alexametrics
25.4 C
Denpasar
Wednesday, May 18, 2022

Koster Di-bully Netizen Soal Video Hotel Penuh, FPDIP DPRD Jadi Bumper

DENPASAR –  Video Gubernur Bali bersama Wakil Presiden Mar’uf Amin yang menyebut hotel penuh di beberapa waktu lalu dibully netizen. Namun, akibat video viral itu justru Fraksi PDIP yang beraksi keras dan menjadi bumper untuk Koster.

 

Saat itu, Wapres Ma’ruf Amin sempat menyebut hotel di Bali penuh. Pernyataan Wapres Ma’ruf Amin ini berdasarkan laporan dari Gubernur Koster. Para netizen pun membully dengan memviralkan video itu di media sosia.

 

Atas viralnya video tersebut. Fraksi PDIP DPRD Bali ikut membela Koster. Ketua Fraksi PDIP DPRD Bali Dewa Made Mahayadnya bersama Ketua Komisi III DPRD Bali Anak Agung Ngurah Adhi Ardhana langsung memberikan klarifikasi khusus di Sekretariat DPRD Bali, Selasa (14/12). 

 

Bahkan, kedua politisi PDIP Bali ini juga secara langsung memutar isi rekaman aslinya bukan hasil suntingan  bagaimana  yang disebar di medsos sehingga muncul berbagai tafsiran yang negatif di masyarakat khususnya dari komponen pariwisata Bali. 

 

Ketua Fraksi PDIP Dewa Mahayadnya menyampaikan, hal yang wajar PDIP Bali memback-up penuh Gubernur Bali Wayan Koster. Disebabkan Koster sebagai Ketua DPD PDIP, Wayan Koster juga sebagai Gubernur Bali yang diusung dan didukung penuh oleh PDIP. 

 

Menurut Dewa Mahayadnya, Gubernur Wayan Koster sudah berjuang maksimal dalam pemulihan pariwisata Bali. Berbagai pertemuan juga telah digelar dengan Kedutaan Besar negara-negara di dunia yang selama ini memberikan kobtribusi besar akan kedatangan wisatawan mancanegara ke Bali.

Baca Juga:  KABAR BAIK! Bantuan Pangan Non Tunai Naik Nyaris Dua Kali Lipat

 

Seperti pertemuan dilakukan Dubes Australia, Jepang, Prancis, Romania, Thaiwan, Inggris dan masih banyak lagi. Gubernur juga telah membuka pariwisata Bali dengan tatanan kehidupan Bali era baru sejak dua bulan lalu. Namun, dunia kembali mengkhawatirkan setelah munculnya varian baru Covid-19 dari Afrika Selatan yakni Omicron. 

 

Munculnya varian Omicron ini, membuat semua negara di dunia kembali harus berhati-hati sehingga negara bersangkutan juga melarang warganya untuk bepergian ke Bali. Selain demi keselamatan warganya, negara bersangkutan juga mengunci keuangan negaranya agar devisanya tidak keluar. 

 

“Segala kendala pariwisata di Bali sudah diusahakan oleh Bapak Gubernur sebagai kepala daerah secara pararel agar bisa menjalankan kebijakan yang tegak lurus sesuai apa yang diarahkab pemerintah pusat,” jelasnya.

 

Sementata Ketua Komisi III Anak Agung Ngurah Adhi Ardhana menyampaikan,  hampir dua bulan Bali sudah membuka diri sesuai arahan pemerintah pusat. Sejak pariwisata Bali dibuka, pergerakan ekonomi Bali sudah mulai bergerak akan tetapi dalam pemulihan pariwisata Balu tidak serta merta bisa mencapai titik normal seperti sebelum pandemi Covid-19.

 

Menurutnya pandemi Covid-19 mengharuskan Bali melakukan pola penyesuaian dalam tatanan kehidupan Bali era baru, namun harus penuh kehati-hatian dan jangan sampai terjadi lonjakan kasus seeperti pada Juni dan Juli lalu.

Baca Juga:  Koster Minta Masyarakat Stop Polemikkan Pembatalan Nyipeng 3 Hari

 

“Dalam dua bulan ini geliat tourism domestik sangat baik dan PDIP mendorong semaksimal mungkin dengan harapan maksimal kunjungan wistawan domestik bisa mencapai 6,7  juta di Bali,” ujarnya. 

 

Mengenai pemberitaan di medsos yang mencuat tingkat hunian hotel penuh dan semua kamar hotel berbintang sudah overbooking. Hal itu menurutnya memang benar adanya akan tetapi pesanan kamar hotel itu untuk wisatawan domestik dan tidak ada wisatawan asing. 

 

Adhi Ardhana menambahkan, sesuai aturan protokol kesehatan dan mengantisipasi tidak terjadi ledakan kasus ketika pariwisata Bali dibuka. Dalam hitungan bisnis para pengusaha hotel tentunya tidak akan menjual semua kamar hotelnya yang dibuka hanya 50 persen.

 

Hal itu mempertimbangkan biaya perawatan, biaya operasional dan biaya pegawai  sehingga untuk wisatawan domestik dengan hotel berbintang lima dikawasan Nusa Dua dinyatakan sudah overbooking.

 

“Saat rombongan Wapres di Bali 3-4 Desember tingkat hunian diatas rata-rata 70 persen sehingga dengan hotel buka 50 persen pada hotel-hotel berbintang di Nusa Bali, saat itu benar yang disampaikan tingkat hunian hotel oleh wisatawan domestik sudah penuh,” pungkasnya.

- Advertisement -
- Advertisement -

DENPASAR –  Video Gubernur Bali bersama Wakil Presiden Mar’uf Amin yang menyebut hotel penuh di beberapa waktu lalu dibully netizen. Namun, akibat video viral itu justru Fraksi PDIP yang beraksi keras dan menjadi bumper untuk Koster.

 

Saat itu, Wapres Ma’ruf Amin sempat menyebut hotel di Bali penuh. Pernyataan Wapres Ma’ruf Amin ini berdasarkan laporan dari Gubernur Koster. Para netizen pun membully dengan memviralkan video itu di media sosia.


 

Atas viralnya video tersebut. Fraksi PDIP DPRD Bali ikut membela Koster. Ketua Fraksi PDIP DPRD Bali Dewa Made Mahayadnya bersama Ketua Komisi III DPRD Bali Anak Agung Ngurah Adhi Ardhana langsung memberikan klarifikasi khusus di Sekretariat DPRD Bali, Selasa (14/12). 

 

Bahkan, kedua politisi PDIP Bali ini juga secara langsung memutar isi rekaman aslinya bukan hasil suntingan  bagaimana  yang disebar di medsos sehingga muncul berbagai tafsiran yang negatif di masyarakat khususnya dari komponen pariwisata Bali. 

 

Ketua Fraksi PDIP Dewa Mahayadnya menyampaikan, hal yang wajar PDIP Bali memback-up penuh Gubernur Bali Wayan Koster. Disebabkan Koster sebagai Ketua DPD PDIP, Wayan Koster juga sebagai Gubernur Bali yang diusung dan didukung penuh oleh PDIP. 

 

Menurut Dewa Mahayadnya, Gubernur Wayan Koster sudah berjuang maksimal dalam pemulihan pariwisata Bali. Berbagai pertemuan juga telah digelar dengan Kedutaan Besar negara-negara di dunia yang selama ini memberikan kobtribusi besar akan kedatangan wisatawan mancanegara ke Bali.

Baca Juga:  Usul Wisman ke Bali Tanpa Karantina Disetujui, Tunggu Keputusan Luhut

 

Seperti pertemuan dilakukan Dubes Australia, Jepang, Prancis, Romania, Thaiwan, Inggris dan masih banyak lagi. Gubernur juga telah membuka pariwisata Bali dengan tatanan kehidupan Bali era baru sejak dua bulan lalu. Namun, dunia kembali mengkhawatirkan setelah munculnya varian baru Covid-19 dari Afrika Selatan yakni Omicron. 

 

Munculnya varian Omicron ini, membuat semua negara di dunia kembali harus berhati-hati sehingga negara bersangkutan juga melarang warganya untuk bepergian ke Bali. Selain demi keselamatan warganya, negara bersangkutan juga mengunci keuangan negaranya agar devisanya tidak keluar. 

 

“Segala kendala pariwisata di Bali sudah diusahakan oleh Bapak Gubernur sebagai kepala daerah secara pararel agar bisa menjalankan kebijakan yang tegak lurus sesuai apa yang diarahkab pemerintah pusat,” jelasnya.

 

Sementata Ketua Komisi III Anak Agung Ngurah Adhi Ardhana menyampaikan,  hampir dua bulan Bali sudah membuka diri sesuai arahan pemerintah pusat. Sejak pariwisata Bali dibuka, pergerakan ekonomi Bali sudah mulai bergerak akan tetapi dalam pemulihan pariwisata Balu tidak serta merta bisa mencapai titik normal seperti sebelum pandemi Covid-19.

 

Menurutnya pandemi Covid-19 mengharuskan Bali melakukan pola penyesuaian dalam tatanan kehidupan Bali era baru, namun harus penuh kehati-hatian dan jangan sampai terjadi lonjakan kasus seeperti pada Juni dan Juli lalu.

Baca Juga:  Koster Yakinkan Pelegalan Arak Bali Bukan Isapan Jempol

 

“Dalam dua bulan ini geliat tourism domestik sangat baik dan PDIP mendorong semaksimal mungkin dengan harapan maksimal kunjungan wistawan domestik bisa mencapai 6,7  juta di Bali,” ujarnya. 

 

Mengenai pemberitaan di medsos yang mencuat tingkat hunian hotel penuh dan semua kamar hotel berbintang sudah overbooking. Hal itu menurutnya memang benar adanya akan tetapi pesanan kamar hotel itu untuk wisatawan domestik dan tidak ada wisatawan asing. 

 

Adhi Ardhana menambahkan, sesuai aturan protokol kesehatan dan mengantisipasi tidak terjadi ledakan kasus ketika pariwisata Bali dibuka. Dalam hitungan bisnis para pengusaha hotel tentunya tidak akan menjual semua kamar hotelnya yang dibuka hanya 50 persen.

 

Hal itu mempertimbangkan biaya perawatan, biaya operasional dan biaya pegawai  sehingga untuk wisatawan domestik dengan hotel berbintang lima dikawasan Nusa Dua dinyatakan sudah overbooking.

 

“Saat rombongan Wapres di Bali 3-4 Desember tingkat hunian diatas rata-rata 70 persen sehingga dengan hotel buka 50 persen pada hotel-hotel berbintang di Nusa Bali, saat itu benar yang disampaikan tingkat hunian hotel oleh wisatawan domestik sudah penuh,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/