alexametrics
25.4 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Ayam Kampung Hasil Selundupan Dimusnahkan, Burung dan Telur Ditolak

NEGARA – Karantina Pertanian Wilayah Kerja (Wilker) Gilimanuk, rupanya, tidak memberi toleransi terhadap ayam selundupan yang berhasil diamankan.

Belasan ekor ayam kampung hasil selundupan dimusnahkan kemarin. Pemusnahan ayam selundupan dari Jawa yang diamankan anggota Polsek Kawasan Laut Gilimanuk itu dilakukan di Kandang Karantina di lingkungan Samiana.

Pemusnahan barang bukti disaksikan instansi terkait lainnya. Satu persatu ayam kampung itu disembelih dan setelah mati, bangkainya dimasukkan ke lubang. Setelah semuanya disembelih, kemudian bangkai ayam itu dibakar lalu ditimbun.

“Tindakan pemusnahan dilakukan untuk mencegah masuk dan menyebarnya hama dan penyakit hewan berbahaya ke Bali,

terutama penyakit flu burung yang dapat menular ke manusia (zoonosis),” ujar Penanggung Jawab Karantina Pertanian Wilker Gilimanuk, IB Eka Ludra.

Baca Juga:  Unit Donor Darah akan Direlokasi Menjauh dari RSUD Buleleng

Menurut Eka Ludra, ada 15 ekor ayam kampung asal Banyuwangi yang dimusnakan. Ayam-ayam itu diamankan pada Sabtu (10/3) di pintu keluar

pelabuhan karena pemiliknya yakni Asiya dan Nasian tidak membawa Surat Keterangan Kesehatan dari Karantina pelabuhan asal.

“Ayam itu diangkut menggunakan jasa ojek,” ungkapnya. Selama di Karantina, dua ekor diantaranya mati dan ditengarai disebabkan oleh virus.

Selain 15 ekor ayam, Karantina juga mendapat limpahan burung dari Polsek Kawasan Laut Gilimanuk. Ada tiga  ekor burung yang diterima yakni anis merah, love bird dan cucak jenggot.

Burung itu asal Denpasar yang dikirim dengan tujuan Sidoarjo tanpa dokumen. Juga diterima 2.100 kilogram telur ayam konsumsi asal Tabanan dengan tujuan Banyuwangi tanpa dokumen.

Baca Juga:  Hindari Kerumunan, Upacara Nangluk di Gianyar Digelar di Empat Pantai

“Semua komoditi tersebut dilakukan penolakan, dikembalikan kepada pemiliknya untuk melengkapi dokumen jika mau dibawa ke daerah tujuan,” pungkasnya. 



NEGARA – Karantina Pertanian Wilayah Kerja (Wilker) Gilimanuk, rupanya, tidak memberi toleransi terhadap ayam selundupan yang berhasil diamankan.

Belasan ekor ayam kampung hasil selundupan dimusnahkan kemarin. Pemusnahan ayam selundupan dari Jawa yang diamankan anggota Polsek Kawasan Laut Gilimanuk itu dilakukan di Kandang Karantina di lingkungan Samiana.

Pemusnahan barang bukti disaksikan instansi terkait lainnya. Satu persatu ayam kampung itu disembelih dan setelah mati, bangkainya dimasukkan ke lubang. Setelah semuanya disembelih, kemudian bangkai ayam itu dibakar lalu ditimbun.

“Tindakan pemusnahan dilakukan untuk mencegah masuk dan menyebarnya hama dan penyakit hewan berbahaya ke Bali,

terutama penyakit flu burung yang dapat menular ke manusia (zoonosis),” ujar Penanggung Jawab Karantina Pertanian Wilker Gilimanuk, IB Eka Ludra.

Baca Juga:  Kerusakan Angin Ngelinus di Besakih Meluas, Debu Vulkanik Beterbangan

Menurut Eka Ludra, ada 15 ekor ayam kampung asal Banyuwangi yang dimusnakan. Ayam-ayam itu diamankan pada Sabtu (10/3) di pintu keluar

pelabuhan karena pemiliknya yakni Asiya dan Nasian tidak membawa Surat Keterangan Kesehatan dari Karantina pelabuhan asal.

“Ayam itu diangkut menggunakan jasa ojek,” ungkapnya. Selama di Karantina, dua ekor diantaranya mati dan ditengarai disebabkan oleh virus.

Selain 15 ekor ayam, Karantina juga mendapat limpahan burung dari Polsek Kawasan Laut Gilimanuk. Ada tiga  ekor burung yang diterima yakni anis merah, love bird dan cucak jenggot.

Burung itu asal Denpasar yang dikirim dengan tujuan Sidoarjo tanpa dokumen. Juga diterima 2.100 kilogram telur ayam konsumsi asal Tabanan dengan tujuan Banyuwangi tanpa dokumen.

Baca Juga:  Unit Donor Darah akan Direlokasi Menjauh dari RSUD Buleleng

“Semua komoditi tersebut dilakukan penolakan, dikembalikan kepada pemiliknya untuk melengkapi dokumen jika mau dibawa ke daerah tujuan,” pungkasnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/