alexametrics
25.9 C
Denpasar
Wednesday, May 25, 2022

Berkat Luhut, Ratusan Warga Buleleng Dimobilisasi ke Isolasi Terpusat

SINGARAJA – Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng mulai memobilisasi warga yang menjalani isolasi mandiri, ke lokasi isolasi terpusat. Puluhan kendaraan milik pemerintah daerah, TNI, dan Polri, dikerahkan mengangkut warga ke lokasi isolasi terpusat.

 

Pada Sabtu (14/8), tim gabungan dari unsur TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Polisi Pamong Praja, hingga kecamatan, diminta melakukan apel bersama. Mereka harus memfasilitasi kendaraan bagi ke lokasi isolasi terpusat.

 

Apel itu dipimpin Wakil Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG. Dalam apel itu juga terlihat Komandan Kodim 1609/Buleleng Letkol Inf Windra Lisrianto dan Kapolres Buleleng AKBP Andrian Pramudianto.

 

Wakil Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra menyatakan, satgas tak lagi mengizinkan warga melakukan isolasi mandiri. Mereka harus masuk ke lokasi isolasi terpusat yang disiapkan pemerintah.

Baca Juga:  Periksa 7 Saksi, Pembunuh Ibu Tiri Terancam Hukuman Mati Plus...
- Advertisement -

 

Tadinya warga diizinkan melaksanakan isolasi karena alasan kenyamanan. Kini berkat instruksi Koordinator PPKM Jawa Bali yang juga Menteri Koordinator Kementerian Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan, seluruhnya warga yang terpapar Covid-19 dengan tanpa gejala harus melakukan isolasi terpusat.

 

“Hanya beberapa yang kami berikan diskresi. Contohnya ibu yang baru melahirkan. Ada juga lansia yang membutuhkan pendampingan dan perawatan khusus. Itu boleh isolasi mandiri. Kami ingatkan pada tenaga kesehatan dan aparat desa di sana, agar benar-benar mengawasi,” kata Sutjidra saat ditemui di Lapangan Ngurah Rai, Singaraja, pada Sabtu pagi.

 

Lebih lanjut Sutjidra mengatakan, dari hasil evaluasi, satgas menemukan beberapa kasus isolasi mandiri yang berakibat fatal. Bahkan hingga meninggal di rumah. Ada pula yang ditemukan kurang disiplin saat menjalani isolasi.

Baca Juga:  Klaster Lapas Singaraja Kembali Meluas, Satgas Covid Ungkap Fakta Ini

“Kami tidak bisa menjamin yang isolasi mandiri itu disiplin. Karena kami tidak bisa menjaga 24 jam di rumahnya. Jawabannya isolasi terpusat ini,” tegasnya.

 

Ia memastikan pemerintah telah menyiapkan sejumlah fasilitas yang dibutuhkan. Seperti fasilitas olahraga, konsumsi rutin, vitamin, pengawasan medis, serta jaringan internet gratis.

 

“Hari ini harus selesai melakukan mobilisasi. Ada 209 orang yang akan kami mobilisasi hari ini. Setelah itu, semua kasus terkonfirmasi positif yang gejala ringan dan asimtomatik akan kami mobilisasi ke lokasi isolasi terpusat,” tandas Sutjidra.

- Advertisement -

SINGARAJA – Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng mulai memobilisasi warga yang menjalani isolasi mandiri, ke lokasi isolasi terpusat. Puluhan kendaraan milik pemerintah daerah, TNI, dan Polri, dikerahkan mengangkut warga ke lokasi isolasi terpusat.

 

Pada Sabtu (14/8), tim gabungan dari unsur TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Polisi Pamong Praja, hingga kecamatan, diminta melakukan apel bersama. Mereka harus memfasilitasi kendaraan bagi ke lokasi isolasi terpusat.

 

Apel itu dipimpin Wakil Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG. Dalam apel itu juga terlihat Komandan Kodim 1609/Buleleng Letkol Inf Windra Lisrianto dan Kapolres Buleleng AKBP Andrian Pramudianto.

 

Wakil Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra menyatakan, satgas tak lagi mengizinkan warga melakukan isolasi mandiri. Mereka harus masuk ke lokasi isolasi terpusat yang disiapkan pemerintah.

Baca Juga:  Periksa 7 Saksi, Pembunuh Ibu Tiri Terancam Hukuman Mati Plus...

 

Tadinya warga diizinkan melaksanakan isolasi karena alasan kenyamanan. Kini berkat instruksi Koordinator PPKM Jawa Bali yang juga Menteri Koordinator Kementerian Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan, seluruhnya warga yang terpapar Covid-19 dengan tanpa gejala harus melakukan isolasi terpusat.

 

“Hanya beberapa yang kami berikan diskresi. Contohnya ibu yang baru melahirkan. Ada juga lansia yang membutuhkan pendampingan dan perawatan khusus. Itu boleh isolasi mandiri. Kami ingatkan pada tenaga kesehatan dan aparat desa di sana, agar benar-benar mengawasi,” kata Sutjidra saat ditemui di Lapangan Ngurah Rai, Singaraja, pada Sabtu pagi.

 

Lebih lanjut Sutjidra mengatakan, dari hasil evaluasi, satgas menemukan beberapa kasus isolasi mandiri yang berakibat fatal. Bahkan hingga meninggal di rumah. Ada pula yang ditemukan kurang disiplin saat menjalani isolasi.

Baca Juga:  Masih Muncul Klaster Keluarga, Satgas Minta Desa Serius Awasi Warga

“Kami tidak bisa menjamin yang isolasi mandiri itu disiplin. Karena kami tidak bisa menjaga 24 jam di rumahnya. Jawabannya isolasi terpusat ini,” tegasnya.

 

Ia memastikan pemerintah telah menyiapkan sejumlah fasilitas yang dibutuhkan. Seperti fasilitas olahraga, konsumsi rutin, vitamin, pengawasan medis, serta jaringan internet gratis.

 

“Hari ini harus selesai melakukan mobilisasi. Ada 209 orang yang akan kami mobilisasi hari ini. Setelah itu, semua kasus terkonfirmasi positif yang gejala ringan dan asimtomatik akan kami mobilisasi ke lokasi isolasi terpusat,” tandas Sutjidra.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/