alexametrics
26.5 C
Denpasar
Monday, August 8, 2022

WN Ceko Cebok di Tempat Suci,Koster Rancang Regulasi Awasi Turis Nakal

DENPASAR – Ulah dua wisatawan asal Republik Ceko, Zdenek Slauka dan Sabina Delezalova “mekonceng” atau cebok di tempat suci

di areal Pura Beji Kawasan Monkey Forest, Gianyar, membuat geram masyarakat Bali. Tak terkecuali Gubernur Bali Wayan Koster.

Menurut Gubernur Koster, walaupun desa pakraman setempat menyatakan permasalahan sudah selesai, namun baginya masalah ini belum selesai.

Karena potensi kejadian serupa berpeluang kembali terjadi. Karena itu, gubernur asal Desa Sembiran, Buleleng, itu mengaku

tengah menyusun regulasi untuk mengantisipasi sekaligus melakukan pengawasan terhadap tindakan-tindakan yang berpotensi menodai tempat suci di kawasan pariwisata.

Ia telah meminta Kepala Dinas Pariwisata untuk menginventarisir berbagai permasalahan yang berkaitan dengan penyelenggaraan kepariwisataan.

Baca Juga:  Akhirnya, Bus Sekolah Gratis Aktif Lagi

Baik yang sifatnya melecehkan maupun juga memberi kesan negatif terhadap citra pariwisata Bali. “Tidak boleh lagi ada kesan pembiaran terhadap hal-hal demikian.

Pemerintah daerah harus berperan aktif. “Jangan mentang-mentang untuk kepentingan mendapatkan

pendapatan lantas terlalu longgar kita yang akhirnya kita ini seperti kurang bermartabat,” tandas Koster.

 



DENPASAR – Ulah dua wisatawan asal Republik Ceko, Zdenek Slauka dan Sabina Delezalova “mekonceng” atau cebok di tempat suci

di areal Pura Beji Kawasan Monkey Forest, Gianyar, membuat geram masyarakat Bali. Tak terkecuali Gubernur Bali Wayan Koster.

Menurut Gubernur Koster, walaupun desa pakraman setempat menyatakan permasalahan sudah selesai, namun baginya masalah ini belum selesai.

Karena potensi kejadian serupa berpeluang kembali terjadi. Karena itu, gubernur asal Desa Sembiran, Buleleng, itu mengaku

tengah menyusun regulasi untuk mengantisipasi sekaligus melakukan pengawasan terhadap tindakan-tindakan yang berpotensi menodai tempat suci di kawasan pariwisata.

Ia telah meminta Kepala Dinas Pariwisata untuk menginventarisir berbagai permasalahan yang berkaitan dengan penyelenggaraan kepariwisataan.

Baca Juga:  Imun Pasien Labil, 2 Bulan Isolasi Pasien Covid-19 Tak Kunjung Sembuh

Baik yang sifatnya melecehkan maupun juga memberi kesan negatif terhadap citra pariwisata Bali. “Tidak boleh lagi ada kesan pembiaran terhadap hal-hal demikian.

Pemerintah daerah harus berperan aktif. “Jangan mentang-mentang untuk kepentingan mendapatkan

pendapatan lantas terlalu longgar kita yang akhirnya kita ini seperti kurang bermartabat,” tandas Koster.

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/