alexametrics
25.4 C
Denpasar
Sunday, August 7, 2022

Plafon Sekolah Jebol, Perbaikan Tunggu Perubahan APBD Badung

MANGUPURA- Plafon tiga ruangan kelas di SDN 3 Sobangan, Mengwi, Badung ditemukan rusak berat. Kejadiannya baru diketahui pada Senin pagi (14/2) oleh para guru.

 

Plt. Kepala SDN 3 Sobangan I Gusti Nyoman Suparta mengatakan, pihaknya mendapatkan kabar pertama kali dari seorang guru di sekolah tersebut. Menurutnya, kejadian terjadi pada pagi hari dibarengi dengan hujan di daerah tersebut.

 

“Secara pasti saya belum mengetahui kapan waktu tepatnya, kebetulan saya tidak berada di lokasi,” terang Gusti Suparta saat dikonfirmasi. 

 

Ia menyebutkan rusaknya plafon terjadi pada tiga ruang kelas. Namun belum diketahui secara pasti penyebab rusak plafon tersebut. Terlihat, meja dan kursi di ruangn kelas tampak kotor dipenuhi material.

Baca Juga:  Masuk Tahun Ajaran Baru, Badung Kebut Bangun Dua Sekolah Baru

 

“Tiga ruang kelas yang plafonnya ambruk itu ada di kelas I, II, dan III. Kebetulan di SDN 3 Sobangan setiap tingkat terdiri dari satu kelas,” ungkap Suparta yang juga Kepala SDN 2 Sobangan. 

 

Secara terpisah, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Badung I Gusti Made Dwipayana menerangkan, setelah terjadinya kerusakan tersebut akan dilakukan peninjauan langsung ke lapangan. Tujuannya adalah untuk mengetahui secara pasti penyebab kejadian dan berapa biaya yang diperlukan untuk renovasi.

 

“Hari ini saya mendapatkan laporan bahwa ada ruangan kelas yang plafonnya jatuh. Kami instruksikan untuk sementara ruangan tersebut untuk tidak digunakan. Kami akan lakukan peninjauan lebih lanjut,” terangnya. 

Baca Juga:  Wisman Masih Zonk, Dispar Badung Minta Wisdom Jangan Diperketat

 

Mantan Kabag Pengadaan Barang dan Jasa Setda Badung ini menjelaskan, akan dilakukan perbaikan. Namun menunggu perubahan APBD Badung. Pasalnya perbaikan tersebut tidak dapat dilakukan secara langsung.

 

“Sebenarnya dalam pemeliharaan sekolah bersumber dari dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah), namun jumlahnya kecil. Apalagi kalau dilihat dari kerusakan tersebut termasuk lumayan berat. Sehingga kami harus usulkan pada anggaran perubahan,” pungkasnya.



MANGUPURA- Plafon tiga ruangan kelas di SDN 3 Sobangan, Mengwi, Badung ditemukan rusak berat. Kejadiannya baru diketahui pada Senin pagi (14/2) oleh para guru.

 

Plt. Kepala SDN 3 Sobangan I Gusti Nyoman Suparta mengatakan, pihaknya mendapatkan kabar pertama kali dari seorang guru di sekolah tersebut. Menurutnya, kejadian terjadi pada pagi hari dibarengi dengan hujan di daerah tersebut.

 

“Secara pasti saya belum mengetahui kapan waktu tepatnya, kebetulan saya tidak berada di lokasi,” terang Gusti Suparta saat dikonfirmasi. 

 

Ia menyebutkan rusaknya plafon terjadi pada tiga ruang kelas. Namun belum diketahui secara pasti penyebab rusak plafon tersebut. Terlihat, meja dan kursi di ruangn kelas tampak kotor dipenuhi material.

Baca Juga:  Tak Kunjung Beroperasi, SPAM Sanih Ditargetkan Beroperasi Tahun Ini

 

“Tiga ruang kelas yang plafonnya ambruk itu ada di kelas I, II, dan III. Kebetulan di SDN 3 Sobangan setiap tingkat terdiri dari satu kelas,” ungkap Suparta yang juga Kepala SDN 2 Sobangan. 

 

Secara terpisah, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Badung I Gusti Made Dwipayana menerangkan, setelah terjadinya kerusakan tersebut akan dilakukan peninjauan langsung ke lapangan. Tujuannya adalah untuk mengetahui secara pasti penyebab kejadian dan berapa biaya yang diperlukan untuk renovasi.

 

“Hari ini saya mendapatkan laporan bahwa ada ruangan kelas yang plafonnya jatuh. Kami instruksikan untuk sementara ruangan tersebut untuk tidak digunakan. Kami akan lakukan peninjauan lebih lanjut,” terangnya. 

Baca Juga:  Parah! Pelayanan Informasi Publik Badung Terburuk

 

Mantan Kabag Pengadaan Barang dan Jasa Setda Badung ini menjelaskan, akan dilakukan perbaikan. Namun menunggu perubahan APBD Badung. Pasalnya perbaikan tersebut tidak dapat dilakukan secara langsung.

 

“Sebenarnya dalam pemeliharaan sekolah bersumber dari dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah), namun jumlahnya kecil. Apalagi kalau dilihat dari kerusakan tersebut termasuk lumayan berat. Sehingga kami harus usulkan pada anggaran perubahan,” pungkasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/