alexametrics
28.8 C
Denpasar
Tuesday, June 28, 2022

Diguyur Hujan Deras, 5 Titik Bencana Alam Terjadi di Tabanan

TABANAN – Sejumlah bencana alam kini mulai menghantui sejumlah wilayah di Tabanan. Intensitas hujan yang tinggi yang mengguyur sejak Kamis (14/1) malam hingga Jumat pagi (15/1) mengakibatkan beberapa  titik bencana alam mulai terjadi di kabupaten lumbung beras. 

Dari laporan BPBD Tabanan dan  Polres Tabanan, sekitar 5 peristiwa bencana alam terjadi. Diantaranya 3 kejadian tanah longsor, 1 kejadian pohon tumbang, dan 1 kejadian senderan jebol. Tiga peristiwa tanah longsor masing-masing terjadi di Kecamatan Marga, Kecamatan Kediri dan Kecamatan Pupuan. Kemudian pohon tumbang serta senderan jebol terjadi di Kecamatan Marga. 

Tanah longsor menyebabkan sebuah akar pohon hanyut hingga menghalangi badan jalan yang terjadi di Banjar Tengah, Desa Marga Dajan Puri, Kecamatan Marga, Tabanan. Peristiwa tersebut sudah dilakukan penanganan secara bergotong royong oleh masyarakat serta aparat setempat. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, hanya saja sempat membuat arus lalulintas sempat sedikit terganggu. 

Peristiwa kedua tanah longsor terjadi di Banjar Munduk Gawang, Desa Belatungan, Kecamatan Pupuan. Tanah yang longsor tersebut merupakan lahan tegalan milik Sri Bhagawan Putra Nata Nawewangsa Pemawun dengan luas lahan yang longsor lebar 12 meter dan panjang 7 meter. Kemudian tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. 

Ketiga, peristiwa tanah longsor di Banjar Pangkung, Desa Pandak Gede yang mengakibatkan saluran air subak gadon tersendat. Dan sudah dilakukan penanganan oleh warga setempat secara Ginting royong. 

Selanjutnya keempat peristiwa pohon tumbang. Sebuah pohon Dau milik Laba Pura Pucak Empelan Dalem Semeru, di Banjar Umadiwang Kangin, Desa Batanyuh, Kecamatan Marga tumbang dengan menghalangi jalan menuju Subak Blusung. Setelah peristiwa tersebut, pihak aparat desa bersama BPBD, PLN serta aparat melakukan penanganan dengan memotong kayu dan pembersihan jalan. Tak lama setelah itu, akses menuju subak sudah normal kembali. 

Terakhir sebuah senderan beton Setra Ganda Mayu Desa, Kecamatan Marga bagian utara jebol. Kurang lebih panjangnya sekitar 10 meter. Beruntung senderan yang jebol tersebut tidak sampai menutup akses menuju Pura Dalem setempat. 

Beruntung dari lima peristiwa bencana alam tersebut tak ada korban jiwa. Dan saat ini seluruh bencana alam telah tertangani dengan gotong royong oleh masyarakat dibantu petugas BPBD serta TNI dan Polri. 

Dikonfirmasi terpisah Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Tabanan I Putu Trisna Widiatmika mengaku sesuai data yang pihaknya terima saat ini di wilayah Tabanan terdapat 5 titik bencana alam akibat dari intensitas hujan yang tinggi belakangan ini terjadi di Tabanan. 

Dari lima titik lokasi bencana alam pihaknya sudah lakukan penanganan sejumlah material longsoran tanah yang menutupi jalan sudah dibersihkan dan dievakuasi. Termasuk pula mengevakuasi pohon yang tumbang menutupi jalan.

“Sampai saat dampak dari bencana alam belum kami terima laporan ada korban jiwa,” kata Trisna. 

Pihaknya mengingatkan agar seluruh masyarakat tetap waspada saja. Saat ini kondisi cuaca ekstrem masih terjadi. 

