alexametrics
25.4 C
Denpasar
Wednesday, August 10, 2022

Keputusan Gugus Tugas Isolasi PMI di Rumah Masing-Masing Dikritik

NEGARA – Keputusan gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Jembrana, untuk tetap mengisolasi pekerja migran Indonesia (PMI) di rumah masing-masing menuai kritik.

Keputusan tersebut dinilai tidak tepat dan akan memicu masalah baru..

Seperti disampaikan Wakil Ketua DPRD Jembrana I Wayan Suardika.

Menurutnya, dengan melihat trend kasus positif Covid-19 (Corona)yang terus meningkat dan mayoritas pekerja migrant Indonesia yang baru datang dari luar negeri harus mendapat penanganan khusus.

Tujuannya, kata Suardika, lebih supaya penularan atau kemungkinan terjadinya kontak erat kepada orang lain seperti keluarga atau orang terdekat bisa ditekan.

 “Sebaiknya di tempat khusus untuk bs memantau perkembangan dan mencegah penyebaran,” jelasnya.

Tempat khusus tersebut, menurut Suardika bisa di hotel atau rumah khusus di masing-masing desa.

Baca Juga:  Peresmian Gedung Baru RSU Negara Jadi Tonggak Sejarah Jembrana

“Idealnya di hotel melati yang ada di Jembrana. Kalau karantina di rumah fasilitas di rumah terbatas dan bercampur dengan anggota keluarganya,” ungkapnya.

Dengan menempatkan di isolasi khusus, bisa memantau perkembangan kesehatan PMI selama 14 hari.

Tempat isolasi khusus tersebut juga bisa diberikan program imunitas dengan berolah raga terprogram dan asupan gizi vitamin yang memadai.

“Kalau penjemputan khusus saya setuju, tapi kalau isolasi di rumah perlu direvisi,” terangnya.

Menurutnya, masukan dari desa yang memiliki warga PMI juga mengusulkan isolasi khusus. Karena meski sudah ada satgas gotong royong tidak ada jaminan PMI yang dikarantina tidak menyebarkan virus pada keluarga. Kalau di rumah jauh lebih mungkin kontak badan, kontak benda kamar mandi, dapur, ruang tamu. Kalau misalnya PMI terinfeksi, satu keluarga bisa tertular juga. “Lantas bagaimana surveilans bisa mengawasi kalau sudah di dalam rumah?  Masak mau ngintip dari jendela,” terangnya.

Baca Juga:  HUT Kota Negara Ke-127, Dimeriahkan Kejurnas Wisata Rally dan Fun Rally


NEGARA – Keputusan gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Jembrana, untuk tetap mengisolasi pekerja migran Indonesia (PMI) di rumah masing-masing menuai kritik.

Keputusan tersebut dinilai tidak tepat dan akan memicu masalah baru..

Seperti disampaikan Wakil Ketua DPRD Jembrana I Wayan Suardika.

Menurutnya, dengan melihat trend kasus positif Covid-19 (Corona)yang terus meningkat dan mayoritas pekerja migrant Indonesia yang baru datang dari luar negeri harus mendapat penanganan khusus.

Tujuannya, kata Suardika, lebih supaya penularan atau kemungkinan terjadinya kontak erat kepada orang lain seperti keluarga atau orang terdekat bisa ditekan.

 “Sebaiknya di tempat khusus untuk bs memantau perkembangan dan mencegah penyebaran,” jelasnya.

Tempat khusus tersebut, menurut Suardika bisa di hotel atau rumah khusus di masing-masing desa.

Baca Juga:  Peresmian Gedung Baru RSU Negara Jadi Tonggak Sejarah Jembrana

“Idealnya di hotel melati yang ada di Jembrana. Kalau karantina di rumah fasilitas di rumah terbatas dan bercampur dengan anggota keluarganya,” ungkapnya.

Dengan menempatkan di isolasi khusus, bisa memantau perkembangan kesehatan PMI selama 14 hari.

Tempat isolasi khusus tersebut juga bisa diberikan program imunitas dengan berolah raga terprogram dan asupan gizi vitamin yang memadai.

“Kalau penjemputan khusus saya setuju, tapi kalau isolasi di rumah perlu direvisi,” terangnya.

Menurutnya, masukan dari desa yang memiliki warga PMI juga mengusulkan isolasi khusus. Karena meski sudah ada satgas gotong royong tidak ada jaminan PMI yang dikarantina tidak menyebarkan virus pada keluarga. Kalau di rumah jauh lebih mungkin kontak badan, kontak benda kamar mandi, dapur, ruang tamu. Kalau misalnya PMI terinfeksi, satu keluarga bisa tertular juga. “Lantas bagaimana surveilans bisa mengawasi kalau sudah di dalam rumah?  Masak mau ngintip dari jendela,” terangnya.

Baca Juga:  Pemkab Gianyar Buru 171 Usaha Bodong

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/