alexametrics
26.5 C
Denpasar
Saturday, May 21, 2022

Vaksin jelang Kedaluwarsa, BINDA Bali Minta Pemda Genjot Vaksinasi

TABANAN – Vaksin Sinovac dan Astrazeneca diperkirakan pada akhir tahun 2021 ini akan habis masa berlaku alias mengalami kedaluwarsa. Pemerintah pusat pun meminta pemerintah daerah untuk cermat dalam mengelola vaksin.

Salah satu cara dan solusi yang harus ditempuh dengan mempercepat proses distribusi vaksin dan melakukan vaksinasi bagi masyarakat yang belum menerima vaksin Covid-19.

Percepatan vaksinasi itulah yang dilakukan Badan Intelejen Negara (BIN) Daerah Bali, Selasa kemarin (14/12) di Gedung I Ketut Maria Tabanan.

Kepala BIN Daerah Bali Brigjen Pol Hadi Purnomo mengingat masa kedaluwarsa baik itu dosis vaksin Sinovac dan Astrazeneca dibulan Desember 2021, maka pihaknya perlu untuk turun ke daerah salah satunya Kabupaten Tabanan. Dengan menyasar warga baik yang sudah menerima vaksin tahap pertama dan belum menerima vaksin tahap pertama dan kedua.

“Jadi untuk stok dosis vaksin yang akan kedaluwarsa, BIN akan mendorong secepatnya. Jangan sampai dosis vaksin ini terjadi kedaluwarsa. Kalau sudah kedaluwarsa tidak bisa diberikan kepada masyarakat dan sulit dimusnahkan. Ini akan menjadi sia-sia,” kata Brigjen Pol Hadi Purnomo.

Baca Juga:  Datang Mobil Menyalip, Mobil Boks Banting Kiri dan Tabrak Pohon

Sementara ini pada daerah-daerah yang berada di Provinsi Bali pihaknya belum temukan vaksin dosis kedaluwarsa. Kendati belum ada temuan vaksin dengan dosis kedaluwarsa.

“Kami mengingatkan kembali agar pemerintah cepat melaksanakan vaksin. Pasalnya stok vaksin yang hampir habis waktu pada bulan Desember ini,” ungkapnya.

- Advertisement -

Dia menambahkan ada sebanyak 13.600 dosis vaksin Covid-19 yang diterima BIN Bali.  Dengan target tuntas diakhir Desember. Sementara target baru tercapai 70 persen .

Untuk di Kabupaten Tabanan sendiri yang pihaknya lakukan vaksinasi ada sebanyak 1.000 dosis vaksin Covid-19 diberikan. Dengan rincian 750 vaksin sinovac dan 250 vaksin Astrazeneca

Sementara itu Sekda Tabanan  I Gede Susila mengatakan target vaksinasi Pemerintah Tabanan sudah mencapai 95 persen lebih pada tahap pertama. Sedangkan vaksin tahap kedua mencapai 88 persen.

Baca Juga:  Kecepatan Angin di Selat Bali 35 Knot, Pelabuhan Kembali Buka Tutup

Antara vaksin tahap pertama dan kedua masih ada selisih sekitar 7 persen warga Tabanan yang belum divaksin.

“Selisih Ini yang masih kita cari. Kami berusaha maksimal mencari posisi-posisi warga yang belum menerima vaksin dengan terus menyisir warga yang belum divaksin. Sehingga terus mengalami peningkatan vaksinasi,” ujar Susila

Adanya selisih vaksin pertama dan kedua ternyata ada temuan di lapangan. Karena masyarakat setelah menerima vaksin pertama, malah terkonfirmasi Covid-19. Otomatis masyarakat tersebut harus menunggu tiga bulan untuk melaksanakan vaksinasi tahap kedua.

“Target kami selisih 7 persen ini harus tuntas di bulan Desember. Apalagi di bulan Januari vaksinasi difokuskan pada anak-anak. Dan lebih dosis vaksin Covid-19 akan mengalami kedaluwarsa. Ini harus segera kami selesaikan,” tandasnya.

