alexametrics
24.8 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Detik-detik Belasan Rumah Hancur di Jembrana Diterjang Puting Beliung

NEGARA – Hujan lebat disertai angin kencang yang terjadi pada Kamis (12/12) petang, menyebabkan sejumlah rumah di Desa Tukadaya rusak.

Belasan rumah warga yang rusak diterjang angin puting beliung atap rumah terbang dan mengalami kerusakan parah hingga menyebabkan kerugian puluhan juta rupiah.

Menurut informasi, angin puting beliung terjadi saat hujan lebat yang terjadi di hampir seluruh Jembrana pada Kamis petang sekitar pukul 17.00 wita.

Angin datang cukup kencang tiba-tiba menyapu belasan rumah yang dekat dengan lahan pertanian. Sebagian besar rumah warga yang terdampak mengalami rusak pada atap rumah.

“Gentengnya berjatuhan semua,” kata Ketut Nori, 50, warga Banjar Berawantangi, Desa Tukadaya. Sebanyak sebelas rumah yang rusak di Banjar Berawantangi.

Kerusakan terparah dialami Ketut Sunika. Atap rumahnya rusak parah dan tembok retak. Selain itu, dapur dari asbes terbang hancur.

“Saya kebetulan lagi kerja, sampai rumah sudah hancur begini,” ujar Sunika. Perbekel Tukadaya I Made Budi Utama mengatakan, kerusakan rumah karena angin puting beliung tersebut terjadi sekitar pukul 17. 30 wita.

Baca Juga:  Abrasi Pantai Pebuahan Meluas, Rumah Rusak Terus Bertambah

Selain sebelas rumah di Banjar Berawantangi, tempat penggilingan padi milik warga di Banjar Sarikuning Tulungagung, Desa Tukadaya, juga mengalami kerusakan pada atap bagian depan dan bale bengong.

“Tidak ada korban jiwa, seluruh penghuni rumah selamat dari kejadian tersebut,” tegasnya. Personil dari Polsek Melaya, Polres Jembrana,

BPBD Jembrana dan warga, Jumat (13/12) pagi melakukan gotong royong membersihkan rumah yang tersapu angin puting beling di Banjar Berawantangi.

Atap rumah warga yang rasuk sementara menggunakan terpal selama menunggu proses perbaikan rumah. 

“Selama setelah kejadian (Kamis malam) kami sudah datang melakukan pendataan dan berikan bantuan pada warga yang rumahnya rusak.

Pagi ini pembersihan lokasi dari material bangunan yang rusak,” kata Kapolsek Melaya Kompol I Ketut Wijaya Kusuma.

Musim hujan yang mulai merata terjadi di wilayah Jembrana ini, juga menyebabkan rumah warga di Banjar Melaya Tengah Kelod.

Baca Juga:  Di Tengah Corona, Bocah 9 Tahun di Buleleng Meninggal Dunia Karena DB

Rumah warga yang terbuat dari gedek rusak pada bagian dindingnya. Selain itu, sebuah pohon besar di Kelurahan Banjar Tengah, Kecamatan Negara tumbang dan menutup jalan.

Kepala Pelaksana BPBD Jembrana I Ketut Eko Susilo Artha Permana mengatakan, pada perubahan cuaca dari musim kemarau pada musim hujan ini, rawan terjadi hujan disertai dengan angin kencang.

Pihaknya mengimbau pada warga untuk selalu waspada. Bagi yang tinggal di wilayah perbukitan rawan terjadi longsor dan banjir di wilayah hilir.

“Pohon tumbang juga rawan terjadi, karena itu warga kami imbau untuk selalu waspada,” terangnya.

Menghadapi musim hujan ini, pihaknya sudah siagakan sebanyak 8 orang personil setiap piket untuk mengantisipasi terjadinya bencana ditambah dengan regu cadangan.

“Tim kami selalu siaga, jika ada kejadian akibat hujan dan angin kami imbau untuk menghubungi kami, bisa melalui perangkat desa setempat agar bisa segara ditangani,” tandasnya. 



