alexametrics
25.4 C
Denpasar
Wednesday, August 17, 2022

Gegara Bonus PON, Gerindra Khawatir Atlet Bali Dibajak Daerah Lain

DENPASAR – Bonus atlet Bali peraih medali dalam PON 2021 masih menjadi polemik. Bahkan, masalah ini menggelinding di DPRD Bali. Fraksi Gerindra menyoroti masalah bonus atlet PON yang sempat membuat kecewa para atlet. Apalagi, masalah bonus yang kecil memunculkan kekhawatiran atlet Bali dibajak daerah lain.

 

Ketua Fraksi Gerindra DPRD Bali, I Ketut Juliarta saat membacakan pandangan fraksi dalam sidang paripurna DPRD Bali sudah menyinggung masalah bonus atlet Bali yang memunculkan polemik itu. Dia meminta Gubernur Bali Wayan Koster tidak memotong bonus atlet, dan membantu pajaknya.

 

Dia juga mengusulkan bila keuangan daerah tidak mencukupi, maka masalah bonus atlet bisa diatasi dengan memberikan bonus secara bertahap. Setidaknya bisa dilakukan dalam dua tahun anggaran. Bila tahap pertama tahun 2022, maka tahap kedua pada 2023.

Baca Juga:  Bonus PON Atlet Bali Lebih Kecil dari NTB dan NTT

 

Bila masalah bonus atlet ini tidak ditangani dengan baik dan membuat atlet kecewa, Gerindra memberikan sinyal kekhawatiran adanya pembajakan atlet Bali oleh daerah lain.

 

“Sehingga ke depan tidak terjadi pembajakan atlet oleh daerah lainnya dan para atlet bisa berkonsentrasi latihan untuk meningkatkan prestasinya,” imbuh Juliarta.

 

Ketut Juliarta menambahkan, masalah bonus atlet adalah suatu penghargaan yang sudah diatur dalam UU, bahkan pergubnya juga sudah ada. 

 

Sementara Ketua DPD Gerindra Provinsi Bali Made Muliawan Arya alias De Gadjah mengatakan, DPD Gerindra sangat memahami kondisi keuangan daerah Bali, tetapi para atlet PON Bali sudah mengharumkan nama Bali di tingkat Nasional, di mana Bali mampu menembus peringkat 5 besar, tentu ini suatu perjuangan yang sangat luar biasa oleh para atlet dan official.

Baca Juga:  Ini yang Dikeluhkan Warga; Populasi Nyamuk dan Lalat Naik Drastis

 

Hal ini menurutnya penting. Di tengah pandemi para atlet latihan menggembleng diri untuk mengharumkan nama Bali. 

 

“Kalau atlet dan oficial sudah diperhatikan, mereka tentu bisa berkonsentrasi latihan untuk meningkatkan prestasinya,” pungkas De Gadjah yang juga wakil ketua DPRD Kota Denpasar ini.



DENPASAR – Bonus atlet Bali peraih medali dalam PON 2021 masih menjadi polemik. Bahkan, masalah ini menggelinding di DPRD Bali. Fraksi Gerindra menyoroti masalah bonus atlet PON yang sempat membuat kecewa para atlet. Apalagi, masalah bonus yang kecil memunculkan kekhawatiran atlet Bali dibajak daerah lain.

 

Ketua Fraksi Gerindra DPRD Bali, I Ketut Juliarta saat membacakan pandangan fraksi dalam sidang paripurna DPRD Bali sudah menyinggung masalah bonus atlet Bali yang memunculkan polemik itu. Dia meminta Gubernur Bali Wayan Koster tidak memotong bonus atlet, dan membantu pajaknya.

 

Dia juga mengusulkan bila keuangan daerah tidak mencukupi, maka masalah bonus atlet bisa diatasi dengan memberikan bonus secara bertahap. Setidaknya bisa dilakukan dalam dua tahun anggaran. Bila tahap pertama tahun 2022, maka tahap kedua pada 2023.

Baca Juga:  Ajaib! Tarif Parkir di Tabanan Naik 100 Persen, Tapi Pendapatan Tetap

 

Bila masalah bonus atlet ini tidak ditangani dengan baik dan membuat atlet kecewa, Gerindra memberikan sinyal kekhawatiran adanya pembajakan atlet Bali oleh daerah lain.

 

“Sehingga ke depan tidak terjadi pembajakan atlet oleh daerah lainnya dan para atlet bisa berkonsentrasi latihan untuk meningkatkan prestasinya,” imbuh Juliarta.

 

Ketut Juliarta menambahkan, masalah bonus atlet adalah suatu penghargaan yang sudah diatur dalam UU, bahkan pergubnya juga sudah ada. 

 

Sementara Ketua DPD Gerindra Provinsi Bali Made Muliawan Arya alias De Gadjah mengatakan, DPD Gerindra sangat memahami kondisi keuangan daerah Bali, tetapi para atlet PON Bali sudah mengharumkan nama Bali di tingkat Nasional, di mana Bali mampu menembus peringkat 5 besar, tentu ini suatu perjuangan yang sangat luar biasa oleh para atlet dan official.

Baca Juga:  Cegah Munculnya Klaster Sekolah, Guru Diminta Perketat Awasi Siswa

 

Hal ini menurutnya penting. Di tengah pandemi para atlet latihan menggembleng diri untuk mengharumkan nama Bali. 

 

“Kalau atlet dan oficial sudah diperhatikan, mereka tentu bisa berkonsentrasi latihan untuk meningkatkan prestasinya,” pungkas De Gadjah yang juga wakil ketua DPRD Kota Denpasar ini.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/