25.4 C
Denpasar
Tuesday, November 29, 2022

Turis Asing Naik Pelinggih Pura, Wagub Cok Ace Minta Dipasangi CCTV

TABANAN – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati alias Cok Ace angkat bicara terkait ulah warganegara asing (WNA)

yang naik ke atas pelinggih pura penyungsungan subak di areal kawasan Puru Luhur Batukaru, Penebel, Tabanan.

Mantan Bupati Gianyar menyarankan mulai sekarang peraturan tata tertib masuk ke sebuah pura harus dipertegas dan penjagaan harus diperketat.

Minimal ada pendataan. Agar mudah dikenal dari nama dan asal kewarganegaraan. “Sejujurnya kami sangat menyayangkan kejadian tersebut.

Ini kali kedua terjadi sebelum juga terjadi di Pura Besakih. Kejadian naiknya seorang WNA ke pelinggih pura harus dinilai dari dua sisi.

Pihak pura harus memasang informasi-informasi atau peringatan larangan mengenai pura agar tidak boleh dinaiki wisatawan,” ujar Wagub Cok Ace usai menghadiri Jatiluwih Festival kemarin.

Baca Juga:  Diguyur Hujan Lebat, Tembok Pagar SMAN 2 Mendoyo Roboh

Cok Ace mengatakan, selain informasi-informasi seperti itu, pihak pura harus memiliki tata tertib atau tata cara masuk ke sebuah pura.

Hal ini sangat penting dilakukan agar kesucian sebuah pura dapat terjaga. Hal lain yang dapat dilakukan untuk mencegah kasus ini

tidak terulang adalah dengan menambahkan informasi berikut sistem pengawasan kamera pengintai atau CCTV.

Terlebih lagi jika ditambah dengan pengawasan secara manual. “Maka setiap wisatawan yang berkunjung ke pura mudah terlacak dan dikenali,” jelasnya.



TABANAN – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati alias Cok Ace angkat bicara terkait ulah warganegara asing (WNA)

yang naik ke atas pelinggih pura penyungsungan subak di areal kawasan Puru Luhur Batukaru, Penebel, Tabanan.

Mantan Bupati Gianyar menyarankan mulai sekarang peraturan tata tertib masuk ke sebuah pura harus dipertegas dan penjagaan harus diperketat.

Minimal ada pendataan. Agar mudah dikenal dari nama dan asal kewarganegaraan. “Sejujurnya kami sangat menyayangkan kejadian tersebut.

Ini kali kedua terjadi sebelum juga terjadi di Pura Besakih. Kejadian naiknya seorang WNA ke pelinggih pura harus dinilai dari dua sisi.

Pihak pura harus memasang informasi-informasi atau peringatan larangan mengenai pura agar tidak boleh dinaiki wisatawan,” ujar Wagub Cok Ace usai menghadiri Jatiluwih Festival kemarin.

Baca Juga:  Bali Kepincut Kembangkan Green Tourism, Ini Yang Dibutuhkan…

Cok Ace mengatakan, selain informasi-informasi seperti itu, pihak pura harus memiliki tata tertib atau tata cara masuk ke sebuah pura.

Hal ini sangat penting dilakukan agar kesucian sebuah pura dapat terjaga. Hal lain yang dapat dilakukan untuk mencegah kasus ini

tidak terulang adalah dengan menambahkan informasi berikut sistem pengawasan kamera pengintai atau CCTV.

Terlebih lagi jika ditambah dengan pengawasan secara manual. “Maka setiap wisatawan yang berkunjung ke pura mudah terlacak dan dikenali,” jelasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/