alexametrics
27.6 C
Denpasar
Thursday, July 7, 2022

Karya Eka Wiryastuti: Awal 133 Km, Lengser 160 Km Jalan Rusak Berat

TABANAN – Di tengah kasus dugaan korupsi dana insentif daerah (DID) Tahun 2018 yang sedang membelit mantan Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, sejumlah kalangan, seperti warganet menyinggung masalah jalan rusak di Kabupaten Tabanan.

 

“Gimana jalan 2 di Tabanan nggak rusak orang yg berkuasa di Tabanan ratunya tikus got,” kata IDewa ******** dalam kolom komentar di Group FB, Parlemen Medsos Bali, terkait berita pemeriksaan Mantan Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti oleh KPK, 11 November 2021 lalu.

 

Lantas, bagaimana kondisi jalan di Tabanan sebelum dan sesudah Eka Wiryastuti menjabat sebagai bupati Tabanan?

 

Dari penelusuran radarbali.id, terungkap bahwa jalan rusak berat di Tabanan sebelum atau awal Eka Wiryastuti menjabat, atau pada tahun 2010 adalah 133,41 kilometer.

 

Jalan rusak berat sepanjang 133,41 kilometer adalah buah karya ayah Eka Wiryastuti, Nyoman Adi Wiryatama yang menjabat dua periode yakni 2000-2005 dan 2005-2010.

 

Data itu tertuang dalam laporan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tabanan tahun 2011. Yakni Tabanan dalam Angka 2011 yang bisa diunduh bebas melalui tabanankab.bps.go.id.

 

Lebih rinci lagi, dari laporan BPS itu, panjang jalan berstatus jalan kabupaten di Kabupaten Tabanan pada tahun 2010 sepanjang 860,5 kilometer. Jalan kondisi baik 226,88 km, sedang (297,46 km), rusak (203,2 km), dan kondisi rusak berat 133,41 km.

 

Masih dari website yang sama, juga terdapat laporan Tabanan dalam Angka 2021. Pada halaman 211 terungkap bahwa panjang jalan kabupaten di Tabanan tahun 2010 atau menjelang Eka Wiryastuti Lengser sepanjang 863,218 km. Artinya meningkat 2,7 kilometer. Diketahui, Eka Wiryastuti lengser pada Februari 2021.

 

Sedangkan untuk kondisi jalan pada tahun 2020 dalam kondisi baik sepanjang 684,23 km, dalam kondisi sedang (61 km), rusak (12,303 km), sedangkan yang dalam kondisi rusak berat atau severely damage sepanjang 160,585 kilometer.

 

Bila dilihat dari kondisi jalan rusak berat, memang peninggalan Eka Wiryastuti lebih buruk dari ayahnya, Nyoman Adi Wiryatama. Namun tidak dengan kondisi jalan berstatus baik.

 

Padahal, dalam beberapa kali kesempatan, Eka Wiryastuti sering berjanji menuntaskan jalan rusak.

 

 “Mudah-mudahan 2017 selesai masalah jalan,” kata Eka Wiryastuti seperti dilansir dari Tempo.co tahun 2016 lalu.



TABANAN – Di tengah kasus dugaan korupsi dana insentif daerah (DID) Tahun 2018 yang sedang membelit mantan Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, sejumlah kalangan, seperti warganet menyinggung masalah jalan rusak di Kabupaten Tabanan.

 

“Gimana jalan 2 di Tabanan nggak rusak orang yg berkuasa di Tabanan ratunya tikus got,” kata IDewa ******** dalam kolom komentar di Group FB, Parlemen Medsos Bali, terkait berita pemeriksaan Mantan Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti oleh KPK, 11 November 2021 lalu.

 

Lantas, bagaimana kondisi jalan di Tabanan sebelum dan sesudah Eka Wiryastuti menjabat sebagai bupati Tabanan?

 

Dari penelusuran radarbali.id, terungkap bahwa jalan rusak berat di Tabanan sebelum atau awal Eka Wiryastuti menjabat, atau pada tahun 2010 adalah 133,41 kilometer.

 

Jalan rusak berat sepanjang 133,41 kilometer adalah buah karya ayah Eka Wiryastuti, Nyoman Adi Wiryatama yang menjabat dua periode yakni 2000-2005 dan 2005-2010.

 

Data itu tertuang dalam laporan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tabanan tahun 2011. Yakni Tabanan dalam Angka 2011 yang bisa diunduh bebas melalui tabanankab.bps.go.id.

 

Lebih rinci lagi, dari laporan BPS itu, panjang jalan berstatus jalan kabupaten di Kabupaten Tabanan pada tahun 2010 sepanjang 860,5 kilometer. Jalan kondisi baik 226,88 km, sedang (297,46 km), rusak (203,2 km), dan kondisi rusak berat 133,41 km.

 

Masih dari website yang sama, juga terdapat laporan Tabanan dalam Angka 2021. Pada halaman 211 terungkap bahwa panjang jalan kabupaten di Tabanan tahun 2010 atau menjelang Eka Wiryastuti Lengser sepanjang 863,218 km. Artinya meningkat 2,7 kilometer. Diketahui, Eka Wiryastuti lengser pada Februari 2021.

 

Sedangkan untuk kondisi jalan pada tahun 2020 dalam kondisi baik sepanjang 684,23 km, dalam kondisi sedang (61 km), rusak (12,303 km), sedangkan yang dalam kondisi rusak berat atau severely damage sepanjang 160,585 kilometer.

 

Bila dilihat dari kondisi jalan rusak berat, memang peninggalan Eka Wiryastuti lebih buruk dari ayahnya, Nyoman Adi Wiryatama. Namun tidak dengan kondisi jalan berstatus baik.

 

Padahal, dalam beberapa kali kesempatan, Eka Wiryastuti sering berjanji menuntaskan jalan rusak.

 

 “Mudah-mudahan 2017 selesai masalah jalan,” kata Eka Wiryastuti seperti dilansir dari Tempo.co tahun 2016 lalu.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/