- Advertisement -

TABANAN – Vaksin Sinovac dan Astrazeneca diperkirakan pada akhir tahun 2021 ini akan habis masa berlaku alias mengalami kedaluwarsa. Pemerintah pusat pun meminta pemerintah daerah untuk cermat dalam mengelola vaksin.

Salah satu cara dan solusi yang harus ditempuh dengan mempercepat proses distribusi vaksin dan melakukan vaksinasi bagi masyarakat yang belum menerima vaksin Covid-19.

Percepatan vaksinasi itulah yang dilakukan Badan Intelejen Negara (BIN) Daerah Bali, Selasa kemarin (14/12) di Gedung I Ketut Maria Tabanan.

Kepala BIN Daerah Bali Brigjen Pol Hadi Purnomo mengingat masa kedaluwarsa baik itu dosis vaksin Sinovac dan Astrazeneca dibulan Desember 2021, maka pihaknya perlu untuk turun ke daerah salah satunya Kabupaten Tabanan. Dengan menyasar warga baik yang sudah menerima vaksin tahap pertama dan belum menerima vaksin tahap pertama dan kedua.

“Jadi untuk stok dosis vaksin yang akan kedaluwarsa, BIN akan mendorong secepatnya. Jangan sampai dosis vaksin ini terjadi kedaluwarsa. Kalau sudah kedaluwarsa tidak bisa diberikan kepada masyarakat dan sulit dimusnahkan. Ini akan menjadi sia-sia,” kata Brigjen Pol Hadi Purnomo.

Baca Juga:  Begal yang Bacok Pedagang Tempe Pernah Curi Motor di Tabanan

Sementara ini pada daerah-daerah yang berada di Provinsi Bali pihaknya belum temukan vaksin dosis kedaluwarsa. Kendati belum ada temuan vaksin dengan dosis kedaluwarsa.

“Kami mengingatkan kembali agar pemerintah cepat melaksanakan vaksin. Pasalnya stok vaksin yang hampir habis waktu pada bulan Desember ini,” ungkapnya.

Dia menambahkan ada sebanyak 13.600 dosis vaksin Covid-19 yang diterima BIN Bali.  Dengan target tuntas diakhir Desember. Sementara target baru tercapai 70 persen .

Untuk di Kabupaten Tabanan sendiri yang pihaknya lakukan vaksinasi ada sebanyak 1.000 dosis vaksin Covid-19 diberikan. Dengan rincian 750 vaksin sinovac dan 250 vaksin Astrazeneca

Sementara itu Sekda Tabanan  I Gede Susila mengatakan target vaksinasi Pemerintah Tabanan sudah mencapai 95 persen lebih pada tahap pertama. Sedangkan vaksin tahap kedua mencapai 88 persen.

Baca Juga:  Kecepatan Angin di Selat Bali 35 Knot, Pelabuhan Kembali Buka Tutup

Antara vaksin tahap pertama dan kedua masih ada selisih sekitar 7 persen warga Tabanan yang belum divaksin.

“Selisih Ini yang masih kita cari. Kami berusaha maksimal mencari posisi-posisi warga yang belum menerima vaksin dengan terus menyisir warga yang belum divaksin. Sehingga terus mengalami peningkatan vaksinasi,” ujar Susila

Adanya selisih vaksin pertama dan kedua ternyata ada temuan di lapangan. Karena masyarakat setelah menerima vaksin pertama, malah terkonfirmasi Covid-19. Otomatis masyarakat tersebut harus menunggu tiga bulan untuk melaksanakan vaksinasi tahap kedua.

“Target kami selisih 7 persen ini harus tuntas di bulan Desember. Apalagi di bulan Januari vaksinasi difokuskan pada anak-anak. Dan lebih dosis vaksin Covid-19 akan mengalami kedaluwarsa. Ini harus segera kami selesaikan,” tandasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/