alexametrics
26.5 C
Denpasar
Thursday, July 7, 2022

Hasil Audit Dugaan Korupsi APBDes Tusan Rampung, Hasilnya?

SEMARAPURA – Audit investigasi atas dugaan korupsi atau penyimpangan yang terjadi terhadap dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tusan tahun 2021 akhirnya rampung. Itu setelah Inspektorat Daerah Kabupaten Klungkung melakukan perpanjangan waktu hingga sebulan lamanya.

Inspektur Daerah Klungkung I Made Seger, Senin (14/2) mengungkapkan, audit investigasi terhadap dugaan korupsi  yang terjadi pada dana APBDes Tusan 2021 yang awalnya diperkirakan rampung dalam waktu satu bulan yakni mulai 6 Desember 2021- 6 Januari 2022, akhirnya rampung di bulan Februari setelah melakukan perpanjangan waktu audit investigasi selama bulan.

Hasil audit yang berfokus pada kegiatan Desa Tusan Tahun 2020 dan 2021 itu sudah pada tahap ekspos internal yang kemudian akan dilanjutkan ke tahap ekspos eksternal.

“Tinggal menunggu ekspose eksternal bersama Bupati. Sehingga untuk hasil auditnya belum bisa kami sampaikan secara detail,” jelasnya.

Setelah itu, hasil audit berupa Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) akan diserahkan ke desa. Meski enggan merinci lebih jauh, dijelaskannya bila ditemukan adanya temuan administrasi, maka akan ditindaklanjuti oleh Inspektorat. Sementara bila terdapat temuan materiil, maka pihak desa harus melakukan pengembalian dalam batas waktu 60 hari.

“Jika tidak ada pengembalian dari desa, nanti akan ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, Desa Tusan, Kecamatan Kecamatan Banjarangkan geger lantaran dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tusan 2021 yang totalnya sekitar Rp 2 miliar lebih itu dikabarkan raib sekitar Rp 480 juta.

Yang mana dalam rapat melibatkan seluruh pihak terkait seperti camat, perbekel, sekretaris desa, kaur keuangan dan lainnya bertempat di kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Klungkung, Selasa (23/11) terungkap bahwa uang tersebut dipergunakan oleh kaur keuangan yang juga bendahara Desa Tusan berinisal IGKS, 27.

Hanya saja berselang beberapa minggu, IGKS mencabut surat pernyataan yang membenarkan telah menggunakan dana APBDes Tusan 2021 sebesar Rp 480 juta. Tidak hanya mencabut surat pernyataan sebelumnya, IGKS juga membuat surat pernyataan baru yang menyatakan dana APBDes Tusan 2021 yang lenyap sebesar Rp 480 juta itu tidak dinikmati sendiri.

Di mana IGKS menyatakan bahwa Perbekel Tusan juga turut menikmati. Sehingga terjadilah aksi saling lapor ke pihak kepolisian atas dugaan pencemaran nama baik. 



SEMARAPURA – Audit investigasi atas dugaan korupsi atau penyimpangan yang terjadi terhadap dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tusan tahun 2021 akhirnya rampung. Itu setelah Inspektorat Daerah Kabupaten Klungkung melakukan perpanjangan waktu hingga sebulan lamanya.

Inspektur Daerah Klungkung I Made Seger, Senin (14/2) mengungkapkan, audit investigasi terhadap dugaan korupsi  yang terjadi pada dana APBDes Tusan 2021 yang awalnya diperkirakan rampung dalam waktu satu bulan yakni mulai 6 Desember 2021- 6 Januari 2022, akhirnya rampung di bulan Februari setelah melakukan perpanjangan waktu audit investigasi selama bulan.

Hasil audit yang berfokus pada kegiatan Desa Tusan Tahun 2020 dan 2021 itu sudah pada tahap ekspos internal yang kemudian akan dilanjutkan ke tahap ekspos eksternal.

“Tinggal menunggu ekspose eksternal bersama Bupati. Sehingga untuk hasil auditnya belum bisa kami sampaikan secara detail,” jelasnya.

Setelah itu, hasil audit berupa Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) akan diserahkan ke desa. Meski enggan merinci lebih jauh, dijelaskannya bila ditemukan adanya temuan administrasi, maka akan ditindaklanjuti oleh Inspektorat. Sementara bila terdapat temuan materiil, maka pihak desa harus melakukan pengembalian dalam batas waktu 60 hari.

“Jika tidak ada pengembalian dari desa, nanti akan ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, Desa Tusan, Kecamatan Kecamatan Banjarangkan geger lantaran dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tusan 2021 yang totalnya sekitar Rp 2 miliar lebih itu dikabarkan raib sekitar Rp 480 juta.

Yang mana dalam rapat melibatkan seluruh pihak terkait seperti camat, perbekel, sekretaris desa, kaur keuangan dan lainnya bertempat di kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Klungkung, Selasa (23/11) terungkap bahwa uang tersebut dipergunakan oleh kaur keuangan yang juga bendahara Desa Tusan berinisal IGKS, 27.

Hanya saja berselang beberapa minggu, IGKS mencabut surat pernyataan yang membenarkan telah menggunakan dana APBDes Tusan 2021 sebesar Rp 480 juta. Tidak hanya mencabut surat pernyataan sebelumnya, IGKS juga membuat surat pernyataan baru yang menyatakan dana APBDes Tusan 2021 yang lenyap sebesar Rp 480 juta itu tidak dinikmati sendiri.

Di mana IGKS menyatakan bahwa Perbekel Tusan juga turut menikmati. Sehingga terjadilah aksi saling lapor ke pihak kepolisian atas dugaan pencemaran nama baik. 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/