NEGARA – Hujan lebat disertai angin kencang yang terjadi pada Kamis (12/12) petang, menyebabkan sejumlah rumah di Desa Tukadaya rusak.

Belasan rumah warga yang rusak diterjang angin puting beliung atap rumah terbang dan mengalami kerusakan parah hingga menyebabkan kerugian puluhan juta rupiah.

Menurut informasi, angin puting beliung terjadi saat hujan lebat yang terjadi di hampir seluruh Jembrana pada Kamis petang sekitar pukul 17.00 wita.

Angin datang cukup kencang tiba-tiba menyapu belasan rumah yang dekat dengan lahan pertanian. Sebagian besar rumah warga yang terdampak mengalami rusak pada atap rumah.

“Gentengnya berjatuhan semua,” kata Ketut Nori, 50, warga Banjar Berawantangi, Desa Tukadaya. Sebanyak sebelas rumah yang rusak di Banjar Berawantangi.

Kerusakan terparah dialami Ketut Sunika. Atap rumahnya rusak parah dan tembok retak. Selain itu, dapur dari asbes terbang hancur.

“Saya kebetulan lagi kerja, sampai rumah sudah hancur begini,” ujar Sunika. Perbekel Tukadaya I Made Budi Utama mengatakan, kerusakan rumah karena angin puting beliung tersebut terjadi sekitar pukul 17. 30 wita.

Baca Juga:  Kali Kedua Jadi Korban Gunung Agung, Sriasih: Saya Trauma Berat

Selain sebelas rumah di Banjar Berawantangi, tempat penggilingan padi milik warga di Banjar Sarikuning Tulungagung, Desa Tukadaya, juga mengalami kerusakan pada atap bagian depan dan bale bengong.

“Tidak ada korban jiwa, seluruh penghuni rumah selamat dari kejadian tersebut,” tegasnya. Personil dari Polsek Melaya, Polres Jembrana,

BPBD Jembrana dan warga, Jumat (13/12) pagi melakukan gotong royong membersihkan rumah yang tersapu angin puting beling di Banjar Berawantangi.

Atap rumah warga yang rasuk sementara menggunakan terpal selama menunggu proses perbaikan rumah. 

“Selama setelah kejadian (Kamis malam) kami sudah datang melakukan pendataan dan berikan bantuan pada warga yang rumahnya rusak.

Pagi ini pembersihan lokasi dari material bangunan yang rusak,” kata Kapolsek Melaya Kompol I Ketut Wijaya Kusuma.

Musim hujan yang mulai merata terjadi di wilayah Jembrana ini, juga menyebabkan rumah warga di Banjar Melaya Tengah Kelod.

Baca Juga:  Buang Sampah Sembarangan, Warga Siap-Siap Didenda Rp 500 Ribu

Rumah warga yang terbuat dari gedek rusak pada bagian dindingnya. Selain itu, sebuah pohon besar di Kelurahan Banjar Tengah, Kecamatan Negara tumbang dan menutup jalan.

Kepala Pelaksana BPBD Jembrana I Ketut Eko Susilo Artha Permana mengatakan, pada perubahan cuaca dari musim kemarau pada musim hujan ini, rawan terjadi hujan disertai dengan angin kencang.

Pihaknya mengimbau pada warga untuk selalu waspada. Bagi yang tinggal di wilayah perbukitan rawan terjadi longsor dan banjir di wilayah hilir.

“Pohon tumbang juga rawan terjadi, karena itu warga kami imbau untuk selalu waspada,” terangnya.

Menghadapi musim hujan ini, pihaknya sudah siagakan sebanyak 8 orang personil setiap piket untuk mengantisipasi terjadinya bencana ditambah dengan regu cadangan.

“Tim kami selalu siaga, jika ada kejadian akibat hujan dan angin kami imbau untuk menghubungi kami, bisa melalui perangkat desa setempat agar bisa segara ditangani,” tandasnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/