alexametrics
26.5 C
Denpasar
Thursday, August 18, 2022

Tim Medis Positif Covid, GTPP Janji Perbaiki Protap Tenaga Kesehatan

SINGARAJA – Sebanyak tiga orang tenaga kesehatan di Kabupaten Buleleng, dinyatakan positif covid-19.

Ketiga tenaga kesehatan ini sempat melakukan kontak dengan salah seorang pasien yang dinyatakan positif covid-19 pekan lalu.

Kepastian tenaga kesehatan yang tertular covid-19 itu disampaikan Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa.

Ketiga tenaga kesehatan itu diidentifikasi sebagai PDP-134, PDP-135, dan PDP-136. “Ketigaya tenaga kesehatan yang melakukan pemeriksaan pada PPD-127,” kata Suyasa kemarin.

Suyasa menjelaskan dari ketiga tenaga kesehatan itu, sebanyak dua orang diantaranya merupakan tenaga kesehatan di salah satu rumah sakit yang ada di Kecamatan Seririt.

Sementara seorang lainnya merupakan tenaga kesehatan di RSUD Buleleng. Pasien dengan kode 134 sempat melakukan pemeriksaan kondisi kehamilan pada PDP-127.

Sementara pasien dengan kode 135, merupakan tenaga kesehatan yang juga membantu pelayanan secara medis.

Selanjutnya pasien dengan kode 136 merupakan tenaga kesehatan yang menangani PDP-127 di RSUD Buleleng.

Menurut Suyasa, begitu PDP-127 dinyatakan positif covid-19 pada Selasa (7/7) pekan lalu, tim surveillance langsung melakukan penelusuran kontak.

Hasilnya ditemukan beberapa tenaga kesehatan yang sempat melakukan kontak erat dengan pasien. Mereka juga diminta melakukan isolasi sambil menanti hasil swab.

Baca Juga:  Cegah Penularan Covid-19, Bupati PAS Sarankan Warga Konsumsi Loloh

“Dari hasil tracing itu, kami temukan ketiga tenaga kesehatan ini. Keluar hasil swabnya kemarin (Minggu malam, Red), ketiga orang ini yang positif.

Sekarang kami melanjutkan melakukan tracing, tenaga kesehatan ini sempat kontak dengan siapa saja,” kata Gede Suyasa.

Dengan kondisi tersebut, Suyasa menegaskan pelayanan di fasilitas kesehatan harus tetap berjalan.

Pemerintah belum berencana melakukan pembatasan layanan di rumah sakit. Sebab jumlah tenaga kesehatan yang terpapar covid, tidak banyak.

“Tidak ada rencana penutupan. Kita lihat seperti apa hasil tracing lanjutannya. Biar tidak ada penularan di areal perawatan kesehatan kita.

Kami harap ini tidak (berkembang) menjadi klaster, sehingga pelayanan kesehatan pada masyarakat tidak terganggu,” ujarnya.

Bagaimana dengan perlindungan terhadap tenaga kesehatan agar tak ada lagi yang tertular covid? Ia mengklaim GTPP sudah berupaya maksimal mencegah potensi penularan virus pada tenaga kesehatan.

Namun, tak dapat dipungkiri, perlindungan bagi perawat yang melayani pasien umum belum maksimal.

Perawatan dengan baju hazmat hanya dilakukan pada pasien menunjukkan gejala identik dengan covid-19, maupun pada pasien yang telah dinyatakan positif.

Sementara peristiwa yang menyebabkan tiga orang terpapar covid, bermula dari pasien umum. “Pada posisi di rumah sakit atau puskesmas yang menerima pasien umum tanpa gejala,

Baca Juga:  Tak Ada Titik Temu, Mahasiswa Unud WO Saat Audensi dengan Rektorat

ini memang membutuhkan peralatan. Hanya memang dibedakan pasien umum dengan pasien yang sudah terkonfirmasi. APD-nya beda,” ungkap Suyasa.

Ia pun berjanji akan mengecek kembali protokol pencegahan di fasilitas kesehatan. “Kami koordinasikan kembali.

Kalau yang menerima pasien umum APD-nya sama dengan yang merawat di ruang isolasi, tentu harus dipikirkan efektifitas dan efisiensinya.

Jadi, ada banyak faktor yang jadi pertimbangan kami. Supaya pelayanan di masyarakat berjalan, perlindungan tenaga kesehatan juga terjamin,” tukasnya.

Berdasarkan catatan Jawa Pos Radar Bali, selama masa pandemi sudah ada 10 orang tenaga kesehatan yang dirawat karena terpapar covid-19.

Mereka adalah PDP-06, PDP-08, PDP-90, PDP-91, PDP-98, PDP-100, PDP-107, PDP-134, PDP-135, dan PDP-136.

Dari 10 orang itu, enam orang diantaranya telah dinyatakan sembuh. Sementara 4 orang lainnya, yakni PDP-98, PDP-134, PDP-135, dan PDP-136, sedang menjalani isolasi di RS Pratama Giri Emas.

Sekadar diketahui, saat ini secara kumulatif tercatat ada 108 orang pasien terkonfirmasi positif covid-19 di Buleleng.

Dari 108 orang pasien itu, sebanyak 96 orang diantaranya telah dinyatakan sembuh. Kini masih tersisa 12 orang pasien yang harus menjalani perawatan medis.



SINGARAJA – Sebanyak tiga orang tenaga kesehatan di Kabupaten Buleleng, dinyatakan positif covid-19.

Ketiga tenaga kesehatan ini sempat melakukan kontak dengan salah seorang pasien yang dinyatakan positif covid-19 pekan lalu.

Kepastian tenaga kesehatan yang tertular covid-19 itu disampaikan Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa.

Ketiga tenaga kesehatan itu diidentifikasi sebagai PDP-134, PDP-135, dan PDP-136. “Ketigaya tenaga kesehatan yang melakukan pemeriksaan pada PPD-127,” kata Suyasa kemarin.

Suyasa menjelaskan dari ketiga tenaga kesehatan itu, sebanyak dua orang diantaranya merupakan tenaga kesehatan di salah satu rumah sakit yang ada di Kecamatan Seririt.

Sementara seorang lainnya merupakan tenaga kesehatan di RSUD Buleleng. Pasien dengan kode 134 sempat melakukan pemeriksaan kondisi kehamilan pada PDP-127.

Sementara pasien dengan kode 135, merupakan tenaga kesehatan yang juga membantu pelayanan secara medis.

Selanjutnya pasien dengan kode 136 merupakan tenaga kesehatan yang menangani PDP-127 di RSUD Buleleng.

Menurut Suyasa, begitu PDP-127 dinyatakan positif covid-19 pada Selasa (7/7) pekan lalu, tim surveillance langsung melakukan penelusuran kontak.

Hasilnya ditemukan beberapa tenaga kesehatan yang sempat melakukan kontak erat dengan pasien. Mereka juga diminta melakukan isolasi sambil menanti hasil swab.

Baca Juga:  Tak Ada Titik Temu, Mahasiswa Unud WO Saat Audensi dengan Rektorat

“Dari hasil tracing itu, kami temukan ketiga tenaga kesehatan ini. Keluar hasil swabnya kemarin (Minggu malam, Red), ketiga orang ini yang positif.

Sekarang kami melanjutkan melakukan tracing, tenaga kesehatan ini sempat kontak dengan siapa saja,” kata Gede Suyasa.

Dengan kondisi tersebut, Suyasa menegaskan pelayanan di fasilitas kesehatan harus tetap berjalan.

Pemerintah belum berencana melakukan pembatasan layanan di rumah sakit. Sebab jumlah tenaga kesehatan yang terpapar covid, tidak banyak.

“Tidak ada rencana penutupan. Kita lihat seperti apa hasil tracing lanjutannya. Biar tidak ada penularan di areal perawatan kesehatan kita.

Kami harap ini tidak (berkembang) menjadi klaster, sehingga pelayanan kesehatan pada masyarakat tidak terganggu,” ujarnya.

Bagaimana dengan perlindungan terhadap tenaga kesehatan agar tak ada lagi yang tertular covid? Ia mengklaim GTPP sudah berupaya maksimal mencegah potensi penularan virus pada tenaga kesehatan.

Namun, tak dapat dipungkiri, perlindungan bagi perawat yang melayani pasien umum belum maksimal.

Perawatan dengan baju hazmat hanya dilakukan pada pasien menunjukkan gejala identik dengan covid-19, maupun pada pasien yang telah dinyatakan positif.

Sementara peristiwa yang menyebabkan tiga orang terpapar covid, bermula dari pasien umum. “Pada posisi di rumah sakit atau puskesmas yang menerima pasien umum tanpa gejala,

Baca Juga:  Ada Siswa SMPN 3 Dawan Positif Covid-19, Hasil Tes 24 Siswa Negatif

ini memang membutuhkan peralatan. Hanya memang dibedakan pasien umum dengan pasien yang sudah terkonfirmasi. APD-nya beda,” ungkap Suyasa.

Ia pun berjanji akan mengecek kembali protokol pencegahan di fasilitas kesehatan. “Kami koordinasikan kembali.

Kalau yang menerima pasien umum APD-nya sama dengan yang merawat di ruang isolasi, tentu harus dipikirkan efektifitas dan efisiensinya.

Jadi, ada banyak faktor yang jadi pertimbangan kami. Supaya pelayanan di masyarakat berjalan, perlindungan tenaga kesehatan juga terjamin,” tukasnya.

Berdasarkan catatan Jawa Pos Radar Bali, selama masa pandemi sudah ada 10 orang tenaga kesehatan yang dirawat karena terpapar covid-19.

Mereka adalah PDP-06, PDP-08, PDP-90, PDP-91, PDP-98, PDP-100, PDP-107, PDP-134, PDP-135, dan PDP-136.

Dari 10 orang itu, enam orang diantaranya telah dinyatakan sembuh. Sementara 4 orang lainnya, yakni PDP-98, PDP-134, PDP-135, dan PDP-136, sedang menjalani isolasi di RS Pratama Giri Emas.

Sekadar diketahui, saat ini secara kumulatif tercatat ada 108 orang pasien terkonfirmasi positif covid-19 di Buleleng.

Dari 108 orang pasien itu, sebanyak 96 orang diantaranya telah dinyatakan sembuh. Kini masih tersisa 12 orang pasien yang harus menjalani perawatan medis.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/