alexametrics
29.8 C
Denpasar
Sunday, May 29, 2022

Puncak Musim Hujan Diprediksi Februari, Warga Diminta Waspada

SINGARAJA– Warga kabupaten Buleleng diminta meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim penghujan. Sebab musim penghujan diprediksi akan datang lebih awal. Sehingga masyarakat pun perlu menyiapkan langkah mitigasi, mengantisipasi terjadinya bencana alam. Utamanya banjir.

 

Kamis (14/10) siang kemarin, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengumpulkan stake holder terkait. Seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), Dinas Lingkungan Hidup, serta para relawan.

 

Kepala Pelaksana BPBD Buleleng Putu Ariadi Pribadi mengatakan, mengacu informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Bali, hujan akan mulai turun di Buleleng pada pertengahan November mendatang. Itu lebih awal beberapa pekan. Sebab Buleleng biasanya baru kebagian hujan pada awal Desember atau pertengahan Desember.

Baca Juga:  Apresiasi Pengguna Masker, Dandim 1610/Klungkung Bagi-bagi Nasi Jinggo

 

“Karena lebih awal, makanya perlu upaya mitigasi. Kami fokus pada upaya pencegahan. Sehingga kalau terjadi, dampak akibat bencana tidak terlalu besar,” kata Ariadi.

 

Saat ini pemerintah telah melakukan berbagai langkah antisipasi. Dinas PUTR misalnya, mulai melakukan normalisasi saluran drainase. Sementara DLH Buleleng melakukan pembersihan di sungai-sungai.

 

“Masyarakat di desa dan kelurahan juga kami harap partisipasinya. Kalau bisa selama beberapa minggu ini, kegiatan gotong royong agar fokus pada normalisasi saluran air,” ujarnya.

 

Lebih lanjut Ariadi mengatakan, masyarakat juga harus meningkatkan kewaspadaan pada musim penghujan. “Puncak musim hujan diprediksi akan ada pada akhir Januari sampai pertengahan Februari. Mudah-mudahan dengan upaya pencegahan di awal, tidak ada bencana yang berdampak masif,” tukas Ariadi.

Baca Juga:  Atap Rumah Disapu Angin Kencang, Warga Kubutambahan Mengungsi

 


SINGARAJA– Warga kabupaten Buleleng diminta meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim penghujan. Sebab musim penghujan diprediksi akan datang lebih awal. Sehingga masyarakat pun perlu menyiapkan langkah mitigasi, mengantisipasi terjadinya bencana alam. Utamanya banjir.

 

Kamis (14/10) siang kemarin, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengumpulkan stake holder terkait. Seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), Dinas Lingkungan Hidup, serta para relawan.

 

Kepala Pelaksana BPBD Buleleng Putu Ariadi Pribadi mengatakan, mengacu informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Bali, hujan akan mulai turun di Buleleng pada pertengahan November mendatang. Itu lebih awal beberapa pekan. Sebab Buleleng biasanya baru kebagian hujan pada awal Desember atau pertengahan Desember.

Baca Juga:  Akses Dua Kecamatan Putus, Jalur Busungbiu-Seririt Rawan "Hujan" Batu

 

“Karena lebih awal, makanya perlu upaya mitigasi. Kami fokus pada upaya pencegahan. Sehingga kalau terjadi, dampak akibat bencana tidak terlalu besar,” kata Ariadi.

 

Saat ini pemerintah telah melakukan berbagai langkah antisipasi. Dinas PUTR misalnya, mulai melakukan normalisasi saluran drainase. Sementara DLH Buleleng melakukan pembersihan di sungai-sungai.

 

“Masyarakat di desa dan kelurahan juga kami harap partisipasinya. Kalau bisa selama beberapa minggu ini, kegiatan gotong royong agar fokus pada normalisasi saluran air,” ujarnya.

 

Lebih lanjut Ariadi mengatakan, masyarakat juga harus meningkatkan kewaspadaan pada musim penghujan. “Puncak musim hujan diprediksi akan ada pada akhir Januari sampai pertengahan Februari. Mudah-mudahan dengan upaya pencegahan di awal, tidak ada bencana yang berdampak masif,” tukas Ariadi.

Baca Juga:  Astungkara...Rumah Terdampak Gempa Lombok Segera Ditangani

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/