alexametrics
26.5 C
Denpasar
Thursday, May 19, 2022

Menjelang Panen, Cabai Rawit Petani di Karangasem Malah Membusuk

AMLAPURA – Sejumlah petani cabai di Desa Telaga Tawang, Kecamatan Sidemen, Karangasem harus menelan pil pahit. Cabai yang sudah akan panen justru membusuk.

 

Cabai milik petani membusuk diduga lantaran hujan mengguyur Kabupaten Karangasem sejak beberapa hari terakhir ini.

 

Seperti diakui Kadek, salah satu petani di Telaga Tawang. Dia mengatakan, cabai yang sudah siap panen malah busuk karena diguyur hujan.

 

Tak mau rugi lebih dalam, Kadek pun mengaku mempercepat panen cabainya. Cabai-cabai yang masih hijau dia petik sebelum membusuk seluruhnya.

 

Walau begitu, Kadek mengaku bahwa memanen cabai hijau membuat penghasilannya menurun drastic. Dikatakan, harga jual cabai rawit merah di tatanan pengepul saat ini berkisar Rp 25 ribu per kg. Sementara cabai yang masih hijau hanya Rp 10 ribu per kg.

Baca Juga:  Hujan Angin, Pohon Tumbang dan Gempa Guncang Bali

 

“Saya panen yang masih hijau karena takut busuk. Ini sudah banyak yang busuk,” terangnya.

 

Menurutnya busuknya cabai miliknya lantaran hujan kerap turun beberapa hari terakhir. Meski intensitas hujan tidak terlalu tinggi, menurutnya cuaca seperti itu telah menyebabkan cabai bahkan hingga pohon cabainya busuk.

 

“Kalau hujan-hujan memang sering seperti ini,” katanya.

 

Lebih lanjut diungkapkannya, biasanya pohon cabai bisa dipanen hingga delapan kali. Namun dengan kondisi pohon yang membusuk akibat diguyur hujan, ia hanya bisa panen cabai sebanyak empat kali.

 

Dalam sejumlah literatur, air hujan memang dapat membuat cabai membusuk. Dikutip dari Tipspetani.com, cabai yang membusuk saat musim hujan bisa karena kekurangan unsur hara Kalsium (Ca) dan Kalium (K). Jika karena ini, maka pohon cabai bisa diberikan unsur hara tersebut yang bisa didapat di toko pertanian.

Baca Juga:  Diguyur Hujan, Sejumlah Wilayah di Jembrana Longsor

 

Pembusukan buah cabai juga bisa karena kelebihan air saat terguyur hujan. Kelebihan air ini membuat pohon cabai mentransportasikan kelebihan air itu ke buah cabai. Soal hal ini bisa karena drainase yang kurang baik untuk mengalirkan air ke pembuangan, atau membuat lahan tanam lebih tinggi dari saluran air.

 

Yang terakhir, hujan juga bisa membawa hama. Bisa berupa jamur atau bakteri patogen.

- Advertisement -

- Advertisement -

AMLAPURA – Sejumlah petani cabai di Desa Telaga Tawang, Kecamatan Sidemen, Karangasem harus menelan pil pahit. Cabai yang sudah akan panen justru membusuk.

 

Cabai milik petani membusuk diduga lantaran hujan mengguyur Kabupaten Karangasem sejak beberapa hari terakhir ini.


 

Seperti diakui Kadek, salah satu petani di Telaga Tawang. Dia mengatakan, cabai yang sudah siap panen malah busuk karena diguyur hujan.

 

Tak mau rugi lebih dalam, Kadek pun mengaku mempercepat panen cabainya. Cabai-cabai yang masih hijau dia petik sebelum membusuk seluruhnya.

 

Walau begitu, Kadek mengaku bahwa memanen cabai hijau membuat penghasilannya menurun drastic. Dikatakan, harga jual cabai rawit merah di tatanan pengepul saat ini berkisar Rp 25 ribu per kg. Sementara cabai yang masih hijau hanya Rp 10 ribu per kg.

Baca Juga:  Pilkel Desa Wisma Kerta, Merta Yoga dan Suyasa Curi Perhatian Warga

 

“Saya panen yang masih hijau karena takut busuk. Ini sudah banyak yang busuk,” terangnya.

 

Menurutnya busuknya cabai miliknya lantaran hujan kerap turun beberapa hari terakhir. Meski intensitas hujan tidak terlalu tinggi, menurutnya cuaca seperti itu telah menyebabkan cabai bahkan hingga pohon cabainya busuk.

 

“Kalau hujan-hujan memang sering seperti ini,” katanya.

 

Lebih lanjut diungkapkannya, biasanya pohon cabai bisa dipanen hingga delapan kali. Namun dengan kondisi pohon yang membusuk akibat diguyur hujan, ia hanya bisa panen cabai sebanyak empat kali.

 

Dalam sejumlah literatur, air hujan memang dapat membuat cabai membusuk. Dikutip dari Tipspetani.com, cabai yang membusuk saat musim hujan bisa karena kekurangan unsur hara Kalsium (Ca) dan Kalium (K). Jika karena ini, maka pohon cabai bisa diberikan unsur hara tersebut yang bisa didapat di toko pertanian.

Baca Juga:  Diguyur Hujan, Sejumlah Wilayah di Jembrana Longsor

 

Pembusukan buah cabai juga bisa karena kelebihan air saat terguyur hujan. Kelebihan air ini membuat pohon cabai mentransportasikan kelebihan air itu ke buah cabai. Soal hal ini bisa karena drainase yang kurang baik untuk mengalirkan air ke pembuangan, atau membuat lahan tanam lebih tinggi dari saluran air.

 

Yang terakhir, hujan juga bisa membawa hama. Bisa berupa jamur atau bakteri patogen.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/