alexametrics
29.8 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Pelabuhan Gilimanuk Jadi Jalur Peredaran Narkoba, Ini Kritik Dewan…

RadarBali.com  – Penangkapan pengedar narkoba yang dikirim melalui Pelabuhan Gilimanuk oleh kepolisian mendapat sorotan anggota DPRD Bali I Nengah Tamba.

Seringnya ada penangkapan bandar atau kurir narkoba jadi bukti Pelabuhan Gilimanuk merupakan salah satu jalur peredaran narkoba ke Bali. 

Menurut politisi Demokrat ini, keberadaan piranti keamanan canggih di Pelabuhan Gilimanuk sangat diperlukan.

Misalnya, portal gate yang canggih untuk mendeteksi barang-barang berbahaya masuk Bali. “Saya apresiasi dengan kepolisian sudah berhasil mengungkap kasus narkoba, tapi kemungkinan masih ada yang lolos,” jelasnya.

Dengan pola pemeriksaan manual seperti sekarang ini, sangat rawan dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk masuk Bali.

Petugas juga tidak mungkin bisa mendeteksi barang-barang berbahaya yang masuk jika diletakkan ditempat paling tersembunyi.”Apalagi hujan, siapa yang mau periksa barang-barang,” imbuhnya.

Baca Juga:  UPDATE! Gunung Agung Karangasem Bali Meletus Dua Kali

Peralatan canggih untuk menjaga Bali ini saat ini sangat dibutuhkan karena Bali akan menjadi tuan rumah International Monetary Fund-World Bank (IMF-WB) Annual Meeting 2018 di Nusa Dua.

Selain bisa mendeteksi narkoba, benda bahaya lain yang dibawa pelaku kejahatan seperti teroris bisa terdeteksi.

Sejatinya, kata Tamba, masalah penambahan sarana dan prasarana pengamanan Bali di Pelabuhan Gilimanuk sudah sering dibahas.

Bahkan, pemerintah provinsi Bali sudah mengucurkan dana Rp 50 miliar lebih untuk membeli mobile X-ray. Sayangnya alat tersebut tidak sesuai harapan dan saat ini tidak bisa digunakan.

“Tidak tahu di mana sekarang barangnya, miliaran rupiah jadi sia-sia. Dulu kami inginkan portal gate, yang dibeli malah mobil X-ray,” imbuhnya.

Baca Juga:  Reses, Anggota DPD RI AA Gde Agung Sumbang APD ke Pemkab Klungkung

Menurutnya, Pemprov Bali sudah tidak mungkin memberikan hibah lagi karena tidak memiliki cukup dana.

Sehingga salah satu solusinya adalah dengan mengusulkan ke pusat, agar pintu masuk Bali di ujung barat ini diperhatikan dengan diberikan sarana alat pengamanan yang lebih canggih.



RadarBali.com  – Penangkapan pengedar narkoba yang dikirim melalui Pelabuhan Gilimanuk oleh kepolisian mendapat sorotan anggota DPRD Bali I Nengah Tamba.

Seringnya ada penangkapan bandar atau kurir narkoba jadi bukti Pelabuhan Gilimanuk merupakan salah satu jalur peredaran narkoba ke Bali. 

Menurut politisi Demokrat ini, keberadaan piranti keamanan canggih di Pelabuhan Gilimanuk sangat diperlukan.

Misalnya, portal gate yang canggih untuk mendeteksi barang-barang berbahaya masuk Bali. “Saya apresiasi dengan kepolisian sudah berhasil mengungkap kasus narkoba, tapi kemungkinan masih ada yang lolos,” jelasnya.

Dengan pola pemeriksaan manual seperti sekarang ini, sangat rawan dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk masuk Bali.

Petugas juga tidak mungkin bisa mendeteksi barang-barang berbahaya yang masuk jika diletakkan ditempat paling tersembunyi.”Apalagi hujan, siapa yang mau periksa barang-barang,” imbuhnya.

Baca Juga:  Di Tengah Pandemi, Koster Garap Proyek Pelabuhan di Nusa Ceningan

Peralatan canggih untuk menjaga Bali ini saat ini sangat dibutuhkan karena Bali akan menjadi tuan rumah International Monetary Fund-World Bank (IMF-WB) Annual Meeting 2018 di Nusa Dua.

Selain bisa mendeteksi narkoba, benda bahaya lain yang dibawa pelaku kejahatan seperti teroris bisa terdeteksi.

Sejatinya, kata Tamba, masalah penambahan sarana dan prasarana pengamanan Bali di Pelabuhan Gilimanuk sudah sering dibahas.

Bahkan, pemerintah provinsi Bali sudah mengucurkan dana Rp 50 miliar lebih untuk membeli mobile X-ray. Sayangnya alat tersebut tidak sesuai harapan dan saat ini tidak bisa digunakan.

“Tidak tahu di mana sekarang barangnya, miliaran rupiah jadi sia-sia. Dulu kami inginkan portal gate, yang dibeli malah mobil X-ray,” imbuhnya.

Baca Juga:  Belasan Warga Tertangkap Basah Gunakan Suket Rapid Test Kadaluwarsa

Menurutnya, Pemprov Bali sudah tidak mungkin memberikan hibah lagi karena tidak memiliki cukup dana.

Sehingga salah satu solusinya adalah dengan mengusulkan ke pusat, agar pintu masuk Bali di ujung barat ini diperhatikan dengan diberikan sarana alat pengamanan yang lebih canggih.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/