alexametrics
30.4 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

Bupati dan Wabup Jembrana Bagikan Paket Beras ke Pedagang Kecil

NEGARA– Pemerintah Kabupaten Jembrana telah menyalurkan bantuan sosial berupa beras kepada sejumlah pedagang kecil terdampak selama masa penerapan PPKM Darurat.

Bantuan itu bersumber dari penyisiran dan refocusing anggaran APBD tahun 2021.

Bantuan dibagikan secara simbolis di masing masing kecamatan oleh Bupati Jembrana I Nengah Tamba dan Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna, di masing-masing kecamatan, Kamis (15/7).

Bantuan yang diberikan kepada masing-masing penerima, yakni beras premium dengan berat 15 kg.

Selanjutnya, usai penyerahan simbolis itu bantuan akan diserahkan langsung oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas di masing -masing desa.

Bupati Jembrana I Nengah Tamba mengatakan, bantuan itu untuk meringankan sektor terdampak akibat sejumlah pembatasan di masa PPKM Darurat.

“Bantuan ini murni kemanusiaan tidak ada kepentingan apapun. Kita sadari, akibat pandemi begitu banyak masyarakat kita terdampak,” ujar Bupati Tamba.

Baca Juga:  Ketiga Pelaku Pembalakan Liar Berbagi Peran, Terancam 5 Tahun Penjara
- Advertisement -

Bantuan diberikan secara selektif melalui pendataan terlebih dahulu.

Untuk tahap awal, ada 500 paket dibagikan tersebar di 5 (Lima) kecamatan.

Penerima difokuskan bagi mereka yang belum menerima bantuan pemerintah sebelumnya. 

Sebelum bantuan turun, verifikasi untuk menentukan warga yang berhak atas bantuan juga dilakukan oleh OPD terkait.

Verifikasi juga diperlukan untuk menyesuaikan jumlah sasaran bantuan terhadap kemampuan anggaran daerah.

“Kita maunya semua dapat bantuan. Tetapi tidak bisa, harus selektif, karena anggaran pemerintah terbatas. Tapi kita akan berusaha membantu lainnya. Nanti kita sisir anggaran lagi. Saya dengar bantuan serupa dari pemerintah pusat juga akan turun, jadi bisa dialokasikan kepada lainnya,” terangnya.

Bupati juga mengajak pengusaha sukses Jembrana untuk bergotong royong, saling membantu di masa Pandemi.

Bentuk gotong royong itu dengan menyisihkan rezeki untuk kegiatan CSR.

Baca Juga:  Gang Hijau, Wujudkan Jembrana Bebas Sampah

“Saat ini belum semuanya bisa dapat, karena ada aturan dari sisi anggaran juga. Tetapi saat ini kami sedang menampung CSR pengusaha maju yang selama ini memiliki usaha di Jembrana.

Mudah-mudahan bisa terketuk untuk saling berbagi, sehingga lebih banyak lagi masyarakat yang bisa dibantu,” tandasnya.

Sementara, perwakilan pedagang Gusti Putu Widyasari asal Desa Dangin Tukadaya Jembrana, menuturkan keadaannya sejak kebijakan pusat menerapkan PPKM Darurat.

Kesehariannya sebagai pedagang sayur, merasa terdampak dengan diberlakukannya sejumlah kebijakan di Masa PPKM Darurat.

Terutama karena adanya aturan pembatasan waktu berjualan sehingga  hasil jualannya  ikut berkurang.

“Tityang matur suksma atas bantuan ini. Karena kondisi kami begini, pendapatan juga berkurang. Mudah-mudahan semuanya bisa mendapat bantuan,” tukas Putu Widyasari. (rba) 

- Advertisement -

NEGARA– Pemerintah Kabupaten Jembrana telah menyalurkan bantuan sosial berupa beras kepada sejumlah pedagang kecil terdampak selama masa penerapan PPKM Darurat.

Bantuan itu bersumber dari penyisiran dan refocusing anggaran APBD tahun 2021.

Bantuan dibagikan secara simbolis di masing masing kecamatan oleh Bupati Jembrana I Nengah Tamba dan Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna, di masing-masing kecamatan, Kamis (15/7).

Bantuan yang diberikan kepada masing-masing penerima, yakni beras premium dengan berat 15 kg.

Selanjutnya, usai penyerahan simbolis itu bantuan akan diserahkan langsung oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas di masing -masing desa.

Bupati Jembrana I Nengah Tamba mengatakan, bantuan itu untuk meringankan sektor terdampak akibat sejumlah pembatasan di masa PPKM Darurat.

“Bantuan ini murni kemanusiaan tidak ada kepentingan apapun. Kita sadari, akibat pandemi begitu banyak masyarakat kita terdampak,” ujar Bupati Tamba.

Baca Juga:  Tamu VVIP Ganggu Jadwal Penerbangan Komersial, Delay Hingga 1,5 Jam

Bantuan diberikan secara selektif melalui pendataan terlebih dahulu.

Untuk tahap awal, ada 500 paket dibagikan tersebar di 5 (Lima) kecamatan.

Penerima difokuskan bagi mereka yang belum menerima bantuan pemerintah sebelumnya. 

Sebelum bantuan turun, verifikasi untuk menentukan warga yang berhak atas bantuan juga dilakukan oleh OPD terkait.

Verifikasi juga diperlukan untuk menyesuaikan jumlah sasaran bantuan terhadap kemampuan anggaran daerah.

“Kita maunya semua dapat bantuan. Tetapi tidak bisa, harus selektif, karena anggaran pemerintah terbatas. Tapi kita akan berusaha membantu lainnya. Nanti kita sisir anggaran lagi. Saya dengar bantuan serupa dari pemerintah pusat juga akan turun, jadi bisa dialokasikan kepada lainnya,” terangnya.

Bupati juga mengajak pengusaha sukses Jembrana untuk bergotong royong, saling membantu di masa Pandemi.

Bentuk gotong royong itu dengan menyisihkan rezeki untuk kegiatan CSR.

Baca Juga:  Peringatan Tak Digubris, Pemerintah Kirim Surat Peringatan Lagi

“Saat ini belum semuanya bisa dapat, karena ada aturan dari sisi anggaran juga. Tetapi saat ini kami sedang menampung CSR pengusaha maju yang selama ini memiliki usaha di Jembrana.

Mudah-mudahan bisa terketuk untuk saling berbagi, sehingga lebih banyak lagi masyarakat yang bisa dibantu,” tandasnya.

Sementara, perwakilan pedagang Gusti Putu Widyasari asal Desa Dangin Tukadaya Jembrana, menuturkan keadaannya sejak kebijakan pusat menerapkan PPKM Darurat.

Kesehariannya sebagai pedagang sayur, merasa terdampak dengan diberlakukannya sejumlah kebijakan di Masa PPKM Darurat.

Terutama karena adanya aturan pembatasan waktu berjualan sehingga  hasil jualannya  ikut berkurang.

“Tityang matur suksma atas bantuan ini. Karena kondisi kami begini, pendapatan juga berkurang. Mudah-mudahan semuanya bisa mendapat bantuan,” tukas Putu Widyasari. (rba) 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/