alexametrics
28.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Perbaikan Jembatan Bungkulan Dikebut, Target Rampung Tahun Ini

SINGARAJA– Perbaikan jembatan yang menghubungkan Banjar Dinas Kubu Kelod dengan pusat Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan, Buleleng dikebut.

Perbaikan jembatan Bungkulan ditargetkan rampung diperbaiki pada akhir tahun ini. Sehingga akses warga yang selama ini terganggu, dapat normal kembali.

Pantauan Jawa Pos Radar Bali, kontraktor pelaksana perbaikan jembatan, telah merampungkan pembuatan akses jalan.

Badan utama jembatan akan sedikit bergeser dari lokasi awal. Hal itu dilakukan agar jembatan tak lekas tergerus air bah seperti lokasi awal.

Sementara ini, kontraktor masih fokus melakukan perbaikan senderan di sekitar lokasi badan jembatan.

Sebab tebing di sekitar jembatan banyak yang terkikis karena air bah. Setelah itu baru kontraktor akan melakukan pembangunan pondasi jembatan. Pondasi diharapkan rampung dalam beberapa pekan mendatang.

Baca Juga:  Digelontor Rp 5 Juta, 475 KK di Buleleng Diminta Perbaiki Jamban

Kabid Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Buleleng Ketut Budiyasa mengatakan, perbaikan jembatan itu memang menjadi salah satu prioritas. Sebab jembatan sudah putus selama bertahun-tahun. Sehingga menyulitkan akses warga setempat.

Sesuai dengan dokumen perencanaan, jembatan itu akan memiliki bentang sepanjang 21 meter.

Dengan bentang sepanjang itu, semestinya kontraktor tak akan menghadapi kendala berarti. Terlebih pekerjaan pondasi dan konstruksi fisik dilakukan pada musim kemarau.

Sehingga debit air sungai dalam kondisi surut.

“Saat ini progress pekerjaan sudah sampai angka 12,04 persen. Sejauh ini semua sudah sesuai dengan jadwal,” kata Budiyasa.

Lebih lanjut Budiyasa mengungkapkan, selama ini kontraktor pelaksana tak mengalami kendala berarti. Menurutnya kendala yang ditemui hanya masalah geologi kondisi tanah di lokasi pekerjaan.

Baca Juga:  Siapkan 1700 Kantong Daging, Danlanal Denpasar Serahkan 1 Kurban Sapi

“Awalnya ada kendala saat pengerjaan pondasi. Karena kondisi tanahnya keras, bor pile sempat beberapa kali mengalami kerusakan. Tapi sekarang proses itu sudah selesai. Sebentar lagi sudah masuk tahap pengecoran,” demikian Budiyasa.

Untuk diketahui, Jembatan Bungkulan terputus sejak tahun 2017 lalu, saat air bah melanda Tukad Aya Buleleng.

Dampaknya seratusan kepala keluarga di Banjar Dinas Kubu Kelod sempat terisolir. Mereka harus membuka akses jalan lain guna menuju pusat desa.

Selama bertahun-tahun warga melakukan swadaya menguruk badan jembatan dengan tanah.

Namun upaya swadaya itu tak bertahan lama. Tiap kali air sungai meluap, tanah hanyut dibawa air. Sehingga akses kembali terputus. 


SINGARAJA– Perbaikan jembatan yang menghubungkan Banjar Dinas Kubu Kelod dengan pusat Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan, Buleleng dikebut.

Perbaikan jembatan Bungkulan ditargetkan rampung diperbaiki pada akhir tahun ini. Sehingga akses warga yang selama ini terganggu, dapat normal kembali.

Pantauan Jawa Pos Radar Bali, kontraktor pelaksana perbaikan jembatan, telah merampungkan pembuatan akses jalan.

Badan utama jembatan akan sedikit bergeser dari lokasi awal. Hal itu dilakukan agar jembatan tak lekas tergerus air bah seperti lokasi awal.

Sementara ini, kontraktor masih fokus melakukan perbaikan senderan di sekitar lokasi badan jembatan.

Sebab tebing di sekitar jembatan banyak yang terkikis karena air bah. Setelah itu baru kontraktor akan melakukan pembangunan pondasi jembatan. Pondasi diharapkan rampung dalam beberapa pekan mendatang.

Baca Juga:  Usai Disemprot Luhut, Wabup Buleleng Janji Akan Tingkatkan Tracing

Kabid Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Buleleng Ketut Budiyasa mengatakan, perbaikan jembatan itu memang menjadi salah satu prioritas. Sebab jembatan sudah putus selama bertahun-tahun. Sehingga menyulitkan akses warga setempat.

Sesuai dengan dokumen perencanaan, jembatan itu akan memiliki bentang sepanjang 21 meter.

Dengan bentang sepanjang itu, semestinya kontraktor tak akan menghadapi kendala berarti. Terlebih pekerjaan pondasi dan konstruksi fisik dilakukan pada musim kemarau.

Sehingga debit air sungai dalam kondisi surut.

“Saat ini progress pekerjaan sudah sampai angka 12,04 persen. Sejauh ini semua sudah sesuai dengan jadwal,” kata Budiyasa.

Lebih lanjut Budiyasa mengungkapkan, selama ini kontraktor pelaksana tak mengalami kendala berarti. Menurutnya kendala yang ditemui hanya masalah geologi kondisi tanah di lokasi pekerjaan.

Baca Juga:  Dibangun Ratusan Tahun, Renovasi Kori Pura Langon Terakhir Tahun 1917

“Awalnya ada kendala saat pengerjaan pondasi. Karena kondisi tanahnya keras, bor pile sempat beberapa kali mengalami kerusakan. Tapi sekarang proses itu sudah selesai. Sebentar lagi sudah masuk tahap pengecoran,” demikian Budiyasa.

Untuk diketahui, Jembatan Bungkulan terputus sejak tahun 2017 lalu, saat air bah melanda Tukad Aya Buleleng.

Dampaknya seratusan kepala keluarga di Banjar Dinas Kubu Kelod sempat terisolir. Mereka harus membuka akses jalan lain guna menuju pusat desa.

Selama bertahun-tahun warga melakukan swadaya menguruk badan jembatan dengan tanah.

Namun upaya swadaya itu tak bertahan lama. Tiap kali air sungai meluap, tanah hanyut dibawa air. Sehingga akses kembali terputus. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/