alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, August 18, 2022

Hujan Lebat, Banjir Rendam Jalan, Rumah, dan Areal Persawahan

NEGARA – Curah hujan yang tinggi di wilayah Kecamatan Mendoyo, Senin (15/1) siang hingga sore kemarin menyebabkan banjir di sejumlah lokasi.

Jalan umum, areal persawahan dan perumahan tidak luput terendam banjir. Banjir tersebut diduga karena drainase yang tidak mampu menampung air hujan.

Banjir terparah terjadi di kawasan objek wisata Rambut Siwi, Desa Yehembang.  Tinggi air hingga di lutut orang dewasa atau lebih 30 centimeter.

Tingginya air menyebabkan Jalan nasional Denpasar-Gilimanuk sempat macet karena tidak sedikit kendaraan yang mogok di jalan setelah menerobos banjir.

Banjir di lokasi yang sama, juga menggenangi rumah-rumah warga dan sawah di subak Tegak Gede, Desa Yehembang.

Baca Juga:  Dua Motor Adu Jangkrik, Empat Pengendara Sekarat Bersimbah Darah

Air hujan dari arah utara atau areal Anjungan Cerdas menerobos jalan nasional dan langsung ke areal persawahan.

“Untungnya air cepat surut, kemacetan cepat terurai. Tapi sawah masih terendam banjir,” kata Darmada, warga Yehembang.

Banjir yang merendam jalan, perumahan dan sawah ini, diduga akibat curah hujan yang tinggi selama lebih dua jam.

Sedangkan drainase kurang optimal karena terlalu kecil, salah satunya drainase di kawasan Anjungan Cerdas  perlu diperbesar agar ketika hujan tidak banjir lagi hingga ke jalan. 



NEGARA – Curah hujan yang tinggi di wilayah Kecamatan Mendoyo, Senin (15/1) siang hingga sore kemarin menyebabkan banjir di sejumlah lokasi.

Jalan umum, areal persawahan dan perumahan tidak luput terendam banjir. Banjir tersebut diduga karena drainase yang tidak mampu menampung air hujan.

Banjir terparah terjadi di kawasan objek wisata Rambut Siwi, Desa Yehembang.  Tinggi air hingga di lutut orang dewasa atau lebih 30 centimeter.

Tingginya air menyebabkan Jalan nasional Denpasar-Gilimanuk sempat macet karena tidak sedikit kendaraan yang mogok di jalan setelah menerobos banjir.

Banjir di lokasi yang sama, juga menggenangi rumah-rumah warga dan sawah di subak Tegak Gede, Desa Yehembang.

Baca Juga:  Pekerjakan TKA Tiongkok Ilegal? Dwipayuda: Kami Minta Maaf

Air hujan dari arah utara atau areal Anjungan Cerdas menerobos jalan nasional dan langsung ke areal persawahan.

“Untungnya air cepat surut, kemacetan cepat terurai. Tapi sawah masih terendam banjir,” kata Darmada, warga Yehembang.

Banjir yang merendam jalan, perumahan dan sawah ini, diduga akibat curah hujan yang tinggi selama lebih dua jam.

Sedangkan drainase kurang optimal karena terlalu kecil, salah satunya drainase di kawasan Anjungan Cerdas  perlu diperbesar agar ketika hujan tidak banjir lagi hingga ke jalan. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/