“Kami harap semua selalu waspada dan hati-hati saat terjadinya cuaca ekstrem. Bila mana terjadi bencana alam segera melapor,” tandasnya.



TABANAN – Sejumlah bencana alam kini mulai menghantui sejumlah wilayah di Tabanan. Intensitas hujan yang tinggi yang mengguyur sejak Kamis (14/1) malam hingga Jumat pagi (15/1) mengakibatkan beberapa  titik bencana alam mulai terjadi di kabupaten lumbung beras. 

Dari laporan BPBD Tabanan dan  Polres Tabanan, sekitar 5 peristiwa bencana alam terjadi. Diantaranya 3 kejadian tanah longsor, 1 kejadian pohon tumbang, dan 1 kejadian senderan jebol. Tiga peristiwa tanah longsor masing-masing terjadi di Kecamatan Marga, Kecamatan Kediri dan Kecamatan Pupuan. Kemudian pohon tumbang serta senderan jebol terjadi di Kecamatan Marga. 

Tanah longsor menyebabkan sebuah akar pohon hanyut hingga menghalangi badan jalan yang terjadi di Banjar Tengah, Desa Marga Dajan Puri, Kecamatan Marga, Tabanan. Peristiwa tersebut sudah dilakukan penanganan secara bergotong royong oleh masyarakat serta aparat setempat. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, hanya saja sempat membuat arus lalulintas sempat sedikit terganggu. 

Peristiwa kedua tanah longsor terjadi di Banjar Munduk Gawang, Desa Belatungan, Kecamatan Pupuan. Tanah yang longsor tersebut merupakan lahan tegalan milik Sri Bhagawan Putra Nata Nawewangsa Pemawun dengan luas lahan yang longsor lebar 12 meter dan panjang 7 meter. Kemudian tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. 

Ketiga, peristiwa tanah longsor di Banjar Pangkung, Desa Pandak Gede yang mengakibatkan saluran air subak gadon tersendat. Dan sudah dilakukan penanganan oleh warga setempat secara Ginting royong. 

Selanjutnya keempat peristiwa pohon tumbang. Sebuah pohon Dau milik Laba Pura Pucak Empelan Dalem Semeru, di Banjar Umadiwang Kangin, Desa Batanyuh, Kecamatan Marga tumbang dengan menghalangi jalan menuju Subak Blusung. Setelah peristiwa tersebut, pihak aparat desa bersama BPBD, PLN serta aparat melakukan penanganan dengan memotong kayu dan pembersihan jalan. Tak lama setelah itu, akses menuju subak sudah normal kembali. 

Terakhir sebuah senderan beton Setra Ganda Mayu Desa, Kecamatan Marga bagian utara jebol. Kurang lebih panjangnya sekitar 10 meter. Beruntung senderan yang jebol tersebut tidak sampai menutup akses menuju Pura Dalem setempat. 

Beruntung dari lima peristiwa bencana alam tersebut tak ada korban jiwa. Dan saat ini seluruh bencana alam telah tertangani dengan gotong royong oleh masyarakat dibantu petugas BPBD serta TNI dan Polri. 

Dikonfirmasi terpisah Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Tabanan I Putu Trisna Widiatmika mengaku sesuai data yang pihaknya terima saat ini di wilayah Tabanan terdapat 5 titik bencana alam akibat dari intensitas hujan yang tinggi belakangan ini terjadi di Tabanan. 

Dari lima titik lokasi bencana alam pihaknya sudah lakukan penanganan sejumlah material longsoran tanah yang menutupi jalan sudah dibersihkan dan dievakuasi. Termasuk pula mengevakuasi pohon yang tumbang menutupi jalan.

“Sampai saat dampak dari bencana alam belum kami terima laporan ada korban jiwa,” kata Trisna. 

Pihaknya mengingatkan agar seluruh masyarakat tetap waspada saja. Saat ini kondisi cuaca ekstrem masih terjadi. 

“Kami harap semua selalu waspada dan hati-hati saat terjadinya cuaca ekstrem. Bila mana terjadi bencana alam segera melapor,” tandasnya.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/