alexametrics
24.8 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Dihantam Gelombang Tinggi, Kapal Tanker Nyaris Celaka

RadarBali.com – Sebuah insiden kembali terjadi di perairan Kabupaten Buleleng. Kali ini sebuah kapal tanker, nyaris celaka gara-gara mesin kapal mati.

Awak kapal sempat meminta bantuan evakuasi kepada tim SAR, karena khawatir kapal akan karam dihantam gelombang.

Insiden itu menimpa Kapal MT Serena III. Kapal tanker itu mengalami insiden sekitar 50 mil laut arah utara Pelabuhan Celukan Bawang.

Mesin kapal dilaporkan mati setelah dihantam gelombang tinggi di tengah laut. Kapal tersebut dilaporkan berangkat dari Banyuwangi pada Selasa dini hari. 

Sedianya kapal yang mengangkut bensin jenis pertamax itu akan menuju Badas, Sumbawa. Saat memasuki perairan Buleleng, mesin kapal mendadak mati.

Kapal yang mengangkut 16 orang ABK itu, mengirimkan sinyal gawat darurat yang diterima tim SAR pada pukul 08.36, Selasa (12/9) pagi.

Baca Juga:  Suami Kerja di Kapal Tanker, Istri Digerebek Warga Bareng Pria Lain

Tim SAR langsung mengerahkan Kapal Navigasi SAR Arjuna 229 yang kebetulan masih buang jangkar di Pelabuhan Celukan Bawang.

Kapal langsung mengangkut 17 orang ABK dan mengangkut empat orang recuer, untuk melakukan operasi SAR.

Tim SAR akhirnya berhasil menemukan kapal itu pada pukul 19.18.Kapal masih mengapung di lautan. Seluruh ABK juga ditemukan dalam kondisi sehat.

Hanya saja mesin kapal belum menyala, karena kerusakan yang cukup serius. Teknisi di KN SAR Arjuna 229 langsung turun tangan melakukan perbaikan pada Kapal Tanker MV Serena III.

Selang beberapa lama, mesin kapal kembali menyala. Setelah dinyatakan mesin dalam kondisi prima, kapal langsung melanjutkan perjalanan menuju Bima.

Baca Juga:  Demi Foto, Turis Asing Nekat Terobos Pagar Pengaman Devil’s Tears

Kepala Kantor SAR Denpasar, Ketut Gede Ardana membenarkan adanya insiden tersebut. Ardana menyatakan insiden terjadi karena mesin kapal mati.

Kapal sempat terombang-ambing di tengah laut, dalam kondisi cuaca yang cukup ekstrem. “Gelombang di tengah laut cukup besar. Dalam kondisi mesin mati, itu sangat riskan. Kapal bisa karam. Setelah teknis kami lakukan perbaikan on board, mesin kapal bisa menyala lagi dan kapal langsung melanjutkan perjalanan ke Sumbawa,” jelas Ardana.



RadarBali.com – Sebuah insiden kembali terjadi di perairan Kabupaten Buleleng. Kali ini sebuah kapal tanker, nyaris celaka gara-gara mesin kapal mati.

Awak kapal sempat meminta bantuan evakuasi kepada tim SAR, karena khawatir kapal akan karam dihantam gelombang.

Insiden itu menimpa Kapal MT Serena III. Kapal tanker itu mengalami insiden sekitar 50 mil laut arah utara Pelabuhan Celukan Bawang.

Mesin kapal dilaporkan mati setelah dihantam gelombang tinggi di tengah laut. Kapal tersebut dilaporkan berangkat dari Banyuwangi pada Selasa dini hari. 

Sedianya kapal yang mengangkut bensin jenis pertamax itu akan menuju Badas, Sumbawa. Saat memasuki perairan Buleleng, mesin kapal mendadak mati.

Kapal yang mengangkut 16 orang ABK itu, mengirimkan sinyal gawat darurat yang diterima tim SAR pada pukul 08.36, Selasa (12/9) pagi.

Baca Juga:  Daya Tampung SMP Jembrana Dipastikan Cukup

Tim SAR langsung mengerahkan Kapal Navigasi SAR Arjuna 229 yang kebetulan masih buang jangkar di Pelabuhan Celukan Bawang.

Kapal langsung mengangkut 17 orang ABK dan mengangkut empat orang recuer, untuk melakukan operasi SAR.

Tim SAR akhirnya berhasil menemukan kapal itu pada pukul 19.18.Kapal masih mengapung di lautan. Seluruh ABK juga ditemukan dalam kondisi sehat.

Hanya saja mesin kapal belum menyala, karena kerusakan yang cukup serius. Teknisi di KN SAR Arjuna 229 langsung turun tangan melakukan perbaikan pada Kapal Tanker MV Serena III.

Selang beberapa lama, mesin kapal kembali menyala. Setelah dinyatakan mesin dalam kondisi prima, kapal langsung melanjutkan perjalanan menuju Bima.

Baca Juga:  Tolak Pabrik B3, Warga Pengambengan Tantang FPDIP Bela Wong Cilik

Kepala Kantor SAR Denpasar, Ketut Gede Ardana membenarkan adanya insiden tersebut. Ardana menyatakan insiden terjadi karena mesin kapal mati.

Kapal sempat terombang-ambing di tengah laut, dalam kondisi cuaca yang cukup ekstrem. “Gelombang di tengah laut cukup besar. Dalam kondisi mesin mati, itu sangat riskan. Kapal bisa karam. Setelah teknis kami lakukan perbaikan on board, mesin kapal bisa menyala lagi dan kapal langsung melanjutkan perjalanan ke Sumbawa,” jelas Ardana.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/