alexametrics
26.5 C
Denpasar
Tuesday, July 5, 2022

45 Perusahaan Bangkrut, 135 Pekerja Di-PHK dan 2.295 Orang Dirumahkan

SINGARAJA–Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Buleleng mencatat, ada sebanyak 45 perusahaan mengalami bangkrut alias tutup akibat terdampak pandemi Covid-19

 

Akibat tutupnya puluhan perusahaan, sebanyak 135 pekerja terkena pemutusan hubungan kerja (PHK), dan sebanyak 2.295 pekerja lainnya dirumahkan.

 

Seperti disampaikan Kepala Disnaker Kabupaten Buleleng, Ni Made Dwi Priyanti Putri, Selasa (13/10).

 

Ditemui di kantornya, Dwi Priyanti merinci, tutupnya puluhan perusahaan di Buleleng tersebut merupakan data yang diterima Disnaker dari sejak Mei-Oktober 2020.

 

Terbanyak, perusahan yang tutup akibat pandemi Covid-19, ini yakni perusahan yang bergerak di sektor Pariwisata seperti perhotelan dan restoran.

 

Kata Dwi Priyanti, sejumlah perusahaan ini terpaksa melakukan PHK dan merumahkan pekerja karena perusahaan tidak mampu memberikan upah akibat sepinya wisatawan yang datang ke Bali atau Buleleng pada khususnya.

 

Bahkan, meski dari data jumlah pekerja yang di-PHK dan dirumahkan di Buleleng cukup banyak, pihaknya memprediksi jika angka tersebut masih akan terus bertambah seiring dengan belum adanya kepastian kapan wabah Corona selesai.

 

“Kami tidak tahu pasti sampai kapan (PHK dan perumahan pekerja) ini akan selesai. Namun selama pandemi Covid-19 berlangsung, maka kondisi ini masih akan terus terjadi,” tegas Dwi Priyanti.

 

Untuk itu, dengan terus bertambahnya jumlah korban PHK di Buleleng, selaku kadisnaker, Dwi Priyanti menyarankan kepada karyawan/pekerja yang terkena dampak untuk mengikuti program atau bantuan-bantuan yang digelontor dari pemerintah pusat. Seperti BLT, kartu prakerja dan bantuan stimulan lainnya.

“Kami juga berharap agar setiap perusahan yang telah menutup operasional bisnis usaha mereka agar dapat melapor. Begitu pula sebaliknya para karyawan agar mempermudah melakukan pendataan,” pungkasnya.



SINGARAJA–Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Buleleng mencatat, ada sebanyak 45 perusahaan mengalami bangkrut alias tutup akibat terdampak pandemi Covid-19

 

Akibat tutupnya puluhan perusahaan, sebanyak 135 pekerja terkena pemutusan hubungan kerja (PHK), dan sebanyak 2.295 pekerja lainnya dirumahkan.

 

Seperti disampaikan Kepala Disnaker Kabupaten Buleleng, Ni Made Dwi Priyanti Putri, Selasa (13/10).

 

Ditemui di kantornya, Dwi Priyanti merinci, tutupnya puluhan perusahaan di Buleleng tersebut merupakan data yang diterima Disnaker dari sejak Mei-Oktober 2020.

 

Terbanyak, perusahan yang tutup akibat pandemi Covid-19, ini yakni perusahan yang bergerak di sektor Pariwisata seperti perhotelan dan restoran.

 

Kata Dwi Priyanti, sejumlah perusahaan ini terpaksa melakukan PHK dan merumahkan pekerja karena perusahaan tidak mampu memberikan upah akibat sepinya wisatawan yang datang ke Bali atau Buleleng pada khususnya.

 

Bahkan, meski dari data jumlah pekerja yang di-PHK dan dirumahkan di Buleleng cukup banyak, pihaknya memprediksi jika angka tersebut masih akan terus bertambah seiring dengan belum adanya kepastian kapan wabah Corona selesai.

 

“Kami tidak tahu pasti sampai kapan (PHK dan perumahan pekerja) ini akan selesai. Namun selama pandemi Covid-19 berlangsung, maka kondisi ini masih akan terus terjadi,” tegas Dwi Priyanti.

 

Untuk itu, dengan terus bertambahnya jumlah korban PHK di Buleleng, selaku kadisnaker, Dwi Priyanti menyarankan kepada karyawan/pekerja yang terkena dampak untuk mengikuti program atau bantuan-bantuan yang digelontor dari pemerintah pusat. Seperti BLT, kartu prakerja dan bantuan stimulan lainnya.

“Kami juga berharap agar setiap perusahan yang telah menutup operasional bisnis usaha mereka agar dapat melapor. Begitu pula sebaliknya para karyawan agar mempermudah melakukan pendataan,” pungkasnya.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/