alexametrics
24.8 C
Denpasar
Wednesday, August 10, 2022

Pembatasan Kegiatan di Pancasari Diperluas dan Diawasi Ketat

SINGARAJA– Aparat pemerintahan di Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Buleleng, akhirnya memutuskan melakukan pembatasan kegiatan di seluruh wilayah Desa Pancasari.

Sebelumnya, Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng hanya meminta agar pembatasan hanya dilakukan di wilayah Banjar Dinas Buyan saja.

Namun Satgas Terpadu Covid-19 Desa Pancasari memutuskan melakukan pembatasan di seluruh wilayah.

Keputusan itu diambil sejak Kamis kemarin (14/1). Pembatasan di seluruh wilayah, diharapkan memudahkan pengawasan aktivitas masyarakat di Desa Pancasari.

Penanganan yang lebih optimal juga diyakini dapat mempercepat upaya intervensi, agar kasus segera terkendali.

Terhitung sejak Kamis, warga yang melintas di Jalan Raya Singaraja-Denpasar, diarahkan masuk ke Pasar Pancasari.

Sedangkan warga yang hendak ke Singaraja dipersilahkan langsung melintas. Sementara warga yang hendak ke wilayah Pancasari, akan ditanya kepentingan dan keperluannya.

Perbekel Pancasari Wayan Darsana mengatakan, keputusan pengetatan seluruh wilayah itu diambil setelah pihak desa melakukan rapat lanjutan bersama pihak kepolisian. Dari rapat tersebut diputuskan untuk melakukan pengetatan di seluruh wilayah.

Baca Juga:  BPBD Sebut Ada 48 Titik Bencana di Seluruh Kecamatan di Karangasem

“Semua wilayah kami berlakukan hal yang sama. Jadi di seluruh Pancasari, aktivitas ekonomi hanya berlangsung sampai jam 19.00 malam. Untuk sementara camping ground dan wisata selfie juga kami tutup,” kata Darsana saat dihubungi dari Singaraja, Jumat siang (15/1).

Meski dilakukan pengetatan aktivitas, Darsana menyebut suasana di Desa Pancasari cukup kondusif.

Aktivitas ekonomi pun tak jauh berbeda. Karena warung dan toko biasa mengakhiri kegiatan mereka pada pukul 20.00 WITA.

Lebih lanjut Darsana mengatakan, pihaknya memberlakukan isolasi mandiri pada 16 kepala keluarga yang tinggal di Gang Kamboja, Banjar Dinas Buyan.

Belasan keluarga itu dinyatakan terkonfirmasi positif covid-19, setelah menyelenggarakan resepsi pernikahan pada awal Januari lalu.

Baca Juga:  Titipan Jenasah di RSUD Sanjiwani Membludak, PHDI Sarankan Mesulub

Darsana pun mengaku kecolongan dengan acara resepsi itu. Karena pihak keluarga mengundang sekitar 300 orang dalam acara resepsi tersebut.

Acara itu berujung pada kemunculan klaster upacara dan klaster keluarga. Hingga akhirnya satgas kabupaten memutuskan melakukan pembatasan kegiatan masyarakat.

“Mereka yang isolasi mandiri sudah kami bantu sembako, dibantu oleh desa adat dan juga pihak ketiga. Sehingga proses isolasi mandiri mereka juga lebih optimal. Rekan-rekan dari Linmas dan Pecalang juga membantu pengawasan di sana,” tegas Darsana.

Seperti diketahui, Desa Pancasari merupakan salah satu desa yang diminta melaksanakan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Selain Desa Pancasari, wilayah Kelurahan Banyuning juga diminta melakukan hal yang sama. Penyebabnya terjadi lonjakan kasus covid-19 di kedua wilayah itu.



SINGARAJA– Aparat pemerintahan di Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Buleleng, akhirnya memutuskan melakukan pembatasan kegiatan di seluruh wilayah Desa Pancasari.

Sebelumnya, Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng hanya meminta agar pembatasan hanya dilakukan di wilayah Banjar Dinas Buyan saja.

Namun Satgas Terpadu Covid-19 Desa Pancasari memutuskan melakukan pembatasan di seluruh wilayah.

Keputusan itu diambil sejak Kamis kemarin (14/1). Pembatasan di seluruh wilayah, diharapkan memudahkan pengawasan aktivitas masyarakat di Desa Pancasari.

Penanganan yang lebih optimal juga diyakini dapat mempercepat upaya intervensi, agar kasus segera terkendali.

Terhitung sejak Kamis, warga yang melintas di Jalan Raya Singaraja-Denpasar, diarahkan masuk ke Pasar Pancasari.

Sedangkan warga yang hendak ke Singaraja dipersilahkan langsung melintas. Sementara warga yang hendak ke wilayah Pancasari, akan ditanya kepentingan dan keperluannya.

Perbekel Pancasari Wayan Darsana mengatakan, keputusan pengetatan seluruh wilayah itu diambil setelah pihak desa melakukan rapat lanjutan bersama pihak kepolisian. Dari rapat tersebut diputuskan untuk melakukan pengetatan di seluruh wilayah.

Baca Juga:  Titipan Jenasah di RSUD Sanjiwani Membludak, PHDI Sarankan Mesulub

“Semua wilayah kami berlakukan hal yang sama. Jadi di seluruh Pancasari, aktivitas ekonomi hanya berlangsung sampai jam 19.00 malam. Untuk sementara camping ground dan wisata selfie juga kami tutup,” kata Darsana saat dihubungi dari Singaraja, Jumat siang (15/1).

Meski dilakukan pengetatan aktivitas, Darsana menyebut suasana di Desa Pancasari cukup kondusif.

Aktivitas ekonomi pun tak jauh berbeda. Karena warung dan toko biasa mengakhiri kegiatan mereka pada pukul 20.00 WITA.

Lebih lanjut Darsana mengatakan, pihaknya memberlakukan isolasi mandiri pada 16 kepala keluarga yang tinggal di Gang Kamboja, Banjar Dinas Buyan.

Belasan keluarga itu dinyatakan terkonfirmasi positif covid-19, setelah menyelenggarakan resepsi pernikahan pada awal Januari lalu.

Baca Juga:  Protokol Anyar, Jenazah Covid-19 Dimakamkan 4 Jam Setelah Meninggal

Darsana pun mengaku kecolongan dengan acara resepsi itu. Karena pihak keluarga mengundang sekitar 300 orang dalam acara resepsi tersebut.

Acara itu berujung pada kemunculan klaster upacara dan klaster keluarga. Hingga akhirnya satgas kabupaten memutuskan melakukan pembatasan kegiatan masyarakat.

“Mereka yang isolasi mandiri sudah kami bantu sembako, dibantu oleh desa adat dan juga pihak ketiga. Sehingga proses isolasi mandiri mereka juga lebih optimal. Rekan-rekan dari Linmas dan Pecalang juga membantu pengawasan di sana,” tegas Darsana.

Seperti diketahui, Desa Pancasari merupakan salah satu desa yang diminta melaksanakan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Selain Desa Pancasari, wilayah Kelurahan Banyuning juga diminta melakukan hal yang sama. Penyebabnya terjadi lonjakan kasus covid-19 di kedua wilayah itu.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/