alexametrics
27.6 C
Denpasar
Friday, May 20, 2022

Terburuk Sepanjang Sejarah, Wisman ke Bali Hanya 45 Orang pada 2021

DENPASAR – Dinas Pariwisata Provinsi Bali mencatat, pada tahun 2021 ini, jumlah wisatawan mancanegara (Wisman) yang datang ke Bali tidak kosong alias nol. Yakni ada 

 

“Ada kunjungan wisman sebanyak 45 orang. Ini dari yang tiba di Pelabuhan Benoa, Kapal Yatch,” ujar Gunandika, selaku Kasi Pengembangan Pasar Pariwisata dari Dinas Pariwisata Provinsi Bali pada Senin (13/12/2021).

 

Dijelaskan, 45 orang wisman tersebut datang pada bulan Januari sebanyak 10 orang, Februari 12 orang, Maret 3 orang, April 9 orang, Mei 8 orang, Juni 1 orang, Juli – September tak ada yang datang.

 

Kemudian pada bulan Oktober ada 2 Wisman yang datang dan selanjutnya hingga bulan Desember 2021 ini, belum ada wisman yang datang.

- Advertisement -

 

Bila dibandingkan dengan tahun lalu, atau 2020, jumlah kunjungan Wisman ke Bali dalam setahun masih sebanyak 1.050.504 orang. Bila dibandingkan pada tahun 2018 dan 2019, jumlah kunjungan ini juga sangat jauh. Pada 2018 mencapai 6.070.472, dan tahun 2019 sebanyak 6.275.210 wisman.

 

Baca Juga:  Ditimpa Covid, UMK Tabanan 2021 Diputuskan Tidak Naik

Sementara itu, untuk kunjungan wisatawan Nusantara (Wisnus) ke Bali berdasar data dari pihak Dinas Provinsi Bali selama 2021, ada sebanyak 3.672.002 orang Wisnus yang ke Bali.

 

Disisi lain, Gubernur Bali Wayan Koster sempat meminta komponen kalangan pariwisata di Bali untuk bersabar. Jika bablas, maka akan sangat sulit untuk memperbaikinya kembali.

 

Ketua Bali Tourism Board (BTB) Ida Bagus Agung Partha Adnyana pun mengatakan setiap kesabaran selalu ada batasnya. Maka, dalam hal ini, kejengkelan masyarakat pun harus diobati dengan kebijakan-kebijakan yang lebih pro terhadap rakyat.

 

“Jika diminta bersabar, ya, kita bersabar dulu. Kita lihat, apakah ada kebijakan yang prorakyat ke depannya? Secara pribadi saya juga minta maaf bila sempat menyinggung sejumlah pihak terkait hal ini. Semua serba sulit. Tentu kesehatan tetap yang utama,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Senin (13/12/2021).

 

Sebelumnya, pihak BTB mendapatkan informasi bahwa banyak event di Bali yang cancel jelang akhir tahun ini. Hal ini tak lepas dari ketidakjelasan pemerintah dalam menerapkan aturan.

Baca Juga:  Jadwal Penerbangan Internasional di Bandara Ngurah Rai Masih Kosong

 

Seperti penerapan PPKM level tiga, yang kemudian dibatalkan dan kemudian berubah nama menjadi Pembatasan Kegiatan Masyarakat di masa Natal dan Tahun Baru.

 

“Informasi yang saya dapatkan, banyak event yang cancel. Event-event kecil sih, tapi kalau dikali banyak, kan juga merugikan. Bisa sampai ribuan event,” katanya.

 

Terkait pembatalan PPKM Level 3, Agung Partha pun sepakat. Sebab, semua protokol kesehatan yang diminta pusat sudah dilakukan di Bali. Seperti tingkat vaksin yang tinggi, pengguna aplikasi Peduli Lindungi, penerapan PCR dan termasuk harga Antigen yang sudah turun.

 

Lalu apakah sepakat dengan acara Nataru diperbolehkan?

 

“Saran kami, adakan saja Nataru di ruang terbuka, jumlah tamu 50 persen dan dengan menggunakan antigen. Artinya dilakukan perayaan namun terkontrol. Toh hampir setiap hari ada odalan di Bali dengan ribuan umat yang datang. Harapan saya sih mereka bisa merayakan tahun baru tentu saja dengan menerapkan protokol kesehatan yang baik dan benar,” pungkasnya.

- Advertisement -

DENPASAR – Dinas Pariwisata Provinsi Bali mencatat, pada tahun 2021 ini, jumlah wisatawan mancanegara (Wisman) yang datang ke Bali tidak kosong alias nol. Yakni ada 

 

“Ada kunjungan wisman sebanyak 45 orang. Ini dari yang tiba di Pelabuhan Benoa, Kapal Yatch,” ujar Gunandika, selaku Kasi Pengembangan Pasar Pariwisata dari Dinas Pariwisata Provinsi Bali pada Senin (13/12/2021).

 

Dijelaskan, 45 orang wisman tersebut datang pada bulan Januari sebanyak 10 orang, Februari 12 orang, Maret 3 orang, April 9 orang, Mei 8 orang, Juni 1 orang, Juli – September tak ada yang datang.

 

Kemudian pada bulan Oktober ada 2 Wisman yang datang dan selanjutnya hingga bulan Desember 2021 ini, belum ada wisman yang datang.

 

Bila dibandingkan dengan tahun lalu, atau 2020, jumlah kunjungan Wisman ke Bali dalam setahun masih sebanyak 1.050.504 orang. Bila dibandingkan pada tahun 2018 dan 2019, jumlah kunjungan ini juga sangat jauh. Pada 2018 mencapai 6.070.472, dan tahun 2019 sebanyak 6.275.210 wisman.

 

Baca Juga:  Jadwal Penerbangan Internasional di Bandara Ngurah Rai Masih Kosong

Sementara itu, untuk kunjungan wisatawan Nusantara (Wisnus) ke Bali berdasar data dari pihak Dinas Provinsi Bali selama 2021, ada sebanyak 3.672.002 orang Wisnus yang ke Bali.

 

Disisi lain, Gubernur Bali Wayan Koster sempat meminta komponen kalangan pariwisata di Bali untuk bersabar. Jika bablas, maka akan sangat sulit untuk memperbaikinya kembali.

 

Ketua Bali Tourism Board (BTB) Ida Bagus Agung Partha Adnyana pun mengatakan setiap kesabaran selalu ada batasnya. Maka, dalam hal ini, kejengkelan masyarakat pun harus diobati dengan kebijakan-kebijakan yang lebih pro terhadap rakyat.

 

“Jika diminta bersabar, ya, kita bersabar dulu. Kita lihat, apakah ada kebijakan yang prorakyat ke depannya? Secara pribadi saya juga minta maaf bila sempat menyinggung sejumlah pihak terkait hal ini. Semua serba sulit. Tentu kesehatan tetap yang utama,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Senin (13/12/2021).

 

Sebelumnya, pihak BTB mendapatkan informasi bahwa banyak event di Bali yang cancel jelang akhir tahun ini. Hal ini tak lepas dari ketidakjelasan pemerintah dalam menerapkan aturan.

Baca Juga:  WALHI Desak Buka Masterplan, AP I Mangkir, Pelindo III Lempar Handuk

 

Seperti penerapan PPKM level tiga, yang kemudian dibatalkan dan kemudian berubah nama menjadi Pembatasan Kegiatan Masyarakat di masa Natal dan Tahun Baru.

 

“Informasi yang saya dapatkan, banyak event yang cancel. Event-event kecil sih, tapi kalau dikali banyak, kan juga merugikan. Bisa sampai ribuan event,” katanya.

 

Terkait pembatalan PPKM Level 3, Agung Partha pun sepakat. Sebab, semua protokol kesehatan yang diminta pusat sudah dilakukan di Bali. Seperti tingkat vaksin yang tinggi, pengguna aplikasi Peduli Lindungi, penerapan PCR dan termasuk harga Antigen yang sudah turun.

 

Lalu apakah sepakat dengan acara Nataru diperbolehkan?

 

“Saran kami, adakan saja Nataru di ruang terbuka, jumlah tamu 50 persen dan dengan menggunakan antigen. Artinya dilakukan perayaan namun terkontrol. Toh hampir setiap hari ada odalan di Bali dengan ribuan umat yang datang. Harapan saya sih mereka bisa merayakan tahun baru tentu saja dengan menerapkan protokol kesehatan yang baik dan benar,” pungkasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/