alexametrics
26.5 C
Denpasar
Thursday, August 18, 2022

Kabar Duka, TKW Asal Buleleng Meninggal Dunia di Turki

SINGARAJA – Seorang pekerja migran Indonesia asal Buleleng meninggal di Turki. AA Ayu Deni Sustinayani, 23, warga Banjar Dinas Enjung Sangiang, Desa Kaliasem Banjar, Buleleng diketahui meninggal dunia, Kamis (12/9) lalu.

Almarhumah meninggal dunia diduga karena penyakit jantung yang dideritanya sejak lama. Namun hingga kini jenazah korban belum dapat dipulang ke Indoensia.

Menurut informasi, tenaga kerja wanita (TKW) ini bekerja keluar sebagai pekerja Spa. Sebelum meninggal, Ayu Deni dikabarkan pingsan ditempat kerja.

Selama dua hari dia mengalami koma kemudian menghembuskan nafas terakhir. Diduga meninggal dunia karena penyakit jantung menyerang Ayu Deni.

Almarhumah belum bisa dipulangkan karena yang bersangkutan bekerja keluar negera secara ilegal.

Baca Juga:  Good...Aktivitas Vulkanik Tinggi, Masyarakat Sudah Terbiasa Ada Erupsi

Kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Buleleng Ni Made Dwi Priyanti Putri Koriawan membenarkan, salah satu pekerja migran Indoensia asal Buleleng meninggal dunia. 

“Benar kami terima laporan Kamis (12/9) lalu dari paman Anak Agung Ayu Deni Sustinayani. Berdasar laporan tersebut kami langsung menghubungi Kepala BP3TKI untuk mengecek kebenaran hal tersebut,” terang Dwi Priyanti.

Namun, Kepala BP3TKI juga tidak mengetahui kabar tersebut. Meski begitu, pihaknya akan menghubungi KBRI di Istanbul Turkey.

Made Dwi Priyanti Putri juga menambahkan korban bekerja ke Turki melalui jalur mandiri. Berangkat dan bekerja secara mandiri dari ajakan teman-temanya untuk ikut bekerja.

“Jadi, ketika bekerja tidak melalui jalur pemerintah, pemerintah cukup sulit membantu yang bersangkutan untuk kepulangan ke Indonesia jika terjadi sesuatu masalah di luar negeri,” papar Dwi Priyanti.

Baca Juga:  Polisi Tangkap Sopir Truk dalam Tabrakan yang Tewaskan Pensiunan Guru

Terkait rencana kepulangan jenasah almahum Ayu Deni Sustinayani ke Desa Kaliasem  Buleleng  masih belum bisa dipastikan. “Kami masih menunggu keputusan dan informasi dari Kepala BP3TKI,” tandasnya.



SINGARAJA – Seorang pekerja migran Indonesia asal Buleleng meninggal di Turki. AA Ayu Deni Sustinayani, 23, warga Banjar Dinas Enjung Sangiang, Desa Kaliasem Banjar, Buleleng diketahui meninggal dunia, Kamis (12/9) lalu.

Almarhumah meninggal dunia diduga karena penyakit jantung yang dideritanya sejak lama. Namun hingga kini jenazah korban belum dapat dipulang ke Indoensia.

Menurut informasi, tenaga kerja wanita (TKW) ini bekerja keluar sebagai pekerja Spa. Sebelum meninggal, Ayu Deni dikabarkan pingsan ditempat kerja.

Selama dua hari dia mengalami koma kemudian menghembuskan nafas terakhir. Diduga meninggal dunia karena penyakit jantung menyerang Ayu Deni.

Almarhumah belum bisa dipulangkan karena yang bersangkutan bekerja keluar negera secara ilegal.

Baca Juga:  Polisi Tangkap Sopir Truk dalam Tabrakan yang Tewaskan Pensiunan Guru

Kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Buleleng Ni Made Dwi Priyanti Putri Koriawan membenarkan, salah satu pekerja migran Indoensia asal Buleleng meninggal dunia. 

“Benar kami terima laporan Kamis (12/9) lalu dari paman Anak Agung Ayu Deni Sustinayani. Berdasar laporan tersebut kami langsung menghubungi Kepala BP3TKI untuk mengecek kebenaran hal tersebut,” terang Dwi Priyanti.

Namun, Kepala BP3TKI juga tidak mengetahui kabar tersebut. Meski begitu, pihaknya akan menghubungi KBRI di Istanbul Turkey.

Made Dwi Priyanti Putri juga menambahkan korban bekerja ke Turki melalui jalur mandiri. Berangkat dan bekerja secara mandiri dari ajakan teman-temanya untuk ikut bekerja.

“Jadi, ketika bekerja tidak melalui jalur pemerintah, pemerintah cukup sulit membantu yang bersangkutan untuk kepulangan ke Indonesia jika terjadi sesuatu masalah di luar negeri,” papar Dwi Priyanti.

Baca Juga:  Tergerus Abrasi, Pipa Air PDAM Jembrana di Pantai Pebuahan Bocor

Terkait rencana kepulangan jenasah almahum Ayu Deni Sustinayani ke Desa Kaliasem  Buleleng  masih belum bisa dipastikan. “Kami masih menunggu keputusan dan informasi dari Kepala BP3TKI,” tandasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/