alexametrics
28.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

[KABAR BAIK] 20 Ribu Wisdom Diprediksi Kunjungi Bali Saat Libur Nataru

DENPASAR-Sebanyak 20 ribu wisatawan domestik diprediksi akan berkunjung ke Bali saat libur perayaan Natal 2021 dan tahun baru 2021 mendatang.

 

Prediksi itu disampaikan Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Badung, I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya.

 

“Dari Minggu ini jumlahnya hampir 13 ribu ketika ada event saya yakini akan ada peningkatan.

 

Prediksi saya justru akan menjadi 15 ribu hingga 20 ribu wisatawan domestik pada saat Nataru,” katanya, Rabu (15/12/2021). 

 

Dari prediksi itu, tingkat hunian hotel juga diperkirakan akan meningkat kisaran 50 hingga 60 persen.

 

Dengan prediksi lonjakan kunjungan tersebut, para wisatawan nantinya dihimbau untuk tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat selama berlibur di Bali.

Baca Juga:  Membandel, Motor Pelanggar Parkir di Kawasan Wisata Ubud Diangkut

 

“Saya berpesan kepada masyarakat juga pelaku pariwisata agar menerapkan protokol kesehatan yang ketat semoga pasca Nataru nanti kasus positif Covid-19 tetap landai dan satu digit,” tambahnya. 

 

Selain itu, imbuh Rai Suryawijaya, guna memudahkan kedatangan para wisatawan ke Bali, Suryawijaya mengaku jika pihaknya akan mengusulkan kelonggaran kebijakan persyaratan bagi wisatawan, khususnya terkait dengan karantina untuk dihapus.

 

“Terutama penghapusan karantina untuk wisatawan mancanegara. Tentunya jika hasil PCR Wisman bersangkutan dinyatakan negatif. 

 

Menurut dia, seharusnya Wisman sudah tak perlu lagi dikarantina.

 

Apalagi saat ini Bali sudah masuk dalam zona hijau. Kemudiaan bisa yang dianggap memberatkan calon wisatawan asing dibatasi 1.500 on line dan harus menggunakan sponsor.

Baca Juga:  Jadi Objek Wisata Baru, Teluk Gilimanuk Diserbu Wisatawan Domestik

 

“Kalau datang ke Bali misalnya wisatawan couple susah untuk mencari sponsor. Kalau bisa diberlakukan kembali visa on arrival.

 

Yang ketiga terkait flight policy (kebijakan penerbangan) yang harus direvisi juga jangan sampai memberatkan hanya bisa direct dari origin country. Kan banyak saat ini tidak mungkin mereka menerbangkan pesawat besar dan isinya sedikit,” imbuhnya. 

 

Dilanjutkannya bahwa sejumlah usulan itu akan disampaikan kepada pemerintah melalui Gubernur Bali, Wayan Koster. 


DENPASAR-Sebanyak 20 ribu wisatawan domestik diprediksi akan berkunjung ke Bali saat libur perayaan Natal 2021 dan tahun baru 2021 mendatang.

 

Prediksi itu disampaikan Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Badung, I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya.

 

“Dari Minggu ini jumlahnya hampir 13 ribu ketika ada event saya yakini akan ada peningkatan.

 

Prediksi saya justru akan menjadi 15 ribu hingga 20 ribu wisatawan domestik pada saat Nataru,” katanya, Rabu (15/12/2021). 

 

Dari prediksi itu, tingkat hunian hotel juga diperkirakan akan meningkat kisaran 50 hingga 60 persen.

 

Dengan prediksi lonjakan kunjungan tersebut, para wisatawan nantinya dihimbau untuk tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat selama berlibur di Bali.

Baca Juga:  Pedagang Terminal Seraya Direlokasi, Lahan Parkir Jadi Persoalan Baru

 

“Saya berpesan kepada masyarakat juga pelaku pariwisata agar menerapkan protokol kesehatan yang ketat semoga pasca Nataru nanti kasus positif Covid-19 tetap landai dan satu digit,” tambahnya. 

 

Selain itu, imbuh Rai Suryawijaya, guna memudahkan kedatangan para wisatawan ke Bali, Suryawijaya mengaku jika pihaknya akan mengusulkan kelonggaran kebijakan persyaratan bagi wisatawan, khususnya terkait dengan karantina untuk dihapus.

 

“Terutama penghapusan karantina untuk wisatawan mancanegara. Tentunya jika hasil PCR Wisman bersangkutan dinyatakan negatif. 

 

Menurut dia, seharusnya Wisman sudah tak perlu lagi dikarantina.

 

Apalagi saat ini Bali sudah masuk dalam zona hijau. Kemudiaan bisa yang dianggap memberatkan calon wisatawan asing dibatasi 1.500 on line dan harus menggunakan sponsor.

Baca Juga:  Wisatawan Domestik Serbu Tanah Lot Bali, Sehari Tembus 2.500 Orang

 

“Kalau datang ke Bali misalnya wisatawan couple susah untuk mencari sponsor. Kalau bisa diberlakukan kembali visa on arrival.

 

Yang ketiga terkait flight policy (kebijakan penerbangan) yang harus direvisi juga jangan sampai memberatkan hanya bisa direct dari origin country. Kan banyak saat ini tidak mungkin mereka menerbangkan pesawat besar dan isinya sedikit,” imbuhnya. 

 

Dilanjutkannya bahwa sejumlah usulan itu akan disampaikan kepada pemerintah melalui Gubernur Bali, Wayan Koster. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/