alexametrics
26.5 C
Denpasar
Thursday, August 18, 2022

Hujan Deras, 3 Pelinggih Pura Pesambiangan Dalem Ped Jimbaran Hancur

JIMBARAN – Hujan deras yang mengguyur wilayah Bali Selatan beberapa hari menyebabkan longsor.

 

Diduga karena diguyur hujan deras, tiga pelinggih yang ada di Pura Pesambiangan Dalem Ped ring Tegeh Sari Jimbaran roboh dan hancur setelah senderan ambrol, pada Jumat sore (15/1).

 

Ketiga pelinggih itu, yakni pelinggih pepelik, padmasana, dan pengayengan leluhur ring Gunung Agung.

 

Pantauan radarbali.id di lokasi kejadian, akibat ambrolnya tiga pelinggih, tampak sejumlah pengempon pura sedang melakukan ritual keagamaan ngulapin. 

 

Pengempon Pura, Jero Mangku Gede Sedan mengatakan, ketiga pelinggih yang jatuh akibat longsor ini terjadi sekitar pukul 14.00 WITA.

 

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, dikarenakan tak ada orang yang bersembahyang.

Baca Juga:  Akibat Gempa, 64 Rumah dan 200 Pura Pribadi di Rendang juga Hancur

 

“Saat kejadian hanya ada seorang pengayah yang sedang di lokasi,” ujarnya.

 

 

Sementara itu, saksi Jro Istri Tiara yang dikonfirmasi terkait robohnya tiga pelinggih membenarkan.

 

Kata Jro Tiara, saat kejadian, dirinya mengaku sedang berada di lokasi untuk membuka gedong pelinggih.

 

Namun, belum sampai pintu gedong terbuka, ia mendengar suara gerumuh dari sudut pura.

 

Setelah dilihatnya, ternyata ada tiga pelinggih roboh ke bawah, atau jatuh dengan kedalaman sekitar 8 meter.

 

“Tiba-tiba saja saya sudah melihat pelinggih sudah longsor ke bawah,” ujarnya saat ditemui di lokasi kejadian.

 

Atas kejadian ini, pihak pengempon pura juga telah melaporkan ke pihak BPBD.

Baca Juga:  GTPP Covid-19 Ingatkan “New Normal” Bukan Sebuah Kebebasan


JIMBARAN – Hujan deras yang mengguyur wilayah Bali Selatan beberapa hari menyebabkan longsor.

 

Diduga karena diguyur hujan deras, tiga pelinggih yang ada di Pura Pesambiangan Dalem Ped ring Tegeh Sari Jimbaran roboh dan hancur setelah senderan ambrol, pada Jumat sore (15/1).

 

Ketiga pelinggih itu, yakni pelinggih pepelik, padmasana, dan pengayengan leluhur ring Gunung Agung.

 

Pantauan radarbali.id di lokasi kejadian, akibat ambrolnya tiga pelinggih, tampak sejumlah pengempon pura sedang melakukan ritual keagamaan ngulapin. 

 

Pengempon Pura, Jero Mangku Gede Sedan mengatakan, ketiga pelinggih yang jatuh akibat longsor ini terjadi sekitar pukul 14.00 WITA.

 

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, dikarenakan tak ada orang yang bersembahyang.

Baca Juga:  Akibat Gempa, 64 Rumah dan 200 Pura Pribadi di Rendang juga Hancur

 

“Saat kejadian hanya ada seorang pengayah yang sedang di lokasi,” ujarnya.

 

 

Sementara itu, saksi Jro Istri Tiara yang dikonfirmasi terkait robohnya tiga pelinggih membenarkan.

 

Kata Jro Tiara, saat kejadian, dirinya mengaku sedang berada di lokasi untuk membuka gedong pelinggih.

 

Namun, belum sampai pintu gedong terbuka, ia mendengar suara gerumuh dari sudut pura.

 

Setelah dilihatnya, ternyata ada tiga pelinggih roboh ke bawah, atau jatuh dengan kedalaman sekitar 8 meter.

 

“Tiba-tiba saja saya sudah melihat pelinggih sudah longsor ke bawah,” ujarnya saat ditemui di lokasi kejadian.

 

Atas kejadian ini, pihak pengempon pura juga telah melaporkan ke pihak BPBD.

Baca Juga:  GTPP Covid-19 Ingatkan “New Normal” Bukan Sebuah Kebebasan

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/