28.7 C
Denpasar
Thursday, June 1, 2023

Kasus Positif dan Meninggal Bertambah, Jembrana Masuk Zona Merah lagi

NEGARA– Kasus harian terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Jembrana, Bali terus bertambah signifikan.

Sesuai data Satgas Penanganan Covid-19 Jembrana, rata-rata ada sebanyak 30 kasus positif Covid-19 baru.

Terus melonjaknya angka kasus Covid-19, ini mengakibatkan status Jembrana masuk dalam wilayah zona merah atau risiko tinggi penyebaran Covid-19.

Berdasarkan data dari Satgas Penanganan Covid-19 di Jembrana, kasus terkonfirmasi positif baru Selasa (13/7) bertambah 32 kasus. Sedangkan pasien sembuh tercatat ada sebanyak 30 orang dan meninggal bertambah satu orang.

Sehingga, secara kumulatif, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Jembrana mencapai 2849 orang, sembuh sebanyak 2493 orang, dan meninggal 90 orang.

Sedangkan untuk kasus aktif dan saat ini menjalani perawatan tercatat ada sebanyak 266 orang.

Baca Juga:  Punya 106 Bed, Kini Ruang Isolasi Covid RSUD Tabanan Terisi 3 Pasien

Menyikapi tingginya kasus di Jembrana, Satgas Penanganan Covid-19 Jembrana sudah melakukan berbagai upaya.

Diantaranya melakukan vaksinasi secara masif pada masyarakat dan disiplin menjalankan protokol kesehatan secara ketat.

“Kita masih terus berupaya menggenjot vaksinasi agar terwujud kekebalan kelompok. Disamping itu, protokol kesehatan harus dijalankan dengan disiplin,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Jembrana I Gusti Bagus Ketut Oka Parwata.

Sementara itu, berdasarkan situs resmi Satgas Covid-19 pusat, Kabupaten Jembrana masuk dalam zona merah tau zona dengan risiko tinggi.

Mengenai peta risiko kabupaten ini merupakan kewenangan pemerintah pusat yang menentukan.

Dalam hal ini Satgas Penanganan Covid-19 dengan mempertimbangkan indikator epidemiologi, indikator surveilans kesehatan masyarakat dan indikator pelayanan kesehatan.

Baca Juga:  Astungkara, Tren Harian Menurun, Jembrana Berhasil Lewati Puncak Kasus

Kabupaten Jembrana dalam beberapa bulan terakhir masuk dalam kategori zona risiko sedang atau zona oranye. “Mengenai zona risiko, pusat yang menentukan,” ujarnya. 



NEGARA– Kasus harian terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Jembrana, Bali terus bertambah signifikan.

Sesuai data Satgas Penanganan Covid-19 Jembrana, rata-rata ada sebanyak 30 kasus positif Covid-19 baru.

Terus melonjaknya angka kasus Covid-19, ini mengakibatkan status Jembrana masuk dalam wilayah zona merah atau risiko tinggi penyebaran Covid-19.

Berdasarkan data dari Satgas Penanganan Covid-19 di Jembrana, kasus terkonfirmasi positif baru Selasa (13/7) bertambah 32 kasus. Sedangkan pasien sembuh tercatat ada sebanyak 30 orang dan meninggal bertambah satu orang.

Sehingga, secara kumulatif, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Jembrana mencapai 2849 orang, sembuh sebanyak 2493 orang, dan meninggal 90 orang.

Sedangkan untuk kasus aktif dan saat ini menjalani perawatan tercatat ada sebanyak 266 orang.

Baca Juga:  Beh! Gegara Pandemi Melandai, 2022 Lakalantas di Klungkung Naik 226 Persen!

Menyikapi tingginya kasus di Jembrana, Satgas Penanganan Covid-19 Jembrana sudah melakukan berbagai upaya.

Diantaranya melakukan vaksinasi secara masif pada masyarakat dan disiplin menjalankan protokol kesehatan secara ketat.

“Kita masih terus berupaya menggenjot vaksinasi agar terwujud kekebalan kelompok. Disamping itu, protokol kesehatan harus dijalankan dengan disiplin,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Jembrana I Gusti Bagus Ketut Oka Parwata.

Sementara itu, berdasarkan situs resmi Satgas Covid-19 pusat, Kabupaten Jembrana masuk dalam zona merah tau zona dengan risiko tinggi.

Mengenai peta risiko kabupaten ini merupakan kewenangan pemerintah pusat yang menentukan.

Dalam hal ini Satgas Penanganan Covid-19 dengan mempertimbangkan indikator epidemiologi, indikator surveilans kesehatan masyarakat dan indikator pelayanan kesehatan.

Baca Juga:  Transmisi Lokal Meluas, Security Jasa Pengiriman Uang Terpapar Corona

Kabupaten Jembrana dalam beberapa bulan terakhir masuk dalam kategori zona risiko sedang atau zona oranye. “Mengenai zona risiko, pusat yang menentukan,” ujarnya. 


Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru