alexametrics
29.8 C
Denpasar
Sunday, May 22, 2022

Puluhan Rumah Masih Terendam Banjir, Bantuan Mulai Disalurkan

SEMARAPURA- Bantuan untuk korban banjir bandang di sejumlah desa di Kecamatan Nusa Penida, akhirnya disalurkan.

 

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kabupaten Klungkung I Gusti Gede Putra Mahajaya mengungkapkan, ada sebanyak 120 kasur, 75 paket peralatan dapur dan 180 paket sembako yang disalurkan kepada warga terdampak banjir bandang di Desa Batununggul, Kutampi Kaler, dan Ped.

 

Mahajaya mengatakan, khusus untuk Desa Ped, dapur umum juga didirikan lantaran sejumlah rumah warga di desa tersebut masih terendam banjir hingga Selasa (14/12). “Untuk awal, dapur umum ini akan didirikan selama tiga hari. Namun, sepanjang perlu bantuan, maka akan kami bantu. Untuk hari pertama kami akan siapkan untuk 120 jiwa dulu. Kalau besok ada permintaan maka akan kami tambah,” jelasnya.

Baca Juga:  Dua Banjar di Nusa Penida Kampanyekan Jangan Takut Makan Daging Babi

 

Sementara itu, Kalaksa BPBD Klungkung, Putu Widiada menjelaskan warga Nusa Penida secara umum sudah mulai beraktivitas seperti biasa sambil membersihkan sisa lumpur. Pun dengan air PDAM yang sempat tidak bisa dinikmati ribuan pelanggan, kemarin sudah mengalir. “Untuk air sudah mengalir,” katanya.

- Advertisement -

 

Untuk kerusakan fasilitas umum seperti jalan dan jembatan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Kawasan Permukiman Klungkung I Made Jati Laksana mengaku masih melakukan pendataan. Namun, kerusakan jalan terparah terjadi di Desa Ped.

 

Menurutnya, jalan rusak itu harus segera ditangani agar aktivitas masyarakat tidak terganggu. Selain juga agar kerusakan tidak tambah parah yang pada akhirnya butuh anggaran besar. “Untuk kebutuhan anggaran masih dihitung sambil menunggu SK Bupati Klungkung berkaitan dengan status bencana sehingga perbaikan bisa dilakukan memanfaatkan dana BTT,” terangnya.

Baca Juga:  Waduh, 17.234 Anak Bumi Serombotan Belum Miliki Akta Kelahiran

 

Sementara itu, Perbekel Desa Ped, I Wayan Darwata mengungkapkan hingga saat ini sejumlah rumah warganya masih terendam banjir sehingga terpaksa mengungsi di rumah kerabat. Bahkan ada sekitar 87 warganya yang sempat terisolir dan kesulitan mendapatkan makanan dan air bersih.

 

“Setelah saya mengadu ke Bupati, beruntung ada bantuan dari Dinas Sosial dengan membangun dapur umum. Air PDAM sempat mati pasca banjir bandang, dan pagi tadi sudah kembali hidup,” jelasnya.

 

Lebih lanjut diungkapkannya, warganya hingga saat ini masih diliputi rasa waswas adanya banjir bandang susulan. Apalagi wilayah itu kembali diguyur hujan kemarin.

- Advertisement -

SEMARAPURA- Bantuan untuk korban banjir bandang di sejumlah desa di Kecamatan Nusa Penida, akhirnya disalurkan.

 

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kabupaten Klungkung I Gusti Gede Putra Mahajaya mengungkapkan, ada sebanyak 120 kasur, 75 paket peralatan dapur dan 180 paket sembako yang disalurkan kepada warga terdampak banjir bandang di Desa Batununggul, Kutampi Kaler, dan Ped.

 

Mahajaya mengatakan, khusus untuk Desa Ped, dapur umum juga didirikan lantaran sejumlah rumah warga di desa tersebut masih terendam banjir hingga Selasa (14/12). “Untuk awal, dapur umum ini akan didirikan selama tiga hari. Namun, sepanjang perlu bantuan, maka akan kami bantu. Untuk hari pertama kami akan siapkan untuk 120 jiwa dulu. Kalau besok ada permintaan maka akan kami tambah,” jelasnya.

Baca Juga:  Mabisaka dan Pimsaka Dirgantara Bali Masa Bhakti 2021-2024 Dilantik

 

Sementara itu, Kalaksa BPBD Klungkung, Putu Widiada menjelaskan warga Nusa Penida secara umum sudah mulai beraktivitas seperti biasa sambil membersihkan sisa lumpur. Pun dengan air PDAM yang sempat tidak bisa dinikmati ribuan pelanggan, kemarin sudah mengalir. “Untuk air sudah mengalir,” katanya.

 

Untuk kerusakan fasilitas umum seperti jalan dan jembatan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Kawasan Permukiman Klungkung I Made Jati Laksana mengaku masih melakukan pendataan. Namun, kerusakan jalan terparah terjadi di Desa Ped.

 

Menurutnya, jalan rusak itu harus segera ditangani agar aktivitas masyarakat tidak terganggu. Selain juga agar kerusakan tidak tambah parah yang pada akhirnya butuh anggaran besar. “Untuk kebutuhan anggaran masih dihitung sambil menunggu SK Bupati Klungkung berkaitan dengan status bencana sehingga perbaikan bisa dilakukan memanfaatkan dana BTT,” terangnya.

Baca Juga:  “Saya Dianggap Kotoran, Saya Tahu Diri, Jadi Saya Harus Keluar”

 

Sementara itu, Perbekel Desa Ped, I Wayan Darwata mengungkapkan hingga saat ini sejumlah rumah warganya masih terendam banjir sehingga terpaksa mengungsi di rumah kerabat. Bahkan ada sekitar 87 warganya yang sempat terisolir dan kesulitan mendapatkan makanan dan air bersih.

 

“Setelah saya mengadu ke Bupati, beruntung ada bantuan dari Dinas Sosial dengan membangun dapur umum. Air PDAM sempat mati pasca banjir bandang, dan pagi tadi sudah kembali hidup,” jelasnya.

 

Lebih lanjut diungkapkannya, warganya hingga saat ini masih diliputi rasa waswas adanya banjir bandang susulan. Apalagi wilayah itu kembali diguyur hujan kemarin.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/