alexametrics
25.4 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

TEGAS! Syarat Ganti Rugi Lahan Tol, Warga Minta Tak Ada Syarat IMB

NEGARA – Rencana pembangunan jalan tol Gilimanuk – Mengwi meski masih belum ada penetapan lokasi (penlok) yang pasti, mulai muncul keresahan di masyakat yang memiliki tanah dan bangunan untuk jalan tol.

Salah satunya yang masih menjadi pertanyaan adalah mengenai syarat mendapat ganti rugi dari tanah dan bangunan yang jadi lokasi pembangunan jalan tol.

Warga berharap tidak ada syarat yang menyulitkan untuk mendapatkan ganti rugi. Salah satunya mengenai syarat izin mendirikan bangunan (IMB) untuk mendapat ganti rugi bagi tanah dan bangunan yang akan dijadikan lokasi jalan tol.

Karena untuk rumah yang ada di wilayah pedesaan dipastikan tidak ada IMB, sehingga akan menyulitkan warga yang akan mendapatkan ganti rugi.

Hal tersebut disampaikan Perbekel Nusasari I Wayan Ardana. Menurut Perbekel Ardana, meski masih belum pasti digunakan untuk pembangunan jalan tol, sudah muncul pertanyaan mengenai ganti rugi dan syarat yang harus dipenuhi warga.

Baca Juga:  Manggis Jembrana Rambah Pasar Tiongkok

“Kalau syaratnya harus ada IMB sulit dipenuhi, karena di desa jarang ada bangunan yang ada IMB,” terang Perbekel Ardana.

Pada prinsipnya, kata dia, warga Desa Nusasari setuju dengan pembangunan jalan tol. Namun mengenai ganti rugi tanah dan bangunan

untuk pembangunan jalan tol harus sesuai dengan nilai yang semestinya, karena warga tidak ingin dirugikan dari pembangunan jalan tol ini.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Pemukiman Jembrana I Wayan Sudiarta mengatakan,

skema dan syarat ganti rugi untuk tanah dan bangunan yang akan digunakan untuk jalan tol sempat dibahas pada saat sosialisasi jalan tol.

“Kami berharap tidak ada syarat yang justru menyulitkan, seperti syarat IMB bagi bangunan karena di desa mungkin tidak ada yang punya IMB,” ungkapnya.

Baca Juga:  UPDATE! Proyek Tol Gilimanuk – Mengwi Masuk Tahap Amdal

Pihaknya akan komunikasikan dengan tim appraisal atau penilai yang nantinya dibentuk agar selain nilai sesuai, tidak ada syarat yang menyulitkan masyarakat.

“Sekarang ini belum ada penetapan lokasi dan tim appraisal. Jadi masukan dan pertanyaan masyarakat itu, nanti akan kami sampaikan jika sudah ada tim yang dibentuk,” terangnya.

Pihaknya berharap tidak ada masalah yang menghambat proses pembangunan jalan tol ini sehingga pembangunan jalan tol berjalan sesuai dengan rencana. 



NEGARA – Rencana pembangunan jalan tol Gilimanuk – Mengwi meski masih belum ada penetapan lokasi (penlok) yang pasti, mulai muncul keresahan di masyakat yang memiliki tanah dan bangunan untuk jalan tol.

Salah satunya yang masih menjadi pertanyaan adalah mengenai syarat mendapat ganti rugi dari tanah dan bangunan yang jadi lokasi pembangunan jalan tol.

Warga berharap tidak ada syarat yang menyulitkan untuk mendapatkan ganti rugi. Salah satunya mengenai syarat izin mendirikan bangunan (IMB) untuk mendapat ganti rugi bagi tanah dan bangunan yang akan dijadikan lokasi jalan tol.

Karena untuk rumah yang ada di wilayah pedesaan dipastikan tidak ada IMB, sehingga akan menyulitkan warga yang akan mendapatkan ganti rugi.

Hal tersebut disampaikan Perbekel Nusasari I Wayan Ardana. Menurut Perbekel Ardana, meski masih belum pasti digunakan untuk pembangunan jalan tol, sudah muncul pertanyaan mengenai ganti rugi dan syarat yang harus dipenuhi warga.

Baca Juga:  Ganti Rugi Lahan PKB Tanpa Potongan Pajak, Ini Pesan Gubernur Koster

“Kalau syaratnya harus ada IMB sulit dipenuhi, karena di desa jarang ada bangunan yang ada IMB,” terang Perbekel Ardana.

Pada prinsipnya, kata dia, warga Desa Nusasari setuju dengan pembangunan jalan tol. Namun mengenai ganti rugi tanah dan bangunan

untuk pembangunan jalan tol harus sesuai dengan nilai yang semestinya, karena warga tidak ingin dirugikan dari pembangunan jalan tol ini.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Pemukiman Jembrana I Wayan Sudiarta mengatakan,

skema dan syarat ganti rugi untuk tanah dan bangunan yang akan digunakan untuk jalan tol sempat dibahas pada saat sosialisasi jalan tol.

“Kami berharap tidak ada syarat yang justru menyulitkan, seperti syarat IMB bagi bangunan karena di desa mungkin tidak ada yang punya IMB,” ungkapnya.

Baca Juga:  Pembebasan Lahan Shortcut 7 – 10, Pemilik Lahan Ajukan Keberatan

Pihaknya akan komunikasikan dengan tim appraisal atau penilai yang nantinya dibentuk agar selain nilai sesuai, tidak ada syarat yang menyulitkan masyarakat.

“Sekarang ini belum ada penetapan lokasi dan tim appraisal. Jadi masukan dan pertanyaan masyarakat itu, nanti akan kami sampaikan jika sudah ada tim yang dibentuk,” terangnya.

Pihaknya berharap tidak ada masalah yang menghambat proses pembangunan jalan tol ini sehingga pembangunan jalan tol berjalan sesuai dengan rencana. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/