis kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) Gusti Lanang Jaya Santika, 43.

Tersangka didor di bagian betis saat melawan aparat. Tersangka Lanang Jaya Santika diketahui mencuri satu unit sepeda motor

dengan nomor polisi DK 3924 VT milik Gede Suardana, 23, warga Kelurahan Banyuning, Senin (7/4) pekan lalu.

Aksi itu ia lakukan di sebuah rumah kos yang ada di Jalan Bisma, Kelurahan Banjar Tegal. Saat itu tersangka memanfaatkan kelengahan pemilik motor.

Pemilik motor membiarkan kunci sepeda motor nyantol di kendaraan. Tersangka pun leluasa menggasak kendaraan korban.

Motor itu lalu dijual tersangka ke seorang penadah seharga Rp 2 juta. Tersangka berdalih menjual motor curian itu karena ingin membayar utang.

Baca Juga:  Bongkar Arena Judi Tajen di Tanguwisia Seririt, Ini Fakta yang Terkuak

“Waktu itu saya takut ditangkap. Rencananya memang mau saya jual untuk bayar utang,” kata tersangka Lanang. Selama ini tersangka dikenal sebagai residivis aksi curanmor.

Ia sempat mendekam di Lapas Singaraja. Kini setelah bebas dari jeruji besi, ia kembali mengulangi perbuatannya.

Kapolres Buleleng AKBP Suratno mengatakan, kasus curanmor memang terbilang menonjol. Modus yang paling mencuat adalah kunci nyantol.

Beberapa kali kasus curanmor terjadi gara-gara korban lupa mencabut kunci kendaraan. “Masyarakat harus hati-hati. Jangan sampai gara-gara merasa lingkungan sudah aman,

lalu kendaraan ditinggal dalam kondisi kunci nyantol. Meski di rumah sendiri, jangan sampai dibiarkan nyantol,” imbaunya.

Akibat perbuatannya, kini tersangka Suratno mendekam di sel tahanan Mapolres Buleleng. tersangka dijerat pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

Baca Juga:  EDAN! Setelah Bunuh Pacar Cantiknya, Kodok Masih Sempat Nyabu

Selain itu, polisi juga menangkap seorang pelaku pencurian kendaraan bermotor. Dia adalah Adi Supriyanto alias Antok, 25, warga Desa Pegayaman.

Dia mencuri sepeda motor DK 5743 VM milik Wayan Darmawan, 41, warga Desa Gitgit. Saat itu korban juga meninggalkan kendaraannya dalam kondisi kunci nyantol. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/