alexametrics
25.4 C
Denpasar
Monday, August 8, 2022

Rusak Bertahun-tahun, Dishub Buleleng Akhirnya Ganti “Brake Tester”

SINGARAJA – Setelah mengalami kerusakan selama bertahun-tahun, salah satu alat uji kir di Dinas Perhubungan Buleleng, akhirnya diganti tahun ini.

Alat uji yang dinamakan brake tester itu hanya bisa digunakan sewaktu-waktu, apabila mesin dalam kondisi stabil.

Kerusakan itu sebenarnya sudah terjadi sejak 2014 silam. Saat itu perbaikan dilakukan secara bertahap. Sejak tiga tahun lalu, Dishub Buleleng selalu mengajukan pengadaan alat uji tersebut. Permintaan itu akhirnya dipenuhi tahun ini.

Kepala Dinas Perhubungan Buleleng Gede Gunawan mengatakan, kondisi kerusakan alat itu memang tak bisa dihindari. Menurutnya alat itu dibeli tahun 1999 silam. Sehingga sangat wajar rusak. Terlebih intensitas penggunaannya cukup tinggi.

“Memang masih bisa berfungsi. Tapi tidak bisa kami gunakan terus menerus. Kalau ramai, alat itu ngadat. Terpaksa kami tidak bisa gunakan alat itu,” kata Gunawan.

Baca Juga:  Proses Uji KIR di Buleleng, Dishub Ajukan Teknologi Komputerisasi

Nah tahun ini, pemerintah tengah mengalokasikan dana sebesar Rp 1,74 miliar. Proses itu tender alat itu dilakukan dua kali.

Proses tender pertama, disebut gagal dilaksanakan. Sementara tender kedua telah dilakukan dan cukup banyak rekanan yang mengajukan penawaran.

“Mudah-mudahan tender ini bisa tercapai. Karena alat ini penting sekali. fungsinya untuk pengujian rem, pengujian kuncup roda, dan pengujianbeban juga. Ini sangat berkaitan dengan kelaikan kendaraan,” ujarnya.

Alat yang kini dibeli, disebut telah terintegrasi dengan komputer. Sehingga memudahkan pelayanan baik dalam kecepatan, maupun akurasi. Terlebih selama ini pengecekan dilakukan secara manual. 



SINGARAJA – Setelah mengalami kerusakan selama bertahun-tahun, salah satu alat uji kir di Dinas Perhubungan Buleleng, akhirnya diganti tahun ini.

Alat uji yang dinamakan brake tester itu hanya bisa digunakan sewaktu-waktu, apabila mesin dalam kondisi stabil.

Kerusakan itu sebenarnya sudah terjadi sejak 2014 silam. Saat itu perbaikan dilakukan secara bertahap. Sejak tiga tahun lalu, Dishub Buleleng selalu mengajukan pengadaan alat uji tersebut. Permintaan itu akhirnya dipenuhi tahun ini.

Kepala Dinas Perhubungan Buleleng Gede Gunawan mengatakan, kondisi kerusakan alat itu memang tak bisa dihindari. Menurutnya alat itu dibeli tahun 1999 silam. Sehingga sangat wajar rusak. Terlebih intensitas penggunaannya cukup tinggi.

“Memang masih bisa berfungsi. Tapi tidak bisa kami gunakan terus menerus. Kalau ramai, alat itu ngadat. Terpaksa kami tidak bisa gunakan alat itu,” kata Gunawan.

Baca Juga:  Cegah Kecelakaan Maut di Jalur Gitgit, Ajukan Pemasangan “Guard Rail”

Nah tahun ini, pemerintah tengah mengalokasikan dana sebesar Rp 1,74 miliar. Proses itu tender alat itu dilakukan dua kali.

Proses tender pertama, disebut gagal dilaksanakan. Sementara tender kedua telah dilakukan dan cukup banyak rekanan yang mengajukan penawaran.

“Mudah-mudahan tender ini bisa tercapai. Karena alat ini penting sekali. fungsinya untuk pengujian rem, pengujian kuncup roda, dan pengujianbeban juga. Ini sangat berkaitan dengan kelaikan kendaraan,” ujarnya.

Alat yang kini dibeli, disebut telah terintegrasi dengan komputer. Sehingga memudahkan pelayanan baik dalam kecepatan, maupun akurasi. Terlebih selama ini pengecekan dilakukan secara manual. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/