alexametrics
28.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Rumah Hancur, Komang Damai Bingung Mau Tinggal di Mana

Banjir bandang yang terjadi di Nusa Penida, Klungkung, Senin dini hari (13/12) menimbulkan kerusakan yang sangat besar. Kerugian material dirasakan warga di tengah tertekan secara ekonomi oleh pandemi Covid-19.

 

DEWA AYU PITRI ARISANTI, Nusa Penida

 

KOMANG Damai, salah seorang warga Desa Ped, Kecamatan Nusa Penida hanya bisa menatap nanar rumahnya yang hancur dihantam banjir bandang.

Hujan deras yang mengguyur desa itu sejak Minggu malam (13/12) membuatnya sempat merasa khawatir sehingga ia memilih tidur di rumah mertua yang tidak jauh dari rumahnya.

Naas, dini hari dia mendapat kabar rumahnya dihantam banjir bandang namun hanya bagian dapur yang hancur.

 

Baru saja berhasil menyelamatkan mobil yang terparkir di halaman rumah, ia melihat rumahnya sudah disapu air.

Baca Juga:  Payah…Sebulan, Sopir Trans Serasi Belum Dibayar

 

“Rumah saya hancur. Perabotan rumah, dan dua sepeda motor tertimbun. Baju dan buku anak-anak hanyut semua makanya tadi tidak sekolah,” katanya.

 

Ia yang saat peristiwa itu terjadi hanya bisa menyelamatkan mobil dan baju yang melekat di badan mulai kebingungan. Sebab ia tidak punya tempat tinggal lagi, bahkan lahan untuk membangun rumah juga tidak ada.

 

“Sekarang saya numpang di rumah mertua. Saya bingung mau tinggal di mana,” tandasnya.

 

Melihat musibah yang menimpa warganya, Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta bersama tim penanggulangan bencana dan Forkompinda Kabupaten Klungkung memantau langsung situasi bencana banjir bandang di Nusa Penida, Senin (13/12).

 

“Kejadian ini benar-benar di luar dugaan. Banjir bandang ini menghancurkan akses publik, jembatan putus dan objek wisata dan sumber mata air penida juga diterjang banjir,” ujarnya.

Baca Juga:  Listrik di Nusa Penida Byar Pet, PLN Salahkan Tokek, Tikus, dan Ular

 

Menurutnya Pemkab Klungkung tidak bisa sendiri dalam menangani bencana sebesar ini. Butuh dukungan dari Pemprov Bali, pemerintah pusat, warga Nusa Penida itu sendiri untuk dapat segera menangani dampak bencana tersebut.

 

“Nusa Penida dengan segala statusnya harus mendapatkan penanganan serius dan perhatian serius dari pemerintah pusat,” jelas Bupati asal Nusa Ceningan itu.

 

Bupati suwirta juga mengingatkan kepada masyarakat, terutamanya para pelaku pariwisata dalam membangun tidak boleh sembarangan.

 

“Tolong berikan ruang untuk aliran air ini untuk mengalir ke laut jangan sampai tertahan menyebabkan pendangkalan sehingga pergerakan air semakin meluap ke mana-mana,” tandasnya.


Banjir bandang yang terjadi di Nusa Penida, Klungkung, Senin dini hari (13/12) menimbulkan kerusakan yang sangat besar. Kerugian material dirasakan warga di tengah tertekan secara ekonomi oleh pandemi Covid-19.

 

DEWA AYU PITRI ARISANTI, Nusa Penida

 

KOMANG Damai, salah seorang warga Desa Ped, Kecamatan Nusa Penida hanya bisa menatap nanar rumahnya yang hancur dihantam banjir bandang.

Hujan deras yang mengguyur desa itu sejak Minggu malam (13/12) membuatnya sempat merasa khawatir sehingga ia memilih tidur di rumah mertua yang tidak jauh dari rumahnya.

Naas, dini hari dia mendapat kabar rumahnya dihantam banjir bandang namun hanya bagian dapur yang hancur.

 

Baru saja berhasil menyelamatkan mobil yang terparkir di halaman rumah, ia melihat rumahnya sudah disapu air.

Baca Juga:  Babi Mati di Bungkulan Terus Bertambah, BB Veteriner Turun ke Buleleng

 

“Rumah saya hancur. Perabotan rumah, dan dua sepeda motor tertimbun. Baju dan buku anak-anak hanyut semua makanya tadi tidak sekolah,” katanya.

 

Ia yang saat peristiwa itu terjadi hanya bisa menyelamatkan mobil dan baju yang melekat di badan mulai kebingungan. Sebab ia tidak punya tempat tinggal lagi, bahkan lahan untuk membangun rumah juga tidak ada.

 

“Sekarang saya numpang di rumah mertua. Saya bingung mau tinggal di mana,” tandasnya.

 

Melihat musibah yang menimpa warganya, Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta bersama tim penanggulangan bencana dan Forkompinda Kabupaten Klungkung memantau langsung situasi bencana banjir bandang di Nusa Penida, Senin (13/12).

 

“Kejadian ini benar-benar di luar dugaan. Banjir bandang ini menghancurkan akses publik, jembatan putus dan objek wisata dan sumber mata air penida juga diterjang banjir,” ujarnya.

Baca Juga:  Fix, Korban Banjir Bandang Biluk Poh Dibantu Bedah Rumah Rp 30 juta

 

Menurutnya Pemkab Klungkung tidak bisa sendiri dalam menangani bencana sebesar ini. Butuh dukungan dari Pemprov Bali, pemerintah pusat, warga Nusa Penida itu sendiri untuk dapat segera menangani dampak bencana tersebut.

 

“Nusa Penida dengan segala statusnya harus mendapatkan penanganan serius dan perhatian serius dari pemerintah pusat,” jelas Bupati asal Nusa Ceningan itu.

 

Bupati suwirta juga mengingatkan kepada masyarakat, terutamanya para pelaku pariwisata dalam membangun tidak boleh sembarangan.

 

“Tolong berikan ruang untuk aliran air ini untuk mengalir ke laut jangan sampai tertahan menyebabkan pendangkalan sehingga pergerakan air semakin meluap ke mana-mana,” tandasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/