alexametrics
23.7 C
Denpasar
Sunday, May 22, 2022

Temukus Besakih Kembali Jadi Langganan Longsor

AMLAPURA – Bencana tanah longsor kembali terjadi di Banjar Temukus, Desa Besakih, Kecamatan Rendang pada Senin malam (13/12). Tanah longsor yang mengakibatkan akses jalan tertutup tersebut tersebar di empat titik.

 

Kabid Kesiapsiagaan dan Kebencanaan, BPBD Karangasem, Putu Eka Tirtana menuturkan, longsor yang terjadi di wilayah Temukus akibat hujan yang berlangsung cukup lama. Dalam kejadian itu, tidak ada korban jiwa.

“Kami sudah lakukan penanganan tadi (kemarin). Saat ini akses jalan sudah bisa dilalui kendaraan. Material longsor sudah kami bersihkan,” ujarnya dikonfirmasi Selasa (14/12).

 

Eka menambahkan, dalam kegiatan penanganan itu melibatkan tim reaksi cepat (TRC) BPBD Karangasem bersama petugas pemeliharaan jalan dari Dinas PUPR Bina Marga Karangasem. “Temukus ini berada di dataran tinggi. Memang cukup rawan longsor. Sebelumnya juga sempat terjadi longsor,” kata Eka.

Baca Juga:  Jabatan Sekda Jembrana Mulai Dilelang, Ledang: Minimal Eselon IIIA

 

- Advertisement -

Di tengah cuaca hujan dan terjadi anomali cuaca secara tiba-tiba, pihaknya mengimbau agar warga selalu waspada dan hati-hati saat melakukan aktivitas di luar rumah. Terlebih pemukiman warga yang berada di wilayah perbukitan yang rawan dari ancaman longsor.

“Hindari beraktivitas di tebing-tebing, karena ketika hujan tanahnya labil dan rawan longsor. Hindari juga berteduh atau beraktivitas di bawah pohon. Intinya selalu waspada,” tandasnya. 

 

Dari hasil pemetaan BPBD Karangasem, dari 78 desa dan kelurahan Karangasem, sebanyak 50 desa berpotensi mengalami bencana tanah longsor saat hujan. Daerah yang berpotensi terjadi longsor teersebar di 8 Kecamatan. Seperti Rendang, Sidemen dan Bebandem.

- Advertisement -

AMLAPURA – Bencana tanah longsor kembali terjadi di Banjar Temukus, Desa Besakih, Kecamatan Rendang pada Senin malam (13/12). Tanah longsor yang mengakibatkan akses jalan tertutup tersebut tersebar di empat titik.

 

Kabid Kesiapsiagaan dan Kebencanaan, BPBD Karangasem, Putu Eka Tirtana menuturkan, longsor yang terjadi di wilayah Temukus akibat hujan yang berlangsung cukup lama. Dalam kejadian itu, tidak ada korban jiwa.

“Kami sudah lakukan penanganan tadi (kemarin). Saat ini akses jalan sudah bisa dilalui kendaraan. Material longsor sudah kami bersihkan,” ujarnya dikonfirmasi Selasa (14/12).

 

Eka menambahkan, dalam kegiatan penanganan itu melibatkan tim reaksi cepat (TRC) BPBD Karangasem bersama petugas pemeliharaan jalan dari Dinas PUPR Bina Marga Karangasem. “Temukus ini berada di dataran tinggi. Memang cukup rawan longsor. Sebelumnya juga sempat terjadi longsor,” kata Eka.

Baca Juga:  Ini Daerah di Karangasem yang Banyak Menunggak Pajak Samsat

 

Di tengah cuaca hujan dan terjadi anomali cuaca secara tiba-tiba, pihaknya mengimbau agar warga selalu waspada dan hati-hati saat melakukan aktivitas di luar rumah. Terlebih pemukiman warga yang berada di wilayah perbukitan yang rawan dari ancaman longsor.

“Hindari beraktivitas di tebing-tebing, karena ketika hujan tanahnya labil dan rawan longsor. Hindari juga berteduh atau beraktivitas di bawah pohon. Intinya selalu waspada,” tandasnya. 

 

Dari hasil pemetaan BPBD Karangasem, dari 78 desa dan kelurahan Karangasem, sebanyak 50 desa berpotensi mengalami bencana tanah longsor saat hujan. Daerah yang berpotensi terjadi longsor teersebar di 8 Kecamatan. Seperti Rendang, Sidemen dan Bebandem.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/