alexametrics
25.4 C
Denpasar
Friday, August 19, 2022

Sriani Tak Terima Asuransi, Disnaker: Itu Karena Dia Berangkat Sendiri

RadarBali.com – Jasad Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Ni Wayan Sriani, 38, warga Banjar Bentuyung, Kelurahan Ubud, yang meninggal Rabu lalu (6/9) terkatung-katung di Nigeria.

Pihak keluarga kesulitan memulangkan jasad Sriani yang meninggal akibat jatuh di kamar mandi. Pemerintah juga tidak berbuat banyak

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Gianyar, Anak Agung Dalem Jagadita, mengaku masalah Sriani ini sudah direlakan oleh keluarganya.

“Keputusan keluarga kan dikuburkan di sana,” ujar Dalem Jagadita kepada wartawan. Mengenai asuransi kematian atau sejenisnya, diakui Jagadita tidak ada bagi Sriani.

“Karena berangkat sendirian, tidak ada asuransinya,” terangnya. Diakui Jagadita, minta warga Gianyar menjadi TKI cukup tinggi. Data terakhir, jumlahnya hampir menyentuh 700 orang per tahun.

Baca Juga:  Jenazah Dibawa ke Jakarta, Bali United Kehilangan Sosok Lelhy Spaso

“Itu banyak faktor, bisa karena dilihat dari pendapatan yang berbeda,” jelasnya. Lanjut Jagadita, TKI Gianyar juga tidak saja bekerja di sektor spa.

“Ada juga sektor cruise (kapal pesiar, red),” tandasnya. Mengenai lapangan pekerjaan di Gianyar, pihaknya mengaku tidak kalah. Gianyar merupakan jujukan wisatawan mancanegara.



RadarBali.com – Jasad Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Ni Wayan Sriani, 38, warga Banjar Bentuyung, Kelurahan Ubud, yang meninggal Rabu lalu (6/9) terkatung-katung di Nigeria.

Pihak keluarga kesulitan memulangkan jasad Sriani yang meninggal akibat jatuh di kamar mandi. Pemerintah juga tidak berbuat banyak

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Gianyar, Anak Agung Dalem Jagadita, mengaku masalah Sriani ini sudah direlakan oleh keluarganya.

“Keputusan keluarga kan dikuburkan di sana,” ujar Dalem Jagadita kepada wartawan. Mengenai asuransi kematian atau sejenisnya, diakui Jagadita tidak ada bagi Sriani.

“Karena berangkat sendirian, tidak ada asuransinya,” terangnya. Diakui Jagadita, minta warga Gianyar menjadi TKI cukup tinggi. Data terakhir, jumlahnya hampir menyentuh 700 orang per tahun.

Baca Juga:  Rektor Ngurah Rai Ingin Abadikan Wirata Sindhu Jadi Nama Auditorium

“Itu banyak faktor, bisa karena dilihat dari pendapatan yang berbeda,” jelasnya. Lanjut Jagadita, TKI Gianyar juga tidak saja bekerja di sektor spa.

“Ada juga sektor cruise (kapal pesiar, red),” tandasnya. Mengenai lapangan pekerjaan di Gianyar, pihaknya mengaku tidak kalah. Gianyar merupakan jujukan wisatawan mancanegara.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/