alexametrics
25.4 C
Denpasar
Wednesday, August 10, 2022

Banjir di Pekutatan Akibatkan Rumah Hancur, Ternak Hanyut, Jalan Putus

NEGARA – Banjir bandang di Desa Pulukan dan Medewi mengakibatkan kerusakan cukup parah. Hingga Jumat siang (15/1) di Pulukan ada laporan sebanyak 10 kepala keluarga yang terdampak dari banjir bandang tersebut.

Di Desa Pulukan, akibat banjir bandang yang terjadi pada Jumat malam satu rumah warga rusak berat dan beberapa rumah rusak ringan.

“Rumah yang rusak berat ada di pinggir sungai, rumah lainnya banyak lumpur dalam rumah,” ujar Perbekel Pulukan, I Wayan Arnawa.

Selain menyebabkan kerusakan rumah, hewan ternak warga juga hilang terbawa banjir. Tiga orang warga melaporkan kehilangan hewan ternak sapi 8 ekor dan kambing 3 ekor. Salah satu sapi yang hilang, sudah ditemukan di pinggir pantai dengan kondisi sudah mati di antara tumpukan sampah kayu yang terbawa banjir.

Dampak banjir terparah terjadi di Banjar Loloan, Desa Medewi. Satu rumah warga di bantaran sungai hanyut terbawa banjir, dua rumah mengalami rusak berat dan belasan rumah rusak ringan. Bahkan jalan terputus akibat tergerus air banjir bandang.

Baca Juga:  MELUAS!!! 203 Taruna Poltrada Bali di Tabanan Positif Covid-19

Banjir bandang yang terjadi di sungai Yeh Satang Desa Medewi sedikitnya merusak 12 rumah warga.

Rumah milik Misbah, 56, hilang karena hanyut terbawa banjir hingga menyebabkan kerugian sekitar Rp 200 juta.

Sedangkan rumah milik Agus Suparwan, 31, mengalami kerusakan pada pondasi rumah dan dapur beserta kamar mandi hanyut terbawa banjir. 

Menurut Sarihin, salah satu warga yang rumahnya rusak bada bagian pondasi, dapur dan rumah, air banjir yang datang sangat cepat. Tiba-tiba air sudah tinggi dan merendam sebagian rumah. Beruntung semua penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri.

“Air besar. Saya nggak nyangka akhirnya itu bisa merobohkan rumah di sebelah barat itu lalu kemudian rumahnya di tengah dan rumah saya itu sebagian,” ujarnya.

Baca Juga:  Batal Bangun Mal Pelayanan Publik Karena Covid-19, Desain Dikoreksi

Perbekel Desa Medewi I Nengah Wirama memastikan banjir bandang yang terjadi tidak menyebabkan korban jiwa. Namun belasan rumah warga rusak, bahkan satu rumah hanyut. Selain kehilangan harta benda dalam rumah, hewan ternak juga ikut tersapu banjir bandang.

”Korban jiwa itu tidak ada cuman korban material itu ada. Namun kami belum sempat melakukan pengecekan korban ternak ada sapi,” ujarnya.

Selain merusak belasan rumah warga, banjir bandang ini juga memutus jalan utama di banjar lolan desa medewi sepanjang 500 meter. Akibat putusnya jalan, kini warga harus memutar cukup jauh untuk menuju seberang. Saat ini warga masih berupaya membersihkan rumah mereka dari lumpur yang terbawa banjir bandang.



NEGARA – Banjir bandang di Desa Pulukan dan Medewi mengakibatkan kerusakan cukup parah. Hingga Jumat siang (15/1) di Pulukan ada laporan sebanyak 10 kepala keluarga yang terdampak dari banjir bandang tersebut.

Di Desa Pulukan, akibat banjir bandang yang terjadi pada Jumat malam satu rumah warga rusak berat dan beberapa rumah rusak ringan.

“Rumah yang rusak berat ada di pinggir sungai, rumah lainnya banyak lumpur dalam rumah,” ujar Perbekel Pulukan, I Wayan Arnawa.

Selain menyebabkan kerusakan rumah, hewan ternak warga juga hilang terbawa banjir. Tiga orang warga melaporkan kehilangan hewan ternak sapi 8 ekor dan kambing 3 ekor. Salah satu sapi yang hilang, sudah ditemukan di pinggir pantai dengan kondisi sudah mati di antara tumpukan sampah kayu yang terbawa banjir.

Dampak banjir terparah terjadi di Banjar Loloan, Desa Medewi. Satu rumah warga di bantaran sungai hanyut terbawa banjir, dua rumah mengalami rusak berat dan belasan rumah rusak ringan. Bahkan jalan terputus akibat tergerus air banjir bandang.

Baca Juga:  15 Siswa SMAN 1 Denpasar Kena Covid, PTM di Sekolah Lain Tetap Jalan

Banjir bandang yang terjadi di sungai Yeh Satang Desa Medewi sedikitnya merusak 12 rumah warga.

Rumah milik Misbah, 56, hilang karena hanyut terbawa banjir hingga menyebabkan kerugian sekitar Rp 200 juta.

Sedangkan rumah milik Agus Suparwan, 31, mengalami kerusakan pada pondasi rumah dan dapur beserta kamar mandi hanyut terbawa banjir. 

Menurut Sarihin, salah satu warga yang rumahnya rusak bada bagian pondasi, dapur dan rumah, air banjir yang datang sangat cepat. Tiba-tiba air sudah tinggi dan merendam sebagian rumah. Beruntung semua penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri.

“Air besar. Saya nggak nyangka akhirnya itu bisa merobohkan rumah di sebelah barat itu lalu kemudian rumahnya di tengah dan rumah saya itu sebagian,” ujarnya.

Baca Juga:  Target Bebas Covid, Bupati Tamba: Lebih Baik Divaksin Daripada Mati!

Perbekel Desa Medewi I Nengah Wirama memastikan banjir bandang yang terjadi tidak menyebabkan korban jiwa. Namun belasan rumah warga rusak, bahkan satu rumah hanyut. Selain kehilangan harta benda dalam rumah, hewan ternak juga ikut tersapu banjir bandang.

”Korban jiwa itu tidak ada cuman korban material itu ada. Namun kami belum sempat melakukan pengecekan korban ternak ada sapi,” ujarnya.

Selain merusak belasan rumah warga, banjir bandang ini juga memutus jalan utama di banjar lolan desa medewi sepanjang 500 meter. Akibat putusnya jalan, kini warga harus memutar cukup jauh untuk menuju seberang. Saat ini warga masih berupaya membersihkan rumah mereka dari lumpur yang terbawa banjir bandang